Toyota kenalkan mobil ramah lingkungan TS050 Hybrid, Prius PHEV GR

Tangerang (ANTARA) – PT Toyota-Astra Motor (TAM) tidak hanya menampilkan produk andalan, namun juga mengusung semangat “Start Your Impossible” dengan menampilkan mobil berteknologi canggih dan ramah lingkungan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang Banten, 18-28 Juli.

Kendaraan khusus (special exhibit) yang dihadirkan yaitu Toyota Fine Comfort Ride (F-CR) yang merupakan kendaraan konsep untuk solusi mobilitas masa depan berteknologi tinggi, serta beberapa special exhibit lainnya yang merupakan teknologi ramah lingkungan yaitu TS050 Hybrid dan Prius PHEV GR.

“Semangat dan komitmen Toyota tidak hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan pasar melalui produk – produk, tapi juga teknologi dan layanan untuk masa depan kehidupan yang lebih baik,” kata Vice president Director, PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, di GIIAS 2019, Kamis.

Baca juga: Jusuf Kalla sambangi anjungan Toyota, langsung lirik Yaris Sport
  Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) melihat produk terbaru mobil Toyota usai membuka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke- 27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (18/9/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/pras.

Semangat “Start Your Impossible” menjadi representasi tema anjungan Toyota di GIIAS untuk memberi pesan kepada pengunjung mengenai komitmen Toyota yang bertransformasi dari perusahaan otomotif menjadi perusahaan mobilitas.

“Pada GIIAS 2019 ini Toyota senantiasa menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung dan memberdayakan mobilitas pelanggan untuk melampaui serta memotivasi mereka dalam berpikir dan mencapai sesuatu di luar batasan mereka, khususnya untuk merasakan dan mewujudkan mobilitas dengan teknologi canggih guna meraih kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Pada perhelatan GIIAS 2019 ini TAM menghadirkan booth dengan konsep dan desain yang bernuansa muda (youthful), mencerminkan semangat baru dengan menekankan pencapaian dalam pengembangan teknologi otomotif canggih untuk menghadapi berbagai tantangan dan membuat mobilitas semakin mudah dan nyaman.

Dalam nuansa youthful, pada anjungan seluas 3.013,5 m2, atau lebih luas dibanding tahun sebelumnya (2.870 m2), Toyota menampilkan 23 line-up kendaraan dari semua segmen yang dimiliki oleh Toyota, baik passengers maupun commercials, dan juga special exhibit.

Dan untuk semakin memberikan kemudahan dan kenyamanan, keseluruh produk-produk tersebut akan di tampilkan dan dibagi ke dalam 6 zona, yaitu Everyday Life Zone yang diisi dengan Avanza, Veloz, Kijang Innova, HiAce, serta Calya. Toyota GR supra (Antara News/Chairul Rohman)

Baca juga: Saksikan seni debus, cara komunitas Etios Valco rayakan hari jadi

Pada Fun factor zone diisi dengan Rush TRD Sportivo, Fortuner TRD Sportivo, Yaris TRD Sportivo. Ride With Pride Zone diisi dengan Alphard Hybrid, Camry Hybrid, Vellfire, dan Voxy.

Semangat Beyond Technology diwujudkan Toyota dengan menghadirkan Beyond Technology Zone yang akan menampilkan C-HR Hybrid, TS050 Hybrid, Prius PHEV GR dan Hybrid X-Ray.

Zona selanjutnya yaitu Push The Limit Zone yang akan menghadirkan C-HR dan GR Supra yang merupakan produk terbaru dari Toyota. Zona terakhir adalah Highlight Zone yang akan akan menampilkan 3 produk yang benar-benar eye-catching, yaitu GR Supra, Toyota 86, dan juga C-HR.

Kehadiran Customer Lounge Area dihadirkan sebagai wujud implementasi semangat Beyond Service, dimana pada area ini akan hadir pula TARRA corner. Sedangkan Special Zone diwujudkan dengan menghadirkan Start Your Impossible Corner dan juga Media Lounge.

Baca juga: Toyota luncurkan GR Supra senilai Rp2 Miliar

Baca juga: Toyota kenalkan tiga kendaraan baru di GIIAS 2019

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Mobil listrik Lowo Ireng Reborn

Mahasiswa mengemudikan mobil Lowo Ireng Reborn di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Kamis (18/7/2019). Mobil Lowo Ireng Reborn buatan Pusat Unggulan Iptek – Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO ITS) bersama Departemen Teknik Elektro ITS dan Departemen Teknik Mesin ITS itu merupakan mobil listrik yang ramah lingkungan serta mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 160 km per jam. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.

Van dari Mercedes Benz punya baterai dan nama baru

Jakarta (ANTARA) – Van penumpang dari Mercedes Benz kini ditenagai baterai listrik dan menyandang nama baru, yakni eVito Tourer. Kendati demikian, kendaraan ini belum bisa didapatkan karena kendaraan ini baru diluncurkan untuk layanan berbagi kendaraan, Berlkonig, di Berlin, sebagai bentuk dari usaha patungan ViaVan yang juga beroperasi di Amsterdam, London dan Milton Keynes.

eVito Tourer baru kini dilengkapi dengan tenaga motor listrik yang menghasilkan 85 kW (116 PS / 114 hp) dan torsi 295 Nm (218 lb-ft). Fitur baterai 41 kWh yang dipasang di bagian bawah bodi, yang menawarkan jangkauan hingga 156-186 km (97-116 mil), dengan sekali pengisian daya, yang membutuhkan enam jam untuk pengisiannya.

Van listrik baru ini akan sanggup menampung hingga sembilan penumpang, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu dengan memilih dari beberapa varian tempat duduk, dan tersedia dalam dua dimensi yang berbeda (5.140 mm dan 5.370 mm – 202.4-211.4 in). Apa pun konfigurasi yang dipilih memiliki berat kotor maksimum adalah 3.200 kg (7.055 pon).

“Integrasi eVito Tourers pertama di dunia dalam armada kami adalah langkah lebih lanjut menuju tujuan kami bekerja sama dengan kota-kota dan penyedia angkutan umum untuk membuat mobilitas perkotaan lebih berkelanjutan,” kata General Manager ViaVan Berlin, Valerie von der Tann yang diktuip dari CarsCoops, Minggu.

“Kami senang hari ini sudah lebih dari setengah armada kami di Berlin menggunakan tenaga listrik. Pada akhir tahun 2020, kami ingin melihat seluruh armada kami di Berlin dilengkapi dengan penggerak listrik,” tambahnya.

Selain dari dua versi eVito, Mercedes-Benz Vans akan memperluas portofolionya dengan eSprinter yang akan diluncurkan akhir tahun ini. Selain itu, versi produksi Concept EQV, yang ditampilkan di Jenewa musim semi ini, akan diluncurkan di Frankfurt Motor Show pada bulan September.

Baca juga: Musk: Tesla mungkin tertarik garap van Sprinter bersama Mercy

Baca juga: VW kenalkan Buzz Cargo, van listrik canggih untuk bisnis

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Nissan LEAF “mendarat” di Australia

Jakarta (ANTARA) – Mobil listrik Nissan LEAF tiba di Australia pada Jumat (12/7) waktu setempat, akan dijual di 89 diler di seluruh penjuru Negeri Kanguru, merupakan jaringan kendaraan listrik terbesar secara nasional sejauh ini.

“Nissan sangat senang memiliki Nissan LEAF baru yang dijual di Australia,” kata Stephen Lester, direktur pelaksana Nissan Australia dalam pernyataan resmi Nissan, dikutip Sabtu.

“Sebagai pelopor kendaraan listrik secara global, Nissan LEAF baru yang sepenuhnya listrik mewakili masa depan kendaraan bermotor Australia. Kami berharap untuk melihat lonjakan penjualan EV di Australia,” tambahnya.

Menawarkan pengalaman pembelian EV yang holistik, kolaborasi dengan JET Charge akan membantu pelanggan dengan semua kebutuhan infrastruktur pengisian daya baterai di rumah mereka.
  Mobil listrik Nissan LEAF digunakan untuk Final Liga Champions 2019. (ANTARA News/Nissan)

Bermitra dengan Chargefox, Nissan berharap kesadaran penggunaan kendaraan ramah lingkungkan makin tinggi dan bisa menyiapkan Australia dalam menghadapi melonjaknya penjualan kendaraan listrik.

Di Chile, Amerika Latin, Nissan juga memperkenalkan teknologi Vehicle-to-Grid dengan memanfaatkan Nissan LEAF sebagai kendaraan ujicoba. Proyek ini bekerja sama dengan ENEL X dan Badan Energi Berkelanjutan setempat.

Sistem Vehicle-to-Grid tidak hanya memungkinkan pengisian daya baterai kendaraan listrik, tapi kendaraan listrik melalui baterainya juga bisa memasok listrik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kantor.

Baca juga: Nissan kerahkan 363 mobil listrik untuk final Liga Champions

Baca juga: Tanggapan Nissan Indonesia soal potensi Leaf jadi taksi listrik

Baca juga: Nissan LEAF e+ jalani debut, hadir dengan powertrain baru

Pewarta: S026
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Fiat 500 bakal hadir dalam versi listrik

Jakarta (ANTARA) – Grup otomotif Italia-Amerika, Fiat Chrysler (FCA), akan menanamkan modal 700 juta euro (Rp11,1 triliun) untuk menghadirkan mobil ikonis Fiat 500 versi penggerak listrik.

“Rencana itu sudah dikonfirmasi,” kata Pimpinan FCA Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, Pietro Gorlier, dilansir Reuters, Kamis (11/7).

Dia mengatakan FCA menginvestasikan 700 juta euro untuk membangun lini produksi baru di Mirafiori, Italia, yang mampu membuat 80.000 unit Fiat 500 listrik.

Menurut rencana, model yang pertama kali diproduksi pada 1957 itu akan dipasarkan di Eropa kemudian Amerika Serikat.

Baca juga: Seniman Italia buat patung Fiat 500 dari marmer

Produksi akan dimulai pada kuartal kedua 2020 dengan kapasitas yang akan diperluas secara bertahap, menurut Gorlier.

Investasi 700 juta euro adalah tahap awal dari rencana investasi Fiat senilai 5 miliar euro di Italia hingga 2021.

Pada masanya, Fiat 500 merupakan kompetitor Volkswagen Beetle. Namun keduanya berbeda nasib. Beetle telah berhenti diproduksi, sedangkan Fiat 500 akan terus dipasarkan dengan teknologi yang dikembangkan.

Baca juga: Fiat akan perkenalkan dua mobil edisi khusus di Amerika

Pewarta: A069
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

Minat konsumen meningkat, Toyota genjot penjualan mobil hybrid

Jakarta (ANTARA) – Toyota Indonesia bakal menggenjot penjualan mobil hybrid di Indonesia seiring dengan minat konsumen yang cenderung meningkat pada kendaraan yang memiliki tenaga pengerak ganda yaitu mesin biasa (bensin) dan listrik itu.

“Sejak satu dekade penjualan mobil hybrid Toyota di Indonesia sudah mencapai 2 000 unit, dan awarenessnya terus meningkat,” kata Wakil Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto di Jakarta, Selasa.

Penjualan sebesar 2.000 unit itu, kata dia, terdiri dari beberapa model mobil Toyota yang telah disematkan teknologi hybrid, termasuk Prius, Camry, Alphard, Lexus, dan terakhir CH-R.

Dalam enam bulan terakhir, lanjut Henry, permintaan mobil hybrid menunjukkan pertumbuhan. “Contohnya Camry Hybrid tahun lalu porsinya hanya tiga persen (dari total penjualan Camry), sekarang sudah 10 persen. Demikian pula dengan mobil CH-R hybrid porsinya di atas 50 persen,” katanya.

Kendati permintaan terus tumbuh, Henry mengakui belum banyak konsumen teredukasi tentang kendaraan hybrid.

“Mobil hybrid itu bukan hanya hemat bahan bakar, tapi juga fun to drive lebih baik. Banyak konsumen berpikir, aftersale-nya sulit, padahal tidak ada bedanya dengan mobil biasa,” kata Henry.

Ditambahkan Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmi, pihaknya akan makin fokus dan menggenjot pemasaran mobil hybrid.

“Kalau sebelumnya penjualan mobil hybrid hanya 30 unit sebulan, kami targetkan bisa naik 40-50 unit per bulan,” kata Anton.

Diakuinya, sampai saat ini sedan Camry hybrid mendominasi penjualan mobil hybrid Toyota di Indonesia. Sedan Camry hybrid, lanjut dia, banyak dipakai para eksekutif perusahaan.

“Test yang kami lakukan pada Camry dan CH-R, varian hybrid irit (bahan bakar) hingga 70 persen dibanding yang biasa,” kata Anton.

Ia optimistis permintaan kendaraan hybrid akan terus meningkat seiring pemahaman masyarakat tentang manfaat mobil tersebut yang tidak hanya hemat bahan bakar, ramah lingkungan, tapi juga makin nyaman dikendarai.

“Apalagi jika pemerintah nanti pengeluaran aturan pajak baru tentang mobil low emisi, maka harga mobil hybrid akan semakin murah, mendekati mobil biasa,” kata Anton.

Baca juga: Toyota akan pamerkan kendaraan elektrik dalam GIIAS 2019

Pewarta: R016
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2019

Mengenal Harley-Davidson listrik LiveWire

Jakarta (ANTARA) – Pabrikan moge (motor gede) Harley-Davidson tidak ketinggalan dalam hiruk pikuk tren kendaraan ramah lingkungan, dengan memperkenalkan motor listrik teranyarnya LiveWire. Lalu apakah khas suara mesin Harley hilang?

“Suara bising yang kamu dengar akan menjadi jantung balapmu,” demikian slogan yang diberikan pabrikan motor AS ini untuk LiveWire guna menyakinkan penggemar Harley-Davidson bahwa suara mesin motor listrik ini tetap “garang”.

Motor yang dibanderol 29.799 dolar atau sekira Rp421,4 juta ini, mengutip spesifikasi yang dirilis Harley-Davidson, Senin, dapat melaju dari 0-100 km per jam dalam waktu hanya 3 detik saja.

Sebagai versi bertenaga baterai listrik, LiveWire tidak dilengkapi dengan kopling dan roda gigi.

“Dapatkan kekuatan instan saat Anda memutar throttle. Tidak ada kopling untuk dilepas. Tidak ada roda gigi untuk dijalankan. Yang Anda lakukan hanyalah menggerakkan pergelangan tangan Anda dan lepas landas,” kata Harley-Davidson. Motor listrik Harley-Davidson LiveWire. (ANTARA News/Harley-Davidson)

Harley-Davidson LiveWire memiliki baterai bertegangan tinggi (atau RESS; Sistem Penyimpanan Energi yang Dapat Diisi Ulang) yang terdiri dari sel-sel lithium-ion yang dikelilingi oleh selubung aluminium bersirip.

Baterai tegangan tinggi ini membuat LiveWire bisa menjangkau 140 mil (225 km) untuk satu kali pengisian daya penuh baterai.

Sementara pada kondisi lalu lintas tersendat atau macet, motor ini mampu menjangkau 88 mil (142 km).

Jika daya baterainya diisi dengan pengisian standar di rumah, ini akan terisi penuh dalam pengisian semalam. Dan, untuk pengisian yang lebih cepat, pengguna bisa mengunjungi stasiun pengisian cepat DC Level 3—belum tersedia di Indonesia.

Dengan teknologi pengisian Level 3, baterai LiveWire terisi 80 persen dalam waktu 40 menit dan 100 persen dalam satu jam.

LiveWire dilengkapi dengan sistem Kontrol Chassis Elektronik (ECC). Fungsi terpisah ECC bekerja bersama untuk memberi pengendara lebih banyak kepercayaan dan kontrol dalam situasi yang kurang ideal.

ECC mengelola Sistem Anti-lock Braking (ABS), Sistem Kontrol Traksi (TCS) dan Sistem Kontrol Slip-Tarik Torsi (DSCS) dengan memodulasi torsi yang tersedia di roda belakang.

Hal itu menggabungkan kontrol elektronik dan hidraulik jika diperlukan, memanfaatkan unit pengukuran inersia enam-sumbu (IMU) terbaru dan teknologi sensor ABS. Motor listrik Harley-Davidson LiveWire. (ANTARA News/Harley-Davidson)

Terdapat layar lumayan besar di tengah stang kemudi LiveWire, dan sistem itu terhubung dengan jaringan seluler dengan teknologi Panasonic. Pengguna bisa terhubung dari jarak jauh dengan motor melalui telepon pintar dan aplikasi Harley-Davidson terbaru.

Pengguna dapat memeriksa indikator-indikator vital kendaraan, seperti status pengisian daya baterai, lihat lokasinya di peta, dan mendapatkan peringatan ketika motor ditabrak, dirusak, atau dipindahkan.

Dari sisi desain, LiveWire sangat berbeda dari kebanyakan motor Harley-Davidson. Motor ini seperti kebanyakan motor sport bergaya futuristik lainnya, lebih ramping, tidak begitu panjang, dan simpel. Hanya pada tabung tempat konektor pengisian daya listrik yang didesain seperti tangki bahan bakar motor-motor Harley-Davidson sebelumnya.

Baca juga: Harley-Davidson serius garap skuter listrik

Baca juga: Harley-Davidson perkenalkan dua motor listrik konsep

Baca juga: ABS dan ESC bakal jadi fitur standar sepeda motor AS

Pewarta: S026
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi investasi di Mobility House

Jakarta (ANTARA) – Aliansi otomotif Renault-Nissan-Mitsubishi melalui sayap modal venturanya, Alliance Ventures, mengumumkan investasinya di Mobility House, sebuah perusahaan teknologi yang menyediakan platform untuk mengintegrasikan baterai kendaraan dengan jaringan listrik cerdas.

Investasi baru Alliance Ventures ini merupakan tahap awal dalam usahanya menjadi ujung tombak pengembangan teknologi generasi lanjut untuk industri otomotif, khususnya untuk aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi. Mobility House berbasis di Jerman, Swiss, dan Silicon Valley, Kalifornia.

“Alliance Ventures bertujuan untuk menyediakan ekosistem yang tepat dari inovasi terbuka untuk memastikan perusahaan anggota Alliance memberikan mobilitas untuk hari esok,” kata François Dossa, Wakil Presiden Global Alliance untuk Ventures dan Open Innovation serta Ketua Alliance Ventures, dikutip Minggu.

Transisi mobilitas dan energi akan berkontribusi pada komitmen Aliansi terhadap kendaraan tanpa emisi dan pencapaian visi kami: “membentuk masa depan mobilitas”, kata Dossa menambahkan.

Baca juga: Berambisi ke pasar global, Waymo gandeng Nissan dan Renault

Perusahaan anggota Alliance dan The Mobility House telah memulai beberapa proyek bersama, di antaranya melalui proyek Vehicle-to-Grid (V2G) di Jerman yang menggunakan Nissan LEAF.

Bekerja sama dengan Renault, Mobility House akan memasarkan sistem penyimpanan energi stasioner terbesar yang dibuat dengan baterai kendaraan listrik di Eropa dan berkontribusi melalui platform energi pintar untuk membuat pulau Portugis, Porto Santo, dekat Madeira, sebagai pulau pintar pertama di dunia.

“Alliance Ventures adalah investor yang sempurna untuk The Mobility House,” kata Thomas Raffeiner, pendiri dan CEO The Mobility House. “Fakta bahwa visi dan keahlian perusahaan kami cocok dengan baik telah terbukti berkali-kali di masa lalu. Kami senang bahwa kami dapat memulai lebih banyak proyek dan membuat visi bersama kami tentang energi berkelanjutan menjadi kenyataan lebih cepat.”

Investasi di Mobility House oleh Alliance Ventures ini merupakan yang terbaru setelah di 11 perusahaan rintisan lainnya, termasuk perusahaan baru yang berbasis di Amerika Utara, Eropa, dan China.

Nilai investasi di Mobility House tersebut tidak diungkapkan.

Baca juga: Triber akan diekspor ke pasar langganan Renault Kwid

Baca juga: Pemegang saham Mitsubishi lengserkan Carlos Ghosn

Baca juga: Honda, Audi dan Renault pakai speaker pintar Alibaba

Pewarta: S026
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Nedo, Sharp dan Toyota akan uji coba baterai tenaga surya

Jakarta (ANTARA) – Nedo, Sharp Corporation (Sharp) dan Toyota Motor Corporation (Toyota) pada Kamis (4/7) waktu setempat telah mengumumkan rencananya untuk menguji coba kendaraan berlistrik pada akhir Juli mendatang.

Uji coba dilakukan untuk menilai seberapa efektif perbaikan untuk jarak tempuh serta seberapa efisiensi pemakaian bahan bakar dari kendaraan listrik yang sudah dilengkapi dengan baterai bertenaga surya tingkat tinggi.

Untuk memfasilitasi pelaksanaan uji coba ini, Sharp memodulasi sel baterai bertenaga surya berkelas dunia dengan tingkat tinggi, yang sebelumnya dikembangkan untuk proyek yang dipimpin Nedo, untuk membuat onboard panel baterai bertenaga surya. Toyota memasang panel ini di atap kap pintu palka belakang, dan bagian lain dari “Prius PHV” dan menghasilkan mobil demo untuk uji coba jalan umum.

Dengan meningkatkan efisiensi panel baterai bertenaga surya dan memperluas area onboard-nya, Toyota mampu mencapai output generasi daya pengenal sekitar 860 W, hampir sekitar 4,8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan model komersial Prius PHV (dilengkapi dengan solar sistem pengisian).

Selain secara substansial meningkatkan output pembangkit listriknya, mobil demo ini sudah menggunakan sistem yang mengisi daya baterai penggerak saat kendaraan diparkir dan juga saat sedang dikendarai, sebuah pengembangan yang diharapkan akan mengarah pada peningkatan yang cukup besar dalam jangkauan jelajah bertenaga listrik dan efisiensi bahan bakar.

Dikutip dalam laman resmi Toyota, Juma, pada uji coba nanti, Toyota berencana akan melakukannya di berbagai kondisi seperti di Toyota City, Prefektur Aichi, Tokyo, dan area lainnya.

Setelah uji coba nanti, berbagai data termasuk keluaran pembangkit listrik dari panel baterai surya dan jumlah baterai drive yang terisi akan diperoleh dan terverifikasi. Kemduian nantinya data-data tersebut akan digunakan sebagai bahan untuk pengembangan sistem pengisian solar onboard.

Toyota berencana untuk berbagi pilihan hasil data uji coba dengan Nedo dan Sharp. Komite Strategi Kendaraan bertenaga PV yang disponsori oleh NEDO dan entitas lainnya akan mengevaluasi manfaat berdasarkan peningkatan pengurangan emisi CO2 serta kenyamanan berkendara, seperti berapa kali kendaraan membutuhkan pengisian ulang. Tujuannya adalah untuk berkontribusi pada penciptaan pasar panel baterai surya baru, termasuk sektor transportasi, dan menemukan solusi untuk masalah energi dan lingkungan.

Baca juga: Garuda jadi BUMN pertama pengguna bus listrik produksi dalam negeri

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Mobil berbahan bakar hidrogen ITS bertarung di kompetisi DWC Inggris

Jakarta (ANTARA) – Para mahasiswa yang tergabung dalam ITS Team 5 atau Tim Antasena, dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, membawa mobil Urban Concept berbahan bakar hidrogen untuk bertarung pada kompetisi Drivers World Championship di London pada 29 Juni – 5 Juli 2019.

Tim Antasena telah mengalahkan lebih dari 100 tim inovator berbakat yang berasal dari berbagai negara Asia Pasifik dan Timur Tengah dalam Drivers’ World Championship Qualifier atau Shell Eco-marathon Asia 2019 di Sepang, Malaysia.

Dalam babak penyisihan tersebut, ITS Team 5 meraih capaian baru dalam kompetisi adu cepat kendaraan ultra-efisien serta penghargaan Off-track Hydrogen Newcomer Award. Sebagai catatan, ITS Team 5 berhasil meraih capaian jarak tempuh sejauh 90 km/m3, jauh melampaui hasil yang diraih juara tahun lalu untuk kategori yang sama pada 46 km/m3.

ITS Tim 5 menurunkan mobil Antasena FCH 1.0 dan berhasil membawa pulang peringkat runner-up kategori Urban Concept – Hydrogen di ajang bergengsi Shell Eco-Marathon Asia 2019 di Malaysia yang membawa mereka melaju ke ajang Drivers’ World Championship Qualifier Regional Asia.

Dalam adu balap tersebut, tim Antasena kembali menorehkan prestasi dengan menjadi juara kedua, menjadikan mereka satu-satunya perwakilan dari Indonesia.

“Kami bangga bahwa kompetisi Shell Eco-marathon Asia yang sudah 10 tahun berjalan ini berhasil melahirkan inovator-inovator muda berbakat. Kami berharap kompetisi sejenis ini dapat membantu menciptakan talenta-talenta muda Indonesia yang mampu berinovasi dan menjadi agen perubahan yang lebih baik lagi untuk negeri tercinta,” kata Presiden Direktur dan Country Chairman PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi, dalam keterangannya, Selasa.

“Prestasi Tim Antasena menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi tinggi dalam berkreasi merancang teknologi dan inovasi otomotif terbaik untuk mendobrak pardigma efisiensi dan transformasi energi,” kata dia.

Ghalib Abyan selaku General Manager Tim ITS 5 mengatakan bahwa Perjuangan di Drivers’ World Championship akan lebih berat, ketimbang kompetisi sebelumnya.

“Kalau di arena Shell Eco-marathon Asia, peserta diminta untuk membuktikan mobil yang paling efisien di masing-masing kategori yang dilombakan. Sedangkan untuk menjadi pemenang di DWC, diperlukan kesinergisan antara teknologi, inovasi serta kerjasama yang baik antar anggota tim untuk menekan batasan efisiensi energi,” kata Ghalib.

Ia menambahkan, “Untuk itu, keahlian dan strategi dalam menangani kendaraan dan mengatur efisiensi energi merupakan keharusan guna membantu tim menjadi yang pertama dalam mencapai garis finis.”

Pada tahun-tahun sebelumnya, Indonesia umumnya unggul di kelas ICE (mesin pembakaran internal) dan listrik. Untuk itu, dengan masih minimnya teknologi di Asia dan Amerika, maka tantangan terbesar tim Indonesia adalah menghadapi lawan dari Eropa dan juga negara tetangga Singapura yang memiliki fasilitas Fuel-Cell yang mumpuni.

Kesuksesan Antasena diraih dengan kerja keras oleh kurang lebih 25 anggota tim yang terdiri dari tim teknis dan juga tim non-teknis yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Material dan Metalurgi, Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Infrastruktur Sipil, Teknik Mesin Industri dan Manajemen Bisnis.

Baca juga: Hyundai sepakati kerjasama hasilkan hidrogen dari listrik

Baca juga: China mulai kembangkan truk berbahan bakar hidrogen

Baca juga: Toyota genjot penjualan mobil berbahan bakar hidrogen mulai 2020

Pewarta: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Gaikindo: Pertumbuhan kendaraan listrik sangat bergantung pasar

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara dalam bincang-bincang bertema “GIIAS (Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show) Talk X Blibli.com” di Jakarta, Sabtu mengatakan bahwa sejumlah pelaku industri otomotif di Indonesia, telah melakukan proyek percontohan untuk kendaraan listrik.

“Pertumbuhan penggunaan kendaraan berbasis EV (electric vehicle) ini sangat bergantung pada pasar Indonesia, permintaan dapat tumbuh bila penawaran kendaraan EV dapat bersaing dengan kendaraan konvensional,” ujar Kukuh.

Ia menambahkan pembangunan infrastruktur pendukung dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) atau “charging station” juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pengguna mobil listrik.

Di sisi lain, lanjut dia, perkembangan teknologi kendaraan yang semakin canggih dan ramah lingkungan, juga memungkinkan kendaraan Internal Combustion Engine (ICE) menggunakan bahan bakar yang tidak berasal dari fosil yang saat ini ketersediaannya semakin menipis.

“Indonesia sudah menjadi bagian dari pergerakan ini dengan rencana pemerintah mengembangkan teknologi bahan bakar minyak ramah lingkungan (green fuel), bahan bakar yang berasal dari sumber daya alam nabati, yakni sawit,” katanya.

Baca juga: Mobil Jaguar listrik berpeluang masuk Indonesia

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara (tengah), SVP trade Partnership Blibli.com Lay Ridwan Gautama (kanan) dalam dalam bincang-bincang bertema “GIIAS Talk X Blibli.com” di Jakarta, Sabtu (29/6/20019). (ANTARA News/Zubi Mahrofi)

Dari sisi bahan baku, lanjut dia, penggunaan bio fuel sangat memungkinkan, karena beberapa daerah di Tanah Air merupakan penghasil sawit terbesar di dunia.

“Pengembangan green fuel disambut baik oleh Gaikindo. Pasalnya, ketersediaan sumber green fuel dan spesifikasi mesin tidak perlu perubahan yang signifikan,” papar Kukuh.

Kukuh mengatakan pihaknya akan terus mendukung perkembangan industri otomotif dan mengambil peran penting dalam perkembangan kemajuan industri melalui penyelenggaraan GIIAS 2019.

“Gaikindo berada di barisan terdepan untuk memberikan informasi dan edukasi awal tentang berbagai inovasi dari industri otomotif, sehingga Indonesia siap menyambut perubahan positifnya,” katanya.

Baca juga: Tanggapan Nissan Indonesia soal potensi Leaf jadi taksi listrik

Sedianya, Gaikindo akan menyelenggarakan GIIAS 2019 pada 18-28 Juli 2019 di ICE, BSD City yang mengusung tema “Future on Motion”, yang diartikan sebagai sebuah gerakan pengaruh teknologi pada kendaraan listrik, otonom, dan digital.

GIIAS 2019 akan menampilkan total 20 merek kendaraan penumpang, yakni Audi, BMW, Daihatsu, Datsun, DFSK, Honda, Hyundai, Isuzu, JEEP, Lexus, Mazda, Mercedes-Benz, MINI, Mitsubishi Motors, Nissan, Renault, Suzuki, Toyota, VW, dan Wuling.

Pagelaran itu juga menampilkan 10 merek kendaraan komersial dan karoseri, DFSK, FAW, Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Tata Motors, UD Truck.

Sementara dari karoseri akan hadir Adi Putro, Laksana, dan Tentrem. Terdapat juga 11 merek sepeda motor mulai dari Benelli, Harley Davidson, Honda, Kawasaki, Kymco, KTM, Nozomi, Piaggio, Suzuki, Vespa, dan Viar.

Baca juga: DFSK siapkan dua kejutan dalam GIIAS 2019

Baca juga: GIIAS 2019 tawarkan program baru

Baca juga: Ingin dongkrak penjualan otomotif, GIIAS 2019 bakal hadir lebih awal

 

Pewarta: SDP-128
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Kia akan produksi kendaraan listrik rendah biaya untuk pasar India

Makassar (ANTARA) – Kia dan Hyundai sedang mempertimbangkan kendaraan listrik dengan biaya rendah untuk pasar India, hal ini dimaksudkan untuk mendukung pemerintah di bawah skema FAME II di India.

Dalam dua tahun ke depan Kia Corps berencana untuk meluncurkan empat model baru di India, termasuk dari SUV Seltos yang akan datang. Kendati demikian, perusahaan mengatakan untuk proyek kendaraan listrik ini akan menjadi yang proyek terpisah.

“Kami masih bekerja tentang cara membuat EV berbiaya rendah. Saya sedang mempertimbangkan untuk mengembangkan EV untuk pasar India bersama dengan Hyundai,” kata Presiden dan CEO Kia Motors Corporation, Han-Woo Park yang dikutip dari Economic Times, Senin.

Ketika ditanya lebih lanjut, apakah EV berbiaya rendah akan menjadi salah satu dari empat model yang akan diperkenalkan di India dalam dua tahun mendatang, dia berkata tidak.

“Ini terpisah. Ini bukan salah satu dari mereka,” ungkpanya.

Pada 2018 Auto Expo, Kia telah mengumumkan bahwa mereka berencana untuk memperkenalkan beragam kendaraan di India, termasuk kendaraan listrik kompak eksklusif India antara tahun 2019 dan 2021.

Dia mengatakan Kia Motors sudah memiliki beberapa produk untuk hybrid, plug-in-hybrid, kendaraan listrik dan kendaraan sel bahan bakar yang dijual secara global.

“Kami siap untuk memperkenalkan mobil EV di India tetapi itu tergantung pada infrastrukturNSE 1,31% dan kebijakan dukungan pemerintah. Ketika pasar tepat, kami akan memperkenalkan EV kapan saja ke India,” tambahnya.

Hyundai, di sisi lain, bersiap untuk meluncurkan SUV Kona listriknya di India bulan depan.

Park menjelaskan saat ini biaya EV sangat tinggi, terutama untuk pasar India dan tanpa dukungan pemerintah akan menjadi tantangan besar untuk menjual EV di sini.

“Tahun lalu, skema FAME II diumumkan, mendukung terutama kendaraan roda dua dan roda tiga … Itu tidak termasuk kendaraan roda empat untuk penggunaan pribadi,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah Kia ingin EV untuk penggunaan pribadi dipertimbangkan untuk dukungan pemerintah, dia berkata, “Ya, tanpa dukungan pemerintah itu tidak mungkin. Harganya terlalu tinggi. Tidak ada yang mau membeli EV.”

Skema Rs 10.000 crore FAME II membayangkan subsidi untuk kendaraan roda dua yang mencakup penggunaan pribadi. Untuk segmen tiga dan empat roda, insentif akan berlaku pada kendaraan yang digunakan untuk angkutan umum atau tujuan komersial terdaftar.

Melalui skema dukungan 10 lakh roda dua listrik, lima lakh roda tiga, 55.000 roda empat dan 7.000 bus akan disediakan.

Baca juga: Molor lagi, Luhut janjikan perpres kendaraan listrik rampung Lebaran

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Bentley Bentagya listrik hadir di AS akhir tahun ini

Jakarta (ANTARA) – Kendaraan mewah terelektrifikasi milik Bentley yakni, Bentagya akan tiba di Amerika Serikat (AS) pada akhir tahun ini dan sekaligus menjadi dorongan untuk membuat kendaraan elektrik lainnya untuk berkompetisi.

Dewan penjualan dan pemasaran Bentley, Chris Craft mengatakan, perusahaan berencana mengeluarkan model versi hibrida untuk semua jenis kendaraan pada akhir tahun 2023 mendatang.

“Kami informasikan bahwa kendaraan listrik pertama dari Bentley akan diluncurkan pada tahun 2025,” ungkap Chris Craft yang dikutip dari CarsCoops, Rabu.

Kendati demikian, informasi untuk kendaraan masa depan dari Bnetley itu sendiri masih sangat terbatas.

Sementara itu, kendati penjualan kendaraan listrik hanya mewakili bagian kecil dari keseluruhan pasar otomotif, Bentley meyakini model itu akan semakin populer dan Craft mencatat, “akan ada lebih dari 30 persen pembeli kendaraan mewah tertarik pada mobil listrik.”

Dalam wawancara terpisah dengan Car & Driver, Craft mengungkapkan kendaraan listrik cocok untuk Bentley karena motor listrik dapat memberikan torsi instan yang merupakan ciri khas merek tersebut.

Kendaraan listrik dengan suara mesin yang sunyi menjadi nilai tambah bagi merek-merek ultra mewah seperti Bentley dan Rolls-Royce.

Baca juga: Ulang tahun ke-100, Bentley pamerkan dua mobil terbarunya di GIMS

Baca juga: Bentley Bentayga SUV tercepat di dunia
 

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

China memimpin penjualan mobil listrik

Jakarta (ANTARA) – China menjadi pemimpin pasar mobil listrik setelah menjual sebanyak 1,2 juta kendaraan secara global pada tahun lalu, menyumbang sekitar 56 persen dari total penjualan global.

Kepala divisi pasar dan industri minyak dari International Energy Agency (IEA), Neil Atkinson mengatakan, kebijakan di China dalam meningkatkan kualitas udara perkotaan, penggunaan bahan bakar alternatif di sektor truk dan bus hingga taksi mendorong permintaan mobil listrik.

“Ini adalah perubahan besar di Cina,” kata Atkinson dilansir Xinhua, Rabu.

Dia mengatakan ada sekitar 500.000 bus listrik di China, lebih banyak dibandingkan bus-bus listrik di Amerika Serikat.

Adapun permintaan bahan bakar konvensional pun menunjukkan perlambatan, yang mencerminkan kenaikan ekonomi konsumen yang mampu membeli kendaraan listrik.

Baca juga: Fisker bocorkan tampilan SUV listrik jelang peluncuran Desember

Baca juga: Taksi terbang Uber bakal mengudara di Melbourne

Baca juga: Mobil listrik Geely akan gunakan baterai dari LG

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Fisker bocorkan tampilan SUV listrik jelang peluncuran Desember

Jakarta (ANTARA) – Fisker telah merilis cuplikan desain SUV listrik terbaru berupa tiga perempat bagian belakang mobil, jelang peluncuran pada akhir tahun 2019.

Pendiri perusahaan Henrik Fisker melalui akun Facebook pribadinya, membocorkan gambar SUV itu dengan sebuah unggahan yang menunjukkan atap mobil bergaya mengambang karena terdapat yang dapat dilepas otomatis, pegangan pintu menyala, lampu belakang tipis yang membentang melintasi fender dan lampu sign yang dipasang pada pilar D.

Fisker mengumumkan bahwa kendaraan tanpa emisi itu akan muncul perdana pada Desember 2019, dengan harga perkiraan di bawah 40ribu dolar AS.

“Oke, saya akan menunjukkan lebih banyak dari indikator pilar-D yang akan memberikan keamanan ekstra ketika Anda berpindah jalur. Untuk harga SUV all-electric mungkin akan di bawah 40.000 dolar AS. Peresmian Desember tahun ini. Lihat spatbor belakang itu,” kata Fisker yang dikutip dari CarsCoops, Sabtu.
  Tampilan SUV listrik Fisker (Fisker Inc)

SUV yang belum punya nama itu menampilkan gril besar pada bumper depan, lampu depan kecil dengan DRL LED yang dimasukkan pada bawah.

Mobil itu akan menggunakan dua motor listrik, satu di depan dan satu di belakang, dengan kekuatan baterai 80 kWh yang memungkinkan daya jelajah 300 mil (483 km) untuk sekali pengisian daya.

Baca juga: Mobil listrik Geely akan gunakan baterai dari LG

Baca juga: Taksi terbang Uber bakal mengudara di Melbourne

Baca juga: Rivian dapat isi baterai dari mobil listrik sesamanya

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Greaves Cotton akan bangun 100 stasiun pengisian daya listrik di India

Jakarta (ANTARA) – Pembuat mesin Greaves Cotton Ltd, yang meluncurkan skuter listrik kelas beratnya pada bulan lalu, berencana untuk mendirikan setidaknya 100 stasiun pengisian daya listrik untuk kendaraan roda dua di India dalam tiga bulan ke depan, karena pemerintah mendorong lebih banyak kendaraan listrik (EV) untuk mengurangi polusi.

Perdana Menteri India Narendra Modi telah menetapkan target untuk kendaraan listrik sebesar 30 persen dari penjualan mobil baru dan kendaraan roda dua pada tahun 2030, hal itu masih jauh dari yang ditargetkan, saat ini masih kurang dari 1 persen.

Baca juga: BMW dan Jaguar Land Rover kolaborasi komponen mobil listrik

“Kami berharap akan memiliki 5.000 outlet pengisian pada akhirnya,” kata Presiden Greaves Cotton, Vijay Kumar yang dikutip dari Reuters, Sabtu.

Perusahaan yang sudah berusia 160 tahun, yang membeli saham mayoritas di pembuat skuter listrik Ampere Vehicle tahun lalu, bersaing dengan pembuat roda dua ramah lingkungan lainnya termasuk Ather Energy, Hero Electric dan Okinawa.

Pada bulan Februari, India mengusulkan insentif sebagai bagian dari upayanya untuk mendorong penjualan kendaraan listrik yang lebih tinggi, dengan mengatakan pihaknya berharap untuk menyempatkan powertrain listrik untuk semua kendaraan baru pada tahun 2030.

“Menengah hingga jangka panjang, kami melihat manfaat dari perubahan kebijakan,” tambah Chief Executive Officer Greaves Cotton, Nagesh Basavanhalli.

Baca juga: Mobil listrik Geely akan gunakan baterai dari LG

Baca juga: Rivian dapat isi baterai dari mobil listrik sesamanya

Pewarta: KR-CHA
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2019

Mobil listrik Geely akan gunakan baterai dari LG

Jakarta (ANTARA) – Produsen baterai Korea Selatan, LG Chem Ltd, mengumumkan telah meneken perjanjian dengan manufaktur otomotif China, Geely Automobile, guna membuat baterai kendaraan listrik yang kelak akan digunakan pada kendaraan Geely mulai 2022.

LG dan Geely membentuk perusahaan patungan yang memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 10 GWh (Giga Watt hour) pada akhir 2021, kata kedua perusahaan dalam pernyataan yang dilansir Reuters, Sabtu.

Baca juga: Geely bangun pabrik baru demi target penjualan 2juta

Baca juga: Geely bantah jual saham Daimler

Kedua perusahaan juga bakal menginvestasikan dana 94 juta dolar AS untuk bisnis elektrifikasi itu.

Kendati baterai yang dibuat perusahaan Korea Selatan tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah China, namun LG tetap optimistis untuk memperluas kapasitas produksinya di China.

LG berharap pemerintah China akan menghapus subsidi itu dalam beberapa tahun ke depan, sehingga posisi pabrikan asing dan lokal akan menjadi sejajar di pasar.

“Melalui usaha patungan itu, LG Chem telah mengamankan struktur yang stabil untuk menyediakan baterai kendaraan listrik di pasar China,” kata LG Chem dalam sebuah pernyataan.

LG juga menyatakan akan menyodorkan proposal kerja sama kepada sejumlah pabrikan mobil lain untuk memperluas cakupan pasar mereka.

Baca juga: Geely buka pusat riset mobil listrik mewah di Jerman

Baca juga: Ini tampilan sedan listrik pertama Geely untuk pasar global

Pewarta: A069
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2019

Suzuki Wagon R listrik siap mengaspal 2020

Jakarta (ANTARA) – Manufaktur otomotif terbesar India, Maruti Suzuki, tengah mengevaluasi peluncuran Suzuki Wagon R versi listrik pada 2020.

Mobil mungil yang dikenal bernama Karimun Wagon di Indonesia itu akan diproduksi secara komersial di India kendati industri otomotif masih berkutat dengan harga mobil listrik yang mahal dan keterbatasan fasilitas pengisian daya.

“The WagonR listrik sedang diuji dan akan siap tahun depan,” kata Pimpinan Maruti Suzuki RC Bhargava dilansir Economic Times, Senin.

“Tetapi, apa yang dapat diproduksi dan dijual perusahaan akan bergantung pada keinginan pelanggan untuk membeli kendaraan mengingat keterbatasan biaya dan ruang pengisian,” kata Bhargava.

Maruti Suzuki sedang menguji 50 unit Wagon R listrik.

Suzuki Wagon R listrik akan dijual dengan rentang harga Rp137,6 juta hingga Rp196,9 juta untuk pasar India.

Baca juga: Suzuki Wagon R terbaru meluncur bulan ini

Menurut berbagai laporan, Wagon R versi listrik memiliki dua steker untuk pengisian daya, untuk arus listrik AC berada di depan dan socket untuk arus DC berada di belakang.

Pengisian cepat yang menggunakan arus listrik direct current (DC) memungkinkan baterai mobil itu terisi daya 80 persen, selama satu jam pengisian.

Sedangkan pengisian daya menggunakan arus bolak-balik atau alternating current (AC) memerlukan tujuh jam untuk pengisian hingga baterai penuh.

Suzuki Wagon R versi listrik diklaim bisa menempuh 200 kilometer untuk sekali pengisian daya.

Jarak tempuh sejauh itu dibutuhkan untuk menyiasati masih kurangnya infrastruktur pengisian daya di India. Kendati demikian, pihak Maruti Suzuki belum mengumumkan spesifikasi mobil dan baterai yang akan dipakai untuk Wagon R.

Baca juga: Suzuki Wagon R listrik bakal dilengkapi sistem pengisian daya cepat

Pewarta: A069
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

Hyundai kirim Nexo hydrogen ke perusahaan energi di Malaysia

Jakarta (ANTARA) – Hyundai Motor Co., pada Selasa (28/5) mengatakan, bahwa pihaknya telah mengirimkan dua kendaraan listrik sel Nexo yang berbahan bakar hidrogen ke perusahaan energi Malaysia sebagai bagian dari strategi ekspansi otomatis hidrogennya.

Sarawak Energy Berhad, pemasok listrik milik pemerintah Malaysia, mendorong proyek untuk membangun fasilitas keluaran hidrogen dan stasiun pengisian. Kedua Nexos akan digunakan sebagai kendaraan uji di sektor publik Malaysia, kata Hyundai Motor dalam sebuah pernyataan.

“Dimulai dengan pasokan dua Nexos di Malaysia, Hyundai Motor berencana untuk mempromosikan kendaraan bertenaga hidrogen di Asia Tenggara,” kata seorang pejabat Hyundai dalam pernyataannya yang dikutip dari Kantor Berita Yonhap, Selasa.

Pada periode Januari-Mei, Hyundai Motor mengatakan telah menjual lebih dari 1.000 Nexos di pasar global.

Baca juga: Hyundai sepakati kerjasama hasilkan hidrogen dari listrik

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Produsen mobil listrik Nio cari mitra untuk bangun pabrik di Beijing

Jakarta (ANTARA) – Produsen kendaraan listrik China, Nio Inc sedang mencari mitra untuk membangun pabrik di Beijing, kata pendiri dan pimpinan perusahaan William Li, dilansir Reuters, Sabtu.

Pernyataan untuk mencari mitra itu muncul setelah Nio mengumumkan pada Selasa (28/5), sedang membentuk usaha patungan dengan Beijing E-Town International Investment and Development Co Ltd, yang akan menginvestasikan 1,45 miliar dolar untuk entitas baru itu.

“Basis manufaktur Nio saat ini berada di Anhui sebelah timur dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 100.000 unit, namun belum mencukupi,” kata Li.

Perusahaan yang berkantor pusat di Shanghai itu mengoperasikan pabrik di Hefei bersama Jianghuai Automobile Group. Nio pun menghasilkan 3.989 unit kendaraan pada kuartal pertama, hampir setengah dari jumlah yang diluncurkan pada kuartal sebelumnya.

“Kami akan mengevaluasi segala kemungkinan dan tidak akan sepenuhnya mengesampingkan rencana membangun pabrik di Beijing secara mandiri. Pilihan pertama masih membentuk manufaktur dengan mitra, yang merupakan pemikiran strategis kami yang konsisten,” kata Li.

Pasar kendaraan listrik di China merupakan yang terbesar di dunia. Sejumlah pabrikan global pun membangun pabrik di negara Tirai Bambu itu, salah satunya adalah pabrik Tesla di Shanghai.

Baca juga: Tesla Model 3 buatan China akan dijual mulai Rp626 juta

Baca juga: Di Swedia, jalan bisa isi daya mobil listrik yang melintas di atasnya

Baca juga: Tesla terjunkan tim selidiki ledakan mobil di Shanghai

Pewarta: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Ferrari bakal gunakan mesin hybrid, bisa melaju 340km per jam

Jakarta (ANTARA) – Ferrari menampilkan mobil sport mewah bermesin hibrida (hybrid) yang berjalan dengan suara mesin senyap karena menggunakan mesin listrik, namun tetap melaju kencang dengan kecepatan puncak 340 km per jam.

Ferrari bermesin ramah lingkungan itu dinamai 4WD SF90 Stradale hybrid yang memakai mesin berkekuatan 1.000 tenaga kuda hasil pengembangan Formula One.

Kepala Eksekutif Ferrari, Louis Camilleri menggambarkan mobil baru itu adalah kendaraan yang “mencengangkan, cepat dan sepenuhnya revolusioner”.

Selain menawarkan sensasi kecepatan dan kinerja tinggi, mobil baru itu dapat menggunakan daya listrik sepenuhnya dalam jarak 25 km, sehingga pengguna Ferrari ini dapat melintasi lalulintas perkotaan tanpa menggunakan mesin khas Ferrari yang cukup bising.

“Itu akan menjadi sunyi, kami tidak ingin menyembunyikan bahwa mobil ini juga dapat dijalankan dengan listrik,” kata Chief Technology Officer Michael Leiters, dilansir Reuters, Sabtu.

Ferrari sebelumnya sudah memiliki satu model hibrida yakni LaFerrari yang dijual terbatas, sedangkan model SF90 Stradale akan menjadi model pertama yang diproduksi massal.

Sekitar 2.000 pelanggan terpilih dari seluruh dunia telah diundang oleh Ferrari pada Rabu hingga Jumat (31/5) untuk melihat dan memesan mobil baru yang akan dikirimkan dalam waktu 12 bulan. Harganya akan diumumkan menyusul pada pekan depan.

Ferrari pada tahun lalu mengumumkan akan merilis 15 model baru, termasuk bermesin hibrida dan edisi khusus, demikian Reuters.

Baca juga: Ferrari 488 Pista kini hadir di Indonesia

Baca juga: Ferrari “recall” 2.071 unit di China karena masalah airbag

Baca juga: Ferrari siapkan 15 mobil baru termasuk hibrida dan SUV

Pewarta: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Sepeda listrik Arc’s mirip motor bisa dipesan

Jakarta (ANTARA) – Sepeda listrik Arc’s Vector EV dijadwalkan akan memasuki tahapan produksi di fasilitas baru yang ada di South Wales, Inggris pada 2020 dan sudah dapat dipesan dengan harga 90.000 euro (Rp1.4 miliar).

Kendaraan itu diproduksi dengan jumlah terbatas hanya 399 unit yang akan dirakit sesuai pesanan dalam 18 bulan pertama.

Keterbatasan unit Arc’s Vector itu bertujuan agar calon pembeli semakin semangat untuk membeli kendaraan yang diklaim sebagai “sepeda motor listrik paling canggih di dunia.”

Sepeda listrik itu memiliki teknologi human interface, karbon monocoque, kemudi hub-center steering, roda yang terinspirasi oleh ras, dan banyak lagi.

Arc sebagai pembuat kendaraan itu bertujuan membangun sepeda yang gesit dan memiliki banyak tenaga, tapi tetap ramah pengguna dan menyenangkan untuk dikendarai baik di kota maupun di jalan terbuka.

“Sistem yang kami kembangkan memberikan kontrol kecepatan rendah pada sepeda. Ada beberapa produsen yang telah menerapkan kemudi hub-center di masa lalu. Tapi, mereka melakukannya dengan sistem pengereman anti-menukik,” kata pendiri dan CEO Arc, Mark Truman yang dikutip dari CarsCoops, Kamis.

Baca juga: General Motors gelar sayembara penamaan sepeda listrik terbaru

Truman mengatakan setiap pengendara ingin sepeda menukik saat pengereman, itulah yang biasa mereka lakukan sebelumnya. “Untuk Vector, kami telah menciptakan sistem yang memiliki semua manfaat HCS tetapi terasa seperti serangkaian garpu. Keuntungannya adalah kekakuan yang memungkinkan untuk sudut yang curam dan sasis yang memungkinkan perubahan arah yang cepat dengan stabilitas pada kecepatan tinggi.”

“Apa yang kami rancang adalah yang terbaik dari kedua dunia dengan tidak ada yang negatif,” ujarnya.

Arc’s Vector EV punya motor berdaya listrik 399 volt dan menghasilkan tenaga 133 HP dan torsi 148 Nm. Bobot 220 kilogram menjadikan sepeda listrik itu lebih berat dibandingkan sepeda listrik konvensional.

Sepeda itu mampu menembus kecepatan hingga 60 mph atau 96 km/jam dalam tiga detik dan kecepatan maksimal hingga 125 mph (201 km/jam).

Di kawasan perkotaan, sepeda listrik Arc’s Vector punya jangkauan hingga 387 mil (623 km), sedangkan di jalan raya ia dapat menempuh jarak hingga 230 mil (370 km).

Baca juga: Harley-Davidson perkenalkan dua motor listrik konsep

Pewarta: KR-CHA
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

BMW dan JLR akan berkolaborasi penggerak listrik mendatang

Jakarta (ANTARA) – BMW grup dan Jaguar Land Rover yang dimiliki oleh grup Tata mengumumkan akan berkolaborasi dalam unit penggerak listrik generasi mendatang demi mendukung kemajuan teknologi elektrifikasi yang diperlukan untuk transisi ke masa depan ACES yang merupakan singkatan dari otonom, terhubung, listrik, dan saling berbagi.

Unit penggerak listrik masa depan yang akan dikembangkan oleh kedua pabrikan tersebut, nantinya akan didasarkan pada teknologi elektrifikasi dari BMW Group yang paling canggih saat ini.

Teknologi eDrive generasi kelima (Gen 5) menampilkan motor listrik, transmisi, dan elektronik daya dalam satu tempat. Menurut pabrikan asal Bavaria Jerman itu, motor listrik ini tidak memerlukan bahan dasar yang langka dan memungkinkan perusahaan untuk mengurangi ketergantungannya dari ketersediaan bahan dasar langka itu.

Baca juga: Gerbang menuju era kendaraan listrik

Mulai 2020, BMW Group akan memperkenalkan Gen 5 eDrive pada BMW SUV iX3 mendatang yang berpenggarak listrik sepenuhnya. Selanjutnya, BMW dan Jaguar Land Rover akan membuat evolusi lebih lanjut berdasarkan unit penggerak listrik Gen 5.

Dengan berbagi biaya pengembangan dan perencanaan produksi, BMW Group dan JLR akan dapat menghemat banyak biaya yang akan dikeluarkan. Unit daya motor berbasis Gen 5 itu akan dikembangkan oleh tim bersama dengan BMW Group dan ahli dari Jaguar Land Rover yang berlokasi di Munich, Jerman. Produksi mesin penggerak listrik itu akan dilakukan oleh masing-masing mitra di fasilitas manufaktur mereka sendiri.

“Dengan Jaguar Land Rover, kami menemukan mitra yang memenuhi persyaratan untuk unit penggerak listrik generasi mendatang secara signifikan yang sesuai dengan kriteria kami. Bersama-sama, kami memiliki kesempatan untuk melayani lebih efektif sesuai kebutuhan pelanggan dengan mempersingkat waktu pengembangan dan membawa kendaraan dan teknologi canggih lebih cepat ke pasar,” kata Anggota Dewan Manajemen BMW AG, Klaus Frohlich yang dikutip dari CarsCoops, Kamis.

Baca juga: Demi mobil listrik, BMW ajukan permohonan pengembangan sel baterai

Pewarta: KR-CHA
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

BMW dan Jaguar Land Rover kolaborasi komponen mobil listrik

Jakarta (ANTARA) – BMW pada Rabu (5/6) mengumumkan akan berkolaborasi dengan Jaguar Land Rover dalam pengembangan komponen motor listrik dan transmisi elektronik guna menekan biaya riset dan produksi mobil listrik.

“Bersama-sama, kami berkesempatan untuk melayani lebih efektif untuk kebutuhan pelanggan dengan mempersingkat waktu pengembangan serta membawa kendaraan berteknologi canggih ke pasar secara lebih cepat,” ujar anggota dewan BMW, Klaus Froehlich, dilansir Reuters.

BMW dan Jaguar Land Rover mengatakan, jika rencana itu berjalan lancar maka terdapat beberapa bidang yang akan dihemat, meliputi pengembangan, perencanaan produksi, dan pembelian komponen, karena seluruhnya dikerjakan bersama-sama.

Kedua perusahaan juga akan memproduksi kereta penggerak listrik di fasilitas manufaktur mereka masing-masing, kata BMW.

Direktur teknik Jaguar Land Rover, Nick Rogers, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya pabrikan asal Inggris itu untuk menciptakan produk yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kami telah membuktikan bahwa kami dapat menciptakan mobil listrik yang dipandang dunia, tetapi kami juga perlu meningkatkan teknologi guna mendukung produk Jaguar Land Rover generasi berikutnya,” ucap Rogers.

Baca juga: BMW dan JLR akan berkolaborasi penggerak listrik mendatang

Pewarta: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Toyota dan Subaru kerja sama bikin mobil listrik satu model

Jakarta (ANTARA) – Toyota Motor Corporation dan Subaru Corporation menjalin bekerja sama pengembangan mobil listrik baterai (battery electric vehicles/BEV) untuk kendaraan kelas menengah hingga besar, termasuk model sport utility vehicle (SUV) yang akan dijual dengan model yang sama, tapi dengan merek masing-masing perusahaan.

“Dengan memadukan masing-masing kekuatan, seperti teknologi all-wheel-drive yang dikembangkan Subaru selama bertahun-tahun dan teknologi elektrifikasi yang dikerjakan Toyota, kedua perusahaan ingin mengambil tantangan dalam menciptakan produk menarik dengan daya tarik yang hanya dapat ditawarkan oleh BEV,” demikian keterangan resmi Toyota pada Jumat (7/6), dikutip laman resmi perusahaan, Sabtu.

Sejak berkolaborasi pada 2005, Toyota dan Subaru telah memperdalam kerja sama di berbagai bidang, termasuk pengembangan, produksi, dan penjualan kendaraan.

Contohnya, proyek Toyota 86 dan Subaru BRZ pada 2012 yang dikembangkan bersama-sama di atas platform teknologi kendaraan listrik plug-in hybrid (Hybrid electric vehicle/HEV) yang dijual di Amerika Serikat.

Pergeseran teknologi kendaraan ke era mobilitas listrik juga mendorong dua perusahaan Jepang itu bekerja sama di bidang powertrain, swakemudi, hingga mobil terkoneksi.

Salah satu tantangan memasarkan mobil jenis BEV adalah penggunaan dan ketersediaan baterai berkapasitas besar. Baterai jenis itu dianggap mampu menjawab kebutuhan konsumen akan kendaraan listrik ramah lingkungan dengan daya jelajah yang tinggi.

Toyota menyatakan, sebagai langkah awal mempopulerkan BEV, mereka akan mempercepat produksi dengan menyatukan teknologi yang mewakili kekuatan kedua perusahaan.

Toyota dan Subaru juga bersama-sama mengembangkan platform BEV, yang akan dipakai pada berbagai jenis kendaraan, termasuk sedan dan SUV.

Baca juga: BMW dan Jaguar Land Rover kolaborasi komponen mobil listrik

Baca juga: Produsen mobil listrik Nio cari mitra untuk bangun pabrik di Beijing

Pewarta: A069
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

Bosch hadirkan inovasi rem dan powertrain listrik ramah lingkungan

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan teknologi dan komponen otomotif, Bosch, menghadirkan pemutakhiran komponen powertrain listrik dan teknologi pengereman guna menciptakan ekosistem ramah lingkungan di tengah bertumbuhnya mobilitas masyarakat di berbagai kota.

“Bosch memiliki visi mobilitas perkotaan yang bebas stress, bebas kecelakaan dan bebas emisi. Visi ini dapat dicapai melalui ekosistem berkelanjutan yang mengintegrasikan berbagai solusi transportasi alternatif dan mengoptimalkan kendaraan bermotor dengan menjadikannya lebih aman, lebih nyaman dan lebih efisien,” kata Martin Hayes, presiden Bosch di Asia Tenggara dalam keterangannya, Senin.

Di seluruh dunia, komponen powertrain listrik buatan Bosch telah memberi daya untuk lebih dari setengah juta kendaraan di jalan raya. Kebangkitan powertrain listrik merupakan kemajuan besar menuju kualitas udara yang lebih baik di berbagai kota.

Selain itu, para produsen mobil berupaya mengurangi emisi CO2. Pada praktiknya, ini berarti mengurangi konsumsi bahan bakar mobil, dan aki Bosch 48-Volt dirancang khusus untuk tujuan tersebut.

Misalnya, sel-sel lithium-ion yang Bosch gunakan, walaupun sangat kompak, tetapi juga berfungsi mengurangi CO2. Aki inovatif 48-Volt dari Bosch distandardisasi untuk memudahkan integrasi dengan model-model kendaraan baru, dari mobil kompak, mobil mini sampai mobil mikro.

Keterjangkauannya juga memungkinkan powertrain dengan cepat menjadi hibrida. Seiring dengan pasar massal mobil hibrida yang semakin berkembang, Bosch berharap produk akinya juga akan meraih kesuksesan di sektor tersebut.

Produksi aki telah dimulai pada akhir 2018. Untuk mengantisipasi besarnya pasar hibrida entry-level, selain aki 48-Volt, Bosch menawarkan komponen powertrain lain untuk model-model ini. Bosch memperkirakan sekitar 15 juta kendaraan yang menggunakan aki hibrida 48-Volt akan mulai beroperasi pada 2025.

Baca juga: Perlunya rem ABS untuk sepeda motor

Sistem pengereman regeneratif

Sistem pengereman merupakan salah satu elemen terpenting dalam peralatan keselamatan pada kendaraan. Sistem tersebut mengubah tenaga rem dari pengemudi menjadi pengereman optimal yang diperlukan sehingga kendaraan dapat berhenti dengan aman dan nyaman.

Namun, saat ini ada alasan lain mengapa sistem pengereman menjadi pusat perhatian publik, yakni emisi karbon.

Kebanyakan polusi partikulat dari lalu lintas disebabkan oleh jalan, ban dan keausan rem, alih-alih disebabkan oleh pembakaran bahan bakar.

Menurut badan lingkungan negara Jerman, rem dan ban bertanggung jawab atas 32 persen emisi partikulat dari kegiatan mengemudi; kira-kira setengahnya berasal dari debu rem.

Karena itu, mengurangi debu rem secara signifikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas udara, terutama di kota-kota besar.

Sistem pengereman regeneratif memungkinkan pemulihan energi pengereman alih-alih menggunakan rem gesekan, menjadikan pengereman bebas dari emisi.

Mesin pembakaran yang lebih efisien membutuhkan solusi bebas vakum modular dan terukur untuk sistem pengereman. iBooster, penguat rem elektromekanis, sesuai dengan semua konfigurasi drivetrain dan sangat cocok untuk kendaraan hibrida maupun listrik.

Baca juga: Menjajal teknologi keselamatan ESP Bosch

Mobilitas masa depan

Sistem powertrain hemat energi adalah solusi utama untuk menjawab tantangan energi dan perubahan iklim. Bosch percaya bahwa mesin pembakaran internal yang dioptimalkan dan sistem penggerak listrik juga memiliki peran besar untuk masa depan mobilitas perkotaan, dan terus mengembangkan serta meningkatkan kedua jenis powertrain tersebut.

Awal tahun ini, Bosch mengakuisisi penuh saham EM-motive, salah satu produsen motor listrik Eropa.

Didirikan oleh Bosch dan Daimler pada 2011 sebagai perusahaan patungan 50-50, EM-motive telah memproduksi sekitar 450.000 motor listrik. Akuisisi ini adalah langkah maju yang logis bagi Bosch sebagai pemimpin dalam elektromobilitas untuk terus melampaui batas-batas teknis yang ada.

“Bagi Bosch, mewujudkan udara bersih di perkotaan bukanlah hal yang mustahil. Teknisi kami telah mengembangkan berbagai lompatan inovatif dalam mengembangkan teknologi yang akan membantu memastikan perkotaan kita menjadi tempat yang lebih layak dan berkelanjutan untuk ditinggali,” tutup Hayes.

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

VW makin serius garap proyek baterai listrik bersama Northvolt

Jakarta (ANTARA) – Pembicaraan kerja sama baterai listrik antara Volkswagen (VW) dengan startup Swedia, Northvolt, semakin serius, menurut warta surat kabar Jerman yang mengutip anggota dewan VW Stefan Sommer, dilansir Reuters, Sabtu (25/5).

Menurut rencana, kedua perusahaan akan memproduksi sel baterai di Salzgitter, dekat markas besar VW di Lower Saxony.

Volkswagen awal bulan ini berjanji akan menggelontorkan 1 miliar euro untuk proyek tersebut, yang menurut mereka tergantung pada kondisi dan faktor ekonomi tertentu, misalnya subsidi listrik.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Sabtu, Stefan Sommer mengatakan kepada Boersen-Zeitung bahwa dia yakin produksi sel baterai di Salzgitter akan terwujud.

“Kami akan mengintensifkan pembicaraan kami selama beberapa pekan ke depan sehubungan dengan perencanaan yang lebih rinci,” katanya.

Ia menambahkan, Volkswagen juga mencari lokasi potensial lain di Eropa untuk produksi sel baterai, kendati ia tidak merinci lebih lanjut tentang rencana itu.

Baca juga: VW Tiguan Allspace dan Audi Q8 segera masuk Indonesia

Baca juga: VW siapkan pesaing Tesla X di China pada 2021

Baca juga: VW China “recall” 92.621 mobil libatkan Beetle hingga Golf

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Komunitas Etios Valco tanam 500 bibit mangrove di Pulau Pahawang

Jakarta (ANTARA) –

Komunitas Toyota Etios Valco Club Indonesia (TEVCI) menggelar jambore nasional, dengan menanam 500 bibit mangrove bersama Badan Pengelola Daerah Perlindungan Mangrove (BPDPM) Pulau Pahawang, Lampung.

   

Ketua Umum TEVCI, Ogu Nasution mengatakan jambore itu digelar guna memberikan kontribusi pada Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April.

   

“Aktivitas tersebut dipilih dalam upaya TEVCI memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan dalam upaya memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April dengan cara berkontribusi nyata terhadap bumi,” ujar Ogu Nasution dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

   

Ogu menjelaskan, rangkaian acara dimulai dengan perjalanan konvoi yang diikuti anggota TEVCI yang berasal dari Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Mereka berkonvoi bersama chapter masing-masing menuju Lampung.

   

Acara dilanjutkan dengan penyambutan dan service ringan di bengkel Auto2000 Raden Inten Lampung, kemudian dilanjutkan penanaman 500 bibit mangrove pada hari kedua.

   

Acara itu juga menggelar sosialisasi bahaya sampah plastik dan sumbangan tempat sampah bersama WALHI, Auto2000, pemerintah desa serta BPDPM Pahawang.

   

“Semoga agenda tersebut menjadi contoh bagi komunitas lain yang ingin berpartisipasi dalam menjaga lingkungan,” kata Irfan, perwakilan WALHI Lampung. Komunitas Toyota Etios Valco Club Indonesia (TEVCI) tanam 500 bibit mangrove di Pulau Pahawang (ANTARA News/HO)

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Porsche didenda Rp8,5 triliun karena kecurangan diesel

Jakarta (ANTARA) – Produsen mobil sport Jerman, Porsche, didenda 535 juta euro (Rp8,5 triliun) oleh jaksa penuntut Jerman karena kecurangan uji emisi diesel, dilansir Reuters, Rabu (7/5).

Jaksa penuntut di Stuttgart pada Selasa (6/5) mengatakan bahwa departemen pengembangan perusahaan telah mengabaikan kewajiban hukum, sehingga mobil diesel yang dijual menyemburkan tingkat polusi berlebihan.

Denda terhadap Porsche mengikuti hukuman 1 miliar euro yang dijatukan pengadilan kepada Volkswagen, dan denda 800 juta euro untuk Audi pada tahun lalu.

Otoritas AS mengungkapkan bahwa kecurangan emisi yang dilakukan secara sistematis oleh Volkswagen pada 18 September 2015, memicu skandal bisnis terbesar dalam sejarah perusahaan otomotif.

Secara total, Porsche, Audi maupun VW sebagai merek yang tergabung dalam grup Volkswagen AG menelan denda hingga 30 miliar euro.

VW, Porsche, dan Audi menjual mobil bermesin diesel yang gagal memenuhi aturan lingkungan, serta melakukan kecurangan pada uji emisi.

Jaksa penuntut mengatakan Porsche tidak mengajukan banding atas denda tersebut. Porsche mengkonfirmasi denda itu dan mengatakan proses penuntutan terhadap perusahaan sudah berakhir.

Denda tersebut tidak akan menghentikan proses hukum yang sedang berlangsung terhadap orang perorangan (insinyur, manajer dan petinggi perusahaan yang diduga terlibat) sehubungan dengan manipulasi diesel Porsche, tambah jaksa penuntut.

Baca juga: Kasus emisi diesel, Fiat Chrysler didenda 700 juta dolar AS

Baca juga: Skandal emisi diesel pukul laba Mercedes-Benz

Baca juga: Jerman selidiki Opel atas skandal “Dieselgate”
 

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Setelah mobil listrik, Toyota-Panasonic kembangkan rumah terkoneksi

Jakarta (ANTARA) – Toyota Motor Corp dan Panasonic Corp akan mendirikan perusahaan patungan guna mengembangkan layanan rumah terkoneksi bagi masyarakat urban.

Kerja sama itu akan mengembangkan mobil, peralatan rumah, robot pendamping, hingga piranti lain yang berhubungan konektivitas dan energi terbarukan.

Kedua perusahaan tersebut, sebelumnya sudah bekerja sama dalam pengembangan baterai kendaraan listrik (EV), dengan menggabungkan kekuatan riset dan pengembangan guna bersaing dengan pabrikan lain dalam waktu yang relatif cepat.

“Kami akan menggabungkan masing-masing dari kekuatan kami untuk menawarkan nilai baru dalam kehidupan sehari-hari,” kata Presiden Panasonic, Kazuhiro Tsuga, dikutip dari Reuters, Kamis.

Langkah itu dilakukan saat kendaraan rendah emisi dan layanan berbagi tumpangan berhasil membuka peluang bagi para perusahaan lain untuk bermain di sektor otomotif.

Hal itu membuat pabrikan otomotif mencari ceruk alternatif guna mencari pemasukan dari sektor lain.

Toyota telah mengembangkan mobil terhubung yang menyediakan data untuk keperluan perjalanan, asuransi hingga proses pemeliharaan kendaraan sesuai permintaan.

“Jika kita dapat menggunakan jaringan ini untuk maju, tidak hanya memproduksi dan menjual kendaraan, tetapi juga untuk menyediakan layanan baru, kemungkinan masa depan kita akan sangat berkembang,” kata President Toyota Motor Corp Akio Toyoda.

“Selain mobil, saya pikir memiliki bisnis perumahan sendiri dan bisnis yang terhubung akan menjadi keuntungan besar bagi kami,” tutupnya.

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Di Swedia, jalan bisa isi daya mobil listrik yang melintas di atasnya

Jakarta (ANTARA) – Swedia sedang membangun salah satu infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik tercanggih, bukan dalam bentuk stasiun pengisian daya, melainkan sebuah jalan khusus yang bisa memasok daya.

Dilansir kantor berita Asian News International (ANI), Minggu, jalanan dengan rute khusus di Kota Lund itu dapat mengisi daya mobil listrik jenis tertentu yang melintas di atasnya.

Menurut Fast Company, jalan yang membentang sejauh 1 kilometer yang dibangun perusahaan Elonroad akan menjadi media pengisian daya listrik.

Teknologi pengisian listrik menggunakan medan magnet pada permukaan jalan diklaim dapat mengisi baterai hingga 80 persen. Langkah itu diharapkan dapat membuat operasional mobil listrik kian murah dan praktis, tanpa harus antre di stasiun pengisian listrik kemudian menunggu sampai baterai penuh dalam waktu berjam-jam.

Baca juga: Nissan Indonesia harap ekosistem mobil listrik tumbuh cepat

Swedia akan memulai pembangunan tahap pertama jalanan canggih itu pada tahun ini, sedangkan praktiknya akan didemonstrasikan pada 2020.

Dilansir Digital Trends, jika upaya itu berjalan sesuai rencana, maka Swedia akan membangun jalanan pengisi daya listrik sejauh 2.000 kilometer, sehingga dapat mengubah pola transportasi konvesional menjadi terektrifikasi.

Biaya pembangunan itu diperkirakan akan menelan biaya 3 miliar dolar AS.

Kendati demikian, Swedia bukanlah satu-satunya negara yang mengeksplorasi teknologi itu. Israel juga menjalankan proyek jalanan pengisian daya yang menghubungkan Kota Eilat dengan Bandara Internasional Ramon.

Baca juga: Setelah mobil listrik, Toyota-Panasonic kembangkan rumah terkoneksi
Baca juga: Asia dominasi produksi baterai mobil listrik global

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2019

Volkswagen berencana bangun pabrik baterai

Jakarta (ANTARA) – Volkswagen akan berinvestasi 1 miliar euro untuk memproduksi sel baterai mobil listrik di Jerman

Dalam sebuah pernyataan, Volkswagen berencana mendirikan pabrik baterai di Lower Saxony, yang dibangun dengan konsep kemitraan multi brand.

Untuk saat ini, sel baterai bagaikan medan pertempuran utama industri otomotif karena banyak produsen kendaraan beralih menggunakan tenaga listrik. Saat ini mereka masih meminta pasokan dari pabrikan Asia.

Dilansir dari Reuters, Selasa, Volkswagen sedang mencari opsi untuk bisnis MAN Energy Solutions, yang membuat mesin diesel besar untuk kapal dan generator listrik, serta pembuat transmisi Renk, termasuk untuk perusahaan patungan, kemitraan, penjualan penuh atau sebagian.

Reuters melaporkan, awal bulan ini Volkswagen telah mendekati beberapa perusahaan untuk mengukur minat mereka dalam membeli MAN Energy Solutions, yang diperkirakan akan mencapai angka sekitar 3 miliar euro.

Langkah itu merupakan salah satu upaya Chief Executive Volkswagen, Herbert Diess untuk melangsingkan grup yang memiliki 12 merek, truk, bus, sepeda motor, mobil, dan sepeda listrik sebagai bagian dari bisnisnya.

“Mengingat semakin kompleksnya industri kita dan tantangan yang terkait, sangat penting untuk fokus pada bisnis inti kami,” kata Ketua Dewan Pengawas, Hans Dieter Poetsch.

Baca juga: Asia dominasi produksi baterai mobil listrik global

Baca juga: Samsung siapkan baterai besar di Galaxy Note 10

Baca juga: VW dorong mitra usaha bangun pabrik baterai

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Motor listrik Gesits sudah bisa dipesan, harganya Rp25 jutaan

Jakarta (ANTARA) – PT Gesits Technologi Indonesia mengumumkan bahwa sepeda motor listrik Gesits sudah bisa dipesan dengan harga jual mulai Rp24,95 juta, dan proses distribusi akan dilangsungkan pada Juli.

Dalam ajang Telkomsel International Indonesia Motor Show (IIMS) 2019, pengunjung dapat langsung memesan Gesits di anjungan mereka yang berada di Hall C, Jiexpo, Kemayoran.

“Setelah melalui serangkaian proses riset , tahapan uji coba dan produksi yang konstruktif, dengan bangga kami memperkenalkan karya anak bangsa dengan kendaraan teknologi bertenaga listrik,” ujar CEO Gesits Indonesia, Harun Sjech di Jiexpo, Kemayoran, Kamis.

Dia juga menjelaskan, Gesits mengkombinasikan keamanan, performa, efisiensi dan memiliki biaya operasional lebih irit hingga 70 persen lebih efisien dari pada motor konvensional yang ada.

Baca juga: Kymco tatap peluang skuter listrik di Indonesia

Kendaraan ini menggunakan teknologi listrik dengan tenaga puncak 5 kW yang menggunakan baterai lithium NCM dengan kapasitas 3kWh yang dapat berjalan hingga 100 kilometer per satu kali pengisian daya. Pengisian pun terbilang cukup singkat hanya membutuhkan waktu 3 sampai 4 jam.

Gesits juga sudah dilengkapi dengan double disk brake, transmisi pulley, suspensi belakang mono shock, LED Daytime running light, HID Projector head lamps dan juga dilengkapi dengan digital dashboard yang bisa terkoneksi dengan ponsel pengendara.

Hasil karya anak bangsa ini juga didukung oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi. PT Pindad, PT Len. PT Wika industri Energi, PT Pertamina dan PT PLN.

“Dengan memiliki garansi tiga tahun, Gesits juga disempurnakan dengan layanan purna jual yang akomodatif karena Gesits menyediakan beberapa tingkatan layanan purna jual, layanan call center selama 24 jam juga tersedia,” ungkapnya.

Gesits akan meresmikan beberapa flagship store di kota besar dalam waktu dekat untuk memfasilitasi pemesanan Gesits selepas ajang Telkomsel IIMS 2019. Dia berharap, dapat menjadi pemimpin untuk kendaraan nasional.

Baca juga: Lambretta dan Gesits gabung IIMS 2019

“Para peminat dan followers Gesits yang tidak sempat datang ke IIMS juga dapat melakukan order online,” ucapnya.

Hadir dalam tiga warna, yaitu merah, hitam dan putih, Gesits dibanderol dengan harga mulai dari Rp 24,95 juta (off The Road). Untuk pemesanan Gesits pada ajang IIMS 2019 dan bagi mereka yang telah melakukan pre-order Gesits akan mendapatkan harga launching yaitu Rp 23,5 juta (Off The Road)

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Hyundai kembangkan teknologi tune-up EV seluler

Jakarta (ANTARA) – Hyundai Motor Group pada Senin (22/4) mengatakan mereka telah mengembangkan teknologi mobile tune-up untuk model kendaraan listrik yang akan datang.

Hal ini menjadi prestasi terbaru bagi Hyundia untuk berkembang menjadi penyedia solusi untuk mobilitas yang cerdas dalam jangka panjang.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Yonhap, Selasa. Dua afiliasi utama dari Hyundai Motor Co dan Kia Motors Corp, berencana akan menerapkan teknologi tune-up smartphone atau tablet PC untuk kendaraan listrik baru yang akan segera diluncurkan.

“Teknologi mobile EV tune-up akan memungkinkan pengemudi untuk mengatur tujuh fungsi – torsi, akselerasi, perlambatan, pembangkit tenaga selama pengereman, batas kecepatan, daya tanggap, dan pendingin udara pada tingkat yang diinginkan sebelum ia duduk di belakang kemudi,” kata pernyataan itu.

Hyundai dan Kia berencana untuk menambah 44 kendaraan ramah lingkungan, termasuk 23 model EV, ke jajaran mereka pada tahun 2025.

Baca juga: Hyundai akan beli komponen mobil listrik dari India

Baca juga: Kona calon tulang punggung penjualan Hyundai Indonesia

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Riset Akademisi: Fokuskan pengembangan mobil listrik ke MPV dan SUV

Jimbaran (ANTARA) – Kalangan akademisi memaparkan sejumlah rekomendasi pengembangan mobil listrik di Indonesia, di antaranya fokuskan penerapan teknologi hibrid, plug in hybrid, maupun baterai pada dua jenis kendaraan terlaris yaitu mobil serba guna (MPV) dan sport (SUV).

“Pasar kendaraan kita didominasi MPV sekitar 32 persen dan SUV 17,” kata Ketua Tim Teknis Mobil Listrik Nasional (Molina) Agus Purwadi pada pemaparan kesimpulan hasil Riset Komprehensif Electrified Vehicle dengan Melibatkan Perguruan Tinggi, di Jimbaran, Selasa.

Ia mengatakan MPV merupakan kendaraan yang cocok dengan selera masyarakat Indonesia karena bisa memuat banyak penumpang dan SUV yang selain semakin disukai masyarakat Indonesia juga merupakan tren dunia. Karena itu, lanjut dia, kedua jenis tersebut paling tepat dikembangkan untuk program mobil listrik atau electrified vehicle.

“Toyota Prius itu walaupun bagus, tidak cocok untuk pasar Indonesia, karena harganya ‘middle up’. Indonesia yang sejuta umat, seperti Avanza,” katanya.

Pengembangan teknologi listrik baik berbasis hibrid, plug in hybrid, maupun baterai, untuk MPV dan SUV, menurut dia, juga akan menyelesaikan problem borosnya pemakaian BBM untuk transportasi di Indonesia.

Agus juga menyebut bahwa pengembangan mobil listrik berbasis teknologi hibrid lebih tepat saat ini, sebelum langsung ke teknologi kendaraan berbasis listrik penuh yang menggunakan baterai (battery electric vehicle/BEV) mengingat infrastruktur stasiun pengisian listrik umum (SPLU) belum masif dan pengisian baterai mobil listrik di rumah juga belum siap. Jajaran akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Udayana, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Indonesia (UI) pada pemaparan Laporan Akhir Fase II Riset Komprehensif Electrified Vehicle di Jimbaran, Bali, Selasa. (ANTARA/Risbiani Fardaniah)

“Riset kami, kalau langsung ke BEV maka dampaknya tidak besar, hanya 6,4 persen pemakainya, karena infrastrukturnya belum siap,” katanya.

Ia juga meminta agar pengembangan mobil listrik juga fokus pada harga yang terjangkau, mulai dari Rp200 jutaan.

“Kalau itu bisa, pasti permintaannya luar biasa. Kalau harganya (mobil listrik) Rp600 jutaan tidak banyak yang beli,” kata Dosen Teknik Elektro ITB itu.

Sementara itu, Akademisi dari LPEM UI Riyanto mengatakan mobil listrik dengan teknologi hibrid (hybrid electric vehicle/HEV) dan plug in hybrid electric vehicle (PHEV) memiliki keunggulan dalam biaya operasional dibanding mobil konvensional berbasis bensin maupun BEV.

“Keunggulan BEV biaya perawatannya paling murah, begitu juga dengan biaya sosialnya, karena paling rendah emisi karbonnya,” kata Riyanto.
  Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Harjanto (kanan) bersama Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dah Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika (kiri) diwawancarai di sela-sela pemaparan Lsporan Akhir Riset Komprehensif Electrified Vehicle di Jimbaran, Bali, Selasa (ANTARA/Risbiani Fardaniah)

Menanggapi hasil riset itu, Dirjen Industri Logam Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto mengatakan hasil riset para perguruan tinggi tersebut akan menjadi masukan bagi pemerintah khususnya Kemenperin, dalam membuat kebijakan pengembangan mobil listrik.

“Kami berharap riset ini tidak berhenti pada cost and benefit maupun efisiensi BBM mobil listrik, tapi juga lokalisasi komponennya untuk kedalaman struktur industri otomotif nasional,” katanya.

Riset Komprehensif Electrified Vehicle yang diprakarsai oleh Kemenperin bersama Kementerian Riset dan Dikti, serta didukung oleh Toyota Indonesia itu melibatkan enam perguruan tinggi yaitu Universitas Indonesia (UI), ITB, Universitas Gajah Mada ( UGM), ITS, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Udayana (UNUD).

Baca juga: Terinspirasi Jeju Island, Bali bakal jadi contoh program motor listrik

Pewarta:
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2019

Hyundai gandeng H2 Energy untuk rajai pasar kendaraan hidrogen

Jakarta (ANTARA) – Pabrikan mobil Korea Hyundai Motor membentuk usaha patungan dengan perusahaan energi Swiss, H2 Energy AG, untuk memenuhi ambisinya memimpin seluruh ekosistem mobilitas hidrogen yang sedang berkembang di kawasan Eropa.

Untuk memulai operasi usaha patungan, Hyundai Motor akan mengirimkan 1.600 truk tugas berat listrik fuel cell ke usaha patungan, Hyundai Hydrogen Mobility, dari 2019 hingga 2025, kata Hyundai Motor, dikutip Selasa.

Perusahaan patungan itu kemudian akan menyewakan sebagian besar truk bertenaga sel bahan bakar ini kepada H2 Mobility Switzerland Association, yang terdiri dari operator stasiun pengisian bahan bakar utama, perusahaan transportasi dan logistik, serta berbagai pemain industri lain yang mempromosikan mobilitas hidrogen di Swiss.

Entitas bersama akan memperluas pasarnya ke negara-negara Eropa lainnya di luar Swiss.

Hyundai Hydrogen Mobility juga berencana untuk menembus pasar penjualan hidrogen melalui anak perusahaan yang memproduksi dan memasok hidrogen di Swiss, dengan prospek untuk memasuki negara-negara Eropa lainnya.

Dengan pembentukan Hyundai Hydrogen Mobility, Hyundai berharap untuk mendapatkan pijakan di Swiss, di mana permintaan untuk truk sel bahan bakar diperkirakan akan tumbuh cepat. Kebijakan pajak jalan nasional yang kaku untuk truk diesel di Swiss akan mendorong operator armada truk beralih ke kendaraan hidrogen yang nol emisi ini.

Dalam jangka panjang, Hyundai berencana untuk membangun posisi yang maju dan berkelanjutan di pasar kendaraan komersial sel bahan bakar listrik Eropa, karena semakin beradaptasi dengan mobilitas hijau di tengah peraturan ketat yang menargetkan emisi ramah lingkungan.

“Dengan perjanjian hari ini, Hyundai Motor akan memperkuat operasi bisnisnya di seluruh ekosistem hidrogen di Swiss dan sekitarnya. Usaha ini akan memungkinkan kami untuk mengambil langkah pertama menuju berhasil memasuki pasar Eropa yang lebih besar dengan truk listrik sel bahan bakar kami,” kata In Cheol Lee, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Divisi Kendaraan Komersial di Hyundai Motor.

Baca juga: Hyundai Santa Fe versi “custom” hadir di China

Baca juga: Kona calon tulang punggung penjualan Hyundai Indonesia

Baca juga: Hyundai Kona masuk pasar Indonesia

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Genesis kenalkan konsep EV Mint di New York

Jakarta (ANTARA) – Merek kendaraan mewah Hyundai, Genesis pada Rabu (17/4) mengenalkan konsep mobil listrik premium EV Mint di New York International Auto Show.

Konsep kendaraan listrik itu diklaim dapat melakukan perjalanan hingga 321 kilometer dengan sekali pengisian, kata Hyundai dalam sebuah pernyataan.

Tidak hanya itu, desain Genesis Mint juga dikerjakan oleh para perancang dari pusat desain mobil dari Korea, Eropa hingga Amerika Serikat.

“Perusahaan berencana untuk memproduksi model konsep menjadi city car bertenaga baterai, tetapi rencana tersebut dapat berubah tergantung permintaan pasar,” kata seorang juru bicara perusahaan yang dikutip dari Yonhap, Kamis.

Genesis  menampilkan enam model, termasuk mobil konsep, sedan G70, sedan sport G80 dan sedan G90, di pameran mobil New York, yang dibuka untuk umum mulai Rabu (17/4) dan berlangsung hingga 28 April.

Baca juga: Genesis bersiap masuk pasar China

Baca juga: Genesis G70 sabet penghargaan sedan terbaik di Detroit

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Kymco tatap peluang skuter listrik di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – PT Smart Motor Indonesia selaku distributor Kymco di Tanah Air menatap peluang memasarkan sepeda motor bertenaga listrik, terutama untuk segmen niaga.

Presiden Direktur PT Smart Motor Indonesia, Neo Chen, mengatakan bahwa Kymco siap memasarkan sepeda motor listrik asalkan ada dukungan regulasi dan kuatnya permintaan konsumen.

“Jadi kami dari Kymco juga bisa menjual motor listrik, kalau konsumen mau, kami akan jual,” kata Neo saat ditemui di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (19/4).

“Kalau kami lihat market Indonesia di segmen niaga, kami bisa lakukan, misalnya sebagai armada delivery, kurir antar-antar barang,” sambung dia.

Ia juga mengatakan bahwa sepeda motor listrik bisa digunakan pada sektor pariwisata, misalnya sebagai kendaraan rental para turis.

“Kami ada pembahasan dengan main diler di Bali. Kalau kami bawa satu set ke Bali, bisa jadi kendaraan rental,” ujar dia.

Ia mengatakan, harga sepeda motor listrik tanpa subsidi mencapai di atas Rp50 juta. Namun jika pemerintah memberikan insentif, maka harganya lebih kompetitif.

Selain itu, penggunaan sepeda motor listrik untuk keperluan niaga membuat harganya tidak terasa mahal. Pengusaha akan merasa biaya operasionalnya lebih terjangkau karena tidak memerlukan bensin melainkan hanya di-charge baterainya.

“Karena punya pemakaian tinggi, jadi tidak terasa motor itu mahal,” kata dia.

Neo menjelaskan, di Taiwan sebagai negara asal Kymco, sepeda motor itu tersedia dalam dua pilihan, yakni berbahan bakar bensin dan penggerak listrik.

“Kami di Taiwan itu ada dua, bensin dan EV (electric vehicle). Ada model Kymco Gogoro yang EV,” kata dia, kemudian mengatakan bahwa tantangan membawa model Gogoro ke Indonesia adalah harganya yang mahal karena belum ada subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik.

“Jadi menurut kami Gogoro kalau mau ke pasar Indonesia tanpa subsidi, terlalu mahal,” ucap dia.

Baca juga: Kymco siapkan skuter bergaya klasik di IIMS 2019

Baca juga: Lambretta dan Gesits gabung IIMS 2019

Baca juga: Motor listrik Honda ini berteknologi robot

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Tata Motors tambah model listrik, dari Altroz hingga Tigor

Jakarta (ANTARA) – Tata Motors berencana menambah lini produk kendaraan listriknya secara domestik guna menghadapi pergeseran tren mobilitas dan persaingan dengan merek lain di India.

Tata Motors akan menambah versi listrik untuk model Tata Altroz, Tata H2X, hingga model Tata Tiago dan Tigor.

Direktur pelaksana Tata, Guenter Butschek, mengatakan bahwa perusahaan itu bukan sekadar mengikuti tren industri, melainkan serius menggarap mobil listrik dan berhasrat menjadi pemimpin di segmen itu.

“Kami telah memastikan bahwa arsitektur masa depan (Tata) Alpha dan Omega merupakan masa depan EV (electric vehicle). Selain bekerja pada level yang lebih tinggi dari Tata Tigor dan Tiago EV, dua model pertama kami yang memakai arsitektur Alpha akan memiliki opsi listrik,” kata dia dilansir Economic Times, Minggu (21/4).

Arsitektur Alpha dan Omega yang disebutkan itu diklaim dapat digunakan Tata untuk mobil berbahan bakar bensin hingga mobil listrik, karena memiliki kerangka sasis yang lebih kokoh untuk melindungi baterai.

Tata Tiago versi listrik akan bersaing dengan Suzuki Wagon R EV. Sedangkan Tata Altros akan ditawarkan kepada pemerintah sebagai armada transportasi kelas premium.

Baca juga: Hyundai akan beli komponen mobil listrik dari India

Baca juga: Kia Habaniro, mobil listrik berpintu sayap kupu-kupu

Baca juga: VW siapkan pesaing Tesla X di China pada 2021

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Toyota jual C-HR Hybrid Rp523 juta

Jakarta (ANTARA) – PT Toyota-Astra Motor (TAM) pada Senin, resmi memasarkan kendaraan dari segmen segmen Sport Utility Vehicle (SUV) elektrifikasi, Toyota C-HR Hybrid, yang dijual mulai Rp523 juta atau lebih mahal sekira Rp30 juta dari C-HR bermesin konvensional.

Toyota Indonesia berharap, kehadiran C-HR Hybrid mampu mendorong pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi guna mendukung kebijakan pemerintah dalam mengembangkan industri kendaraan listrik melalui program low carbon emission vehicle (LCEV).

“Kami berharap, selain melengkapi line up Toyota, kehadiran varian SUV Toyota C-HR ini berdampak positif terhadap pengembangan pasar dan industri kendaraan listrik di sektor otomotif nasional seperti yang direncanakan pemerintah,” kata President Director PT Toyota-Astra Motor, Yoshihiro Nakata, di Jakarta, Senin.

C-HR Hybrid menggunakan teknologi Toyota Hybrid dengan dua motor penggerak yaitu Internal Combustion Engine (ICE) dan motor listrik. Model itu memakai mesin 2ZR-FXE dengan power 100 PS yang dikombinasi motor listrik berkekuatan 36 PS.

Sebagai kendaraan elektrifikasi ramah lingkungan, konsumsi bahan bakar C-HR Hybrid diklaim lebih efisien 62 persen dibandingkan varian konvensional sehingga emisinya CO2-nya juga lebih rendah sekitar 60 persen.
  Mesin Toyota CH-R Hybrid yang diluncurkan di Jakarta, Senin (22/4/19) (ANTARA News/Alviansyah P)

Perubahan

Toyota juga memoles C-HR Hybrid maupun C-HR konvensional dengan sejumlah perubahan, antara lain desain velg, lampu utama dan rear combi lamp.

“Selain melakukan sejumlah improvement agar C-HR tampil lebih stylish, kami juga memperkenalkan warna baru yaitu Radiant Green,” kata Marketing Director TAM Anton Jimmi Suwandy.

Ia mengatakan, berdasarkan pengalaman memasarkan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia sejak 2009, minat masyarakat terhadap kendaraan berteknologi hybrid ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

TAM pertama kali memasarkan kendaraan hybrid melalui produk Toyota Prius yang diikuti Camry Hybrid, Alphard Hybrid dan C-HR Hybrid. Penjualan kendaraan ramah lingkungan juga terus meningkat.

“Porsi penjualan Camry Hybrid dalam beberapa tahun belakangan ini terus meningkat, dari semula di tahun 2018 hanya sekitar 7 persen dari total penjualan menjadi 12 persen dari total penjualan sedan medium ini,” kata Anton.

Program LCEV yang disiapkan pemerintah diharapkan mampu mendorong pengembangan kendaraan ramah lingkungan atau kendaraan elektrifikasi di Indonesia, baik yang berbasis teknologi hybrid electric vehicle (HEV), plug-in electric vehicle (PHEV) battery electric vehicle (BEV) maupun fuel cell electric vehicle (FCEV).

C-HR Hybrid akan ditampilkan di anjungan Toyota pada International Indonesia Motor Show (IIMS) yang akan diselenggarakan 25 April-5 Mei di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.

Baca juga: Toyota bebaskan hak paten teknologi hybrid

Baca juga: Toyota C-HR hybrid meluncur pekan depan

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

VW dorong mitra usaha bangun pabrik baterai

Jakarta (ANTARA) – Volkswagen mendorong mitra usahanya, termasuk SK Innovation (SKI) dan Samsung, agar membangun pabrik baterai mobil listrik yang memiliki kapasitas produksi 1 gigawatt, kata Kepala Eksekutif VW Herbert Diess kepada Reuters, Senin

“Apa pun di bawah jumlah itu tidak masuk akal,” kata Diess di sela-sela Shanghai Auto Show.

Volkswagen akan membeli sel baterai senilai 50 miliar euro untuk mobil listrik, dengan menggandeng beberapa perusahaan antara lain SKI, LG Chem, Samsung, hingga China Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL).

Pembuat mobil Jerman itu juga sedang merenovasi 16 pabrik untuk memproduksi kendaraan listrik, sejalan dengan rencana memproduksi 33 model mobil berbeda di bawah merek Skoda, Audi, VW dan Seat pada pertengahan 2023.

“Kami sedang mempertimbangkan investasi pada produsen baterai untuk memperkuat strategi elektrifikasi kami dan memperkaya pengetahuan yang diperlukan,” kata Volkswagen.

SKI juga membangun pabrik sel baterai di Amerika Serikat untuk memasok komponen kepada pabrik Volkswagen di Chattanooga, Tennessee, AS.

SKI juga memasok sel baterai lithium-ion untuk mobil listrik Volkswagen yang akan diproduksi di Chattanooga pada 2022. LG Chem, Samsung dan SKI juga memasok sel baterai Volkswagen di Eropa. Sedangkan CATL adalah akan menjadi mitra strategis untuk pasar China mulai tahun 2019.

Baca juga: VW-Microsoft perdalam kemitraan komputasi awan mobil masa depan

Baca juga: VW geser tanggung jawab beberapa pejabat puncak di merek inti

Baca juga: Volkswagen investasi 800 juta dolar bangun kendaraan listrik di AS

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Hyundai sepakati kerjasama hasilkan hidrogen dari listrik

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan Hyundai Motor telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan energi lokal Korea East-West Power (EWP) dan Deokyang untuk menghasilkan listrik dari hidrogen.

Proyek percontohan itu, seperti tercantum dalam halaman resmi Hyundai, Sabtu, akan memberikan fasilitas sel bahan bakar hidrogen satu megawatt (MW), dengan rincian Hyundai Motor membangun sistem sel bahan bakar, EWP mengelola fasilitas dan penjualan listrik, dan Deokyang memasok hidrogen.

Kesepakatan itu diselesaikan dalam upacara penandatanganan yang dihadiri oleh Kepala Divisi Strategi dan Teknologi Hyundai, Presiden dan Chief Innovation Officer Youngcho Chi, bersama dengan presiden Il Jun Park dan Chi Yoon Lee dari EWP dan Deokyang.

Penggunaan teknologi sel bahan bakar milik Hyundai dalam proyek percontohan itu menandai pertama kalinya teknologi lokal digunakan dalam fasilitas tenaga sel bahan bakar di Korea sekaligus pengganti teknologi asing yang menjadi tumpuan pasar.

Fasilitas listrik satu mega watt, yang dijadwalkan akan meluncur pada akhir 2019 di Ulsan, nantinya akan terdiri dari dua modul generator tipe 500 kW. Masing-masing generator memuat beberapa modul daya dari kendaraan sel bahan bakar andalan Hyundai, NEXO.

Baca juga: Luhut sebut Hyundai-Grab akan investasi mobil listrik di Indonesia

Fasilitas itu pun diklaim dapat menghasilkan pasokan tahunan hingga 8.000 MWh. Pasokan itu cukup untuk memberi daya listrik untuk sekitar 2.200 rumah tangga pada 300 kWh per bulan dan mampu mereduksi gas rumah kaca atau polusi yang dipicu oleh hidrogen.

Hidrogen yang digunakan dalam fasilitas itu merupakan produk sampingan hidrogen yang dibawa dari kompleks petrokimia terdekat melalui jaringan pipa. Penggunaan hidorgen dari kompleks terdekat bertujuan mengurangi biaya dan memanfaatkan sumber energi lokal.

Proyek percontohan itu menghadirkan peluang bagi Hyundai Motor untuk mengambil teknologi sel bahan bakarnya di luar industri otomotif untuk mencapai skala ekonomis, mengarah pada daya saing biaya, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan industri terkait lainnya.

EWP mengamankan peningkatan pangsa energi terbarukan dalam bauran energinya. Sedangkan Deokyang akan selangkah lebih dekat untuk menurunkan harga hidrogen melalui peningkatan volume perdagangan dan manajemen pasokan dan permintaan yang stabil.

Baca juga: Kona calon tulang punggung penjualan Hyundai Indonesia

Pewarta:
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

Pemkot Malang matangkan rencana pembangunan Rumah Kreatif

Pada pagu indikatif 2020, sudah kami anggarkan Rp180 miliar untuk membangun Rumah Kreatif

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Pemerintah Kota Malang tengah mematangkan rencana untuk membangun Rumah Kreatif, yang diyakini menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan angka pengangguran terbuka, yang tinggi, di kota terbesar kedua di Jawa Timur tersebut.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihak Pemerintah Kota Malang telah menyiapkan pendanaan mencapai Rp180 miliar untuk pembangunan Rumah Kreatif tersebut. Segala persiapan detail, dilakukan oleh pemerintah kota bersama pelaku industri kreatif.

“Pada pagu indikatif 2020, sudah kami anggarkan Rp180 miliar untuk membangun Rumah Kreatif,” kata Sutiaji, dalam Malang Raya Economic Forum di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat.

Sutiaji menjelaskan, dalam perencanaan, Rumah Kreatif tersebut akan memiliki studio film, termasuk aula pertunjukan. Desain yang disiapkan, berasal dari para pelaku industri kreatif di wilayah Kota Malang, supaya Rumah Kreatif tepat guna dan tepat sasaran.

Pembangunan Rumah Kreatif itu, merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Malang untuk menanggulangi tingginya angka pengangguran terbuka. Berdasar catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, pada 2018, tingkat pengangguran terbuka Kota Malang sebesar 6,79 persen.

“Terkait bagaimana menanggulangi pengangguran terbuka di Kota Malang yang cukup tinggi, akan saya jawab, yang kami bidik adalah ekonomi kreatif. Kami sudah menyiapkan sistemnya bersama Malang Creative Fusion,” ujar Sutiaji.

Pemanfaatan sektor industri kreatif di Kota Malang tersebut, lanjut Sutiaji, tidak lepas dari kondisi saat ini yang sudah memasuki masa revolusi industri 4.0.

Tercatat, pada 2018, total jumlah angkatan kerja yang ada di Kota Malang sebanyak 454.848 orang, dari jumlah tersebut, sebanyak 30.898 orang masuk dalam kategori pengangguran terbuka. Sementara untuk jumlah penduduk bekerja tercatat sebanyak 423.951 jiwa, atau mengalami kenaikan sebanyak 12.909 jiwa.

Dari jumlah total tersebut, sebanyak 58,26 persen merupakan buruh atau karyawan, 31,54 persen masuk kategori berusaha, dan 10,2 persen pekerja bebas.​​​​​​

Sementara pada 2017, total angkatan kerja di Kota Malang mencapai 443.035 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31.993 orang masuk dalam kategori pengangguran, sementara sebanyak 411.951 masuk dalam kategori bekerja.

Pada 2017 lalu, Kota Malang merupakan kota dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Jawa Timur, dengan tingkat pengangguran mencapai 7,22 persen.

Baca juga: Rumah Kreatif BUMN untuk mendukung usaha mikro kecil

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seorang warga Entikong diduga dianiaya oknum polisi Malaysia

Pontianak (ANTARA) – Salah warga Dusun Entikong Benuan, Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Hendra Saputra (31) mengaku telah dianiaya oleh sejumlah oknum polisi Malaysia.

Menurut Hendra saat dihubungi di Entikong, Jumat, dirinya sudah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolsek Entikong, Kamis (11/4), penganiayaan yang menimpa dirinya berawal ketika keluar dari Malaysia menuju PLBN Entikong pada Sabtu (6/4) lalu.

Saat berada di pos penjagaan Polisi Border Tebedu, Hendra dicegat oleh salah satu oknum Polisi Malaysia. Oknum polisi tersebut lantas meminta paspor dan mencocokkan foto di paspor Hendra dengan seseorang yang mereka cari.

Dia dicari karena diduga memiliki kesamaan wajah dengan seseorang yang mengunggah foto dan video di media sosial tentang seorang TKI yang mengaku diambil uangnya oleh oknum Polisi Malaysia sekitar setahun yang lalu. Unggahan itu lantas viral hingga petinggi Kepolisian Malaysia memutasikan sejumlah oknum yang diduga terlibat tersebut.

Hendra mengaku ditampar, disuruh buka baju, dan ditendang oleh oknum kepolisian setempat. “Saya ditampar, disuruh buka baju, diborgol dan ditendang di bagian perut,” ungkap Hendra.

Saat itu kata Hendra, dirinya disuruh ke toilet, di situ sekitar satu jam. Dan dia berhasil melarikan diri, saat pergantian piket. “Saat pergantian petugas, saya lari ke PLBN Entikong menerobos pintu toilet yang tidak dikunci,” katanya.

Sementara, Kapolsek Entikong, Kompol Amin Siddiq ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya mengatakan, pihaknya akan mempelajari laporan tersebut, dan hasil analisa laporan itu akan disampaikan ke KJRI Kuching.

“Saya belum membaca laporannya, karena masih di Polres Sangga. Saat sampai di Polsek Entikong, saya lihat laporannya seperti apa,” ujarnya.

Yang jelas, menurut dia, apapun laporannya tetap nanti akan dikomunikasikan dengan LO di Kuching. “Karena TKP-nya di Tebedu, otomatis secara locus delicti, kewenangan penanganan perkaranya adanya di Malaysia, bukan di kita,” katanya.
 
 

Pewarta: Andilala
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Akar Rumput sebut Jokowi-Ma’ruf unggul dengan angka 52,3 persen

Bandung (ANTARA) – Ketua Relawan Tim Akar Rumput Jokowi-Maruf, Rida Saleh, menyampaikan peraihan suara untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 di Jawa Barat berada di angka 52,3 persen.

Sementara itu, kata dia, pasangan Prabowo-Sandi berada di angka 47,7 persen atau terpaut sekitar 4,6 persen. Angka tersebut mengalami pergeseran jika dibandingkan dengan Pilpres 2014.

“Memang, berkaca pada Pilpres 2014, pasangan Prabowo-Hatta di Jabar lebih unggul mencapai 52,3 persen, adapun Jokowi-JK terpaut 12,1 persen,” kata Rida di Kota Bandung, Jumat.

Dia mengaku angka tersebut merupakan hasil kajian dan pemetaan elektabilitas yang dilakukan pihaknya di Provinsi Jawa Barat.

“Untuk saat ini, 01 unggul, raihan angka itu berdasarkan penghitungan dengan sistem Big Data Analytics, Artificial Intelligence dan verifikasi lapangan yang dilakukan secara door to door oleh Tim Akar Rumput di 1.333 desa di Jawa Barat,” katanya.

Rida juga menjelaskan, pergeseran angka tersebut karena masyakat dinilai merasakan manfaat dari program Jokowi selama ini.

“Ada Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), atau Program Keluarga Harapan (PKH). Di Jawa Barat penerima manfaat PKH sebanyak 1.445.729 orang. Tentu saja program yang diterima oleh masyarakat ini dipandang berhasil meringankan kebutuhan dasar masyarakat Jawa Barat,” katanya.

Selain itu, ada pula pembangun infrastruktur yang telah dilakukan seperti pembangunan BIJB Kertajati, Waduk Jatigede, Tol Seroja, dan Tol Bocimi. Ia menilai pembangunan infrastruktur tersebut berdampak kepada pilihan masyarakat

“Meskipun perolehan suara pasangan Jokowi-Amin menang dibandingkan pasangan Prabowo-Sandi, seluruh relawan, partai pendukung dan Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Jawa Barat tidak boleh lengah, justru harus lebih bersemangat dan bekerja keras guna mengawal kemenangan Jokowi di Jawa Barat,” katanya.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Eddy K Sinoel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Survey Alvara Research Center

Founder & CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali menyampaikan paparan saat rilis elektabilitas Capres dan Cawapres di Jakarta, Jumat (12/4/2019). Pada survei yang dilakukan secara nasional di seluruh Indonesia pada 2-8 April, Alvara Research Center menyebutkan elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebesar 52,2 persen, sementara elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 38,8 persen. Sedangkan yang belum memutuskan sebesar 9,0 persen. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

Golkar tegaskan dukungan untuk Jokowi nyata

Wasekjen Golkar Christina Aryani (jaket kuning), dalam acara pemaparan hasil survei Indopolling Network di Jakarta, Jumat. (Rangga)

Jakarta (ANTARA) –
Wasekjen Partai Golkar Christina Aryani menegaskan dukungan yang diberikan partainya bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf pada Pemilu 2019 dilakukan dengan nyata dan penuh kerja keras.

“Dukungan Golkar kepada Jokowi itu sangat nyata,” kata Christina saat menjadi penanggap hasil survei Indopolling Network tentang elektabilitas capres-cawapres di Jakarta, Jumat.

Christina mengatakan dalam setiap kunjungan Jokowi keluar daerah, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto selalu ikut mendampingi.

Terakhir dalam kampanye akbar Ma’ruf Amin di Kabupaten Bogor, Airlangga juga tampak menjadi juru kampanye.

Christina mengatakan Golkar juga memiliki organisasi relawan Jokowi bernama Golkar Jokowi (Gojo) yang sangat solid, militan serta inovatif dalam melakukan kampanye.

“Gojo secara aktif membantu meningkatkan elektoral Jokowi-KH Ma’ruf Amin,” kata caleg DPR RI Dapil DKI Jakarta II itu.

Dalam acara itu Christina menyatakan hasil survei yang dilakukan Indopolling Network terhadap elektabilitas capres-cawapres cukup konsisten dengan survei internal Golkar.

Berdasarkan survei Indopolling Network, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 57,4 persen sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga 32,5 persen dan tingkat pemilih belum menentukan pilihan sebesar 10,1 persen.
 

Pewarta:
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2019

Kualifikasi putri Kejuaraan Dunia PanjatTebing Rusia

Atlet panjat tebing Indonesia Salsabila (kiri) beradu kecepatan saat kualifikasi putri panjat tebing nomor speed di Moscow, Rusia, Jumat (12/4/2019). Sebanyak sepuluh atlet panjat tebing Indonesia mengikuti kejuaraan dunia panjat tebing di nomor speed dan boulder. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp.

22 nelayan Aceh yang ditahan Myanmar dipulangkan

Banda Aceh (ANTARA) – Sebanyak 22 nelayan Aceh yang ditahan otoritas Myanmar terkait dugaan pencurian ikan di wilayah itu akan dipulangkan ke tanah air.

“Atas upaya diplomasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Myanmar, 22 nelayan Aceh sudah dibebaskan,” kata Wakil Panglima Laot Aceh, Micftahuddin Cut Adek di Banda Aceh, Jumat.

Ke 22 nelayan Aceh itu, rencananya dipulangkan ke tanah air dan tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar pada, Senin 15 April 2019 dengan menggunakan Batik Air ID 6896 dan dijadwalkan mendarat pukul 10:35 Wib,” sebut Wakil Sekretaris Panglima Loat Aceh.

Lebih lanjut ia menjelaskan, angkatan laut Myanmar menangkap 23 nelayan Aceh bersama Kapal Motor (KM) Troya di perairan Kawthaung, Thanintharyi Region, Myanmar terkait dugaan pelanggaran perikanan dan satu diantaranya menjalani proses hukum di negara itu.

“Keseluruhan 23 orang nelayan Aceh ditahan, dan Pemerintah Myanmar telah membebaskan 22 nelayan Aceh, satu diantaranya, Zulfadli (nakhoda) menjalani proses hukum terkait dugaan pelanggaran perikanan,” ungkap Micftahuddin.

Ada pun identitas, 22 nelayan Aceh yang akan dipulangkan pada, Senin 15 April 2019 meliputi, Mulyadi, Manawir Sajali, Asnawi, Abdul Rahim, Abdullah Bin Ilyas rasyid, dan Syawaluddin.

Selanjutnya, Abdullah Bin Abu Bakar, Nuriadin, M Yacob, Idris, Muhammad Amin, Muhammad, Fahrul Rozi, Junaidi, Mukhsin, Dedi Ikram, Waafini Imandyah, Muhammad Nazar, Feri Mataniari, Darwinsyah, Andi.

Pemerintah Myanmar juga telah membebaskan sebanyak 14 nelayan Aceh Timur dan mereka diantar langsung oleh KBRI untuk Yangon ke tanah air.

Untuk diketahui, hingga kini sebanyak dua nelayan Aceh masih ditahan di Myanmar terkait dugaan pelanggaran perikanan yakni, Kapten KM Bintang Jasa, Jamaluddin Amno dan Kapten KM Troya, Zulfadli.

Pewarta: Irman Yusuf
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lagu “Sayang” hibur Aremania sebelum laga final Piala Presiden

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Lagu berjudul “Sayang” yang dibawakan penyanyi Trio Macan menghibur suporter Arema atau yang biasa disebut Aremania sebelum laga final leg II yang mempertandingkan kesebelasan Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kepanjen, Jawa Timur, Jumat petang.

Lagu yang dipopulerkan Via Valen ini menghipnotis ribuan penonton di stadion itu, meski kondisi hujan deras mengguyur dan kick off pertandingan baru berlangsung pukul 20.00 WIB.

Lagu itu juga membuat Aremania berjoget bareng meski telah memenuhi stadion itu empat jam sebelum laga.

Setelah Trio Macan, kemudian giliran Dewi Persik menghentak stadion dengan lagu berjudul Makhluk Tuhan Yang Paling Seksi yang pernah dipolulerkan oleh Mulan Jamela.

Berdasarkan pantauan Antara, di tribun Timur atau di bawah papan skor penonton sudah meluber sampai batas pagar pertama di stadion tersebut.

Beberapa artis Ibu Kota yang menhibur di antaranya Tantri Syalindri Ichlasari atau yang biasa disebut Tantri Kotak, kemudian penyanyi dangdut Dewi Persik serta Trio Macan.

Sebelumnya, panitia pelaksana pertandingan (panpel) Arema FC mengerahkan 4.280 personel dari kepolisian dan eleman lainnya untuk mengamankan laga final leg kedua Piala Presiden 2019 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, personel itu untuk memperketat pengamanan sebagai antisipasi gangguan menjelang Pemilu 2019.

“Kami sama-sama menjaga, mengamankan sebelum dan sesudah pertandingan. Karena selama ini jika ada masalah, kami juga kedepankan penanganannya dengan melibatkan koordinator wilayah (korwil),” tuturnya.

Sebelumnya, pertandingan “Derby Jatim” itu rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo, namun batal karena memiliki sejumlah agenda lain yang membuatnya tak bisa datang ke Malang.

Padahal, hingga Kamis malam (11/4), agenda perjalanannya ke Nganjuk dan Malang, Jawa Timur, telah dimatangkan.

Baca juga: Loket Stadion Kanjuruhan rusak akibat hoaks
 

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Praktisi pendidikan: Semua guru harus miliki wawasan perundungan

Makassar (ANTARA) – Guru Besar Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Arismunandar menilai, semua guru harus mempunyai wawasan terkait bullying atau perundungan.

“Semua guru harus diberi wawasan bullying, agar ketika hal-hal ini terjadi utamanya pada sektor pendidikan bisa segera diantisipasi agar tidak berlarut-larut,” tandasnya di Makassar, Jumat.

Hal ini sekaitan dengan kasus Ad (14), yang juga sangat disayangkan oleh mantan Rektor UNM ini.

Siswi SMP, korban pengeroyokan 12 siswa SMA di Pontianak, Kalimantan Barat yang viral hingga akhirnya membuahkan petisi Justice for Ad. Kasus ini pun terjadi berawal dari saling mem-bully di sosial media.

Menurut Prof Arismunandar, kejadian ini memperlihatkan program Sekolah Ramah Anak (SRA) yang telah digaungkan pemerintah belum terealisasi dengan baik. Apalagi kejadian ini dianggap baru sebagian kecil dari perundungan yang terungkap di sekolah.

“Yang terungkap ini masih sangat sedikit. Perundungan itu banyak sekali terjadi di tatanan sekolah, mulai tingkat sekolah dasar, SMP dan SMA. Orientasi pendidikan SRA harus disinergikan dengan kurikulum. Perlu diberi penguatan terkait pola pengajaran untuk mencegah dan mengantisipasi perundungan,” jelasnya.

Selain itu, Prof Arismunandar juga meminta agar bagian Bimbingan Konseling (BK) di sekolah menginventarisasi kejadian-kejadian bullying. Harus mencari dan mengetahui permasalahannya, memetakan dan segera diselesaikan.

Bagi dia, hukuman tetap menjadi hal yang penting bagi pelaku perundungan, namun tetap dilakukan sesuai kadarnya.

“Hukuman tetap penting sesuai kadarnya, semisal diskorsing, atau mungkin dipindahkan ke sekolah lain. Tidak juga lantas dianggap sebagai pidana, karena malah bisa terjadi bullying jilid dua,” paparnya.

Mantan Rektor dua periode ini menanggapi, kasus perundungan terjadi karena begitu dekatnya media sosial (medsos) dengan tenaga didik, pergaulan sosial yang begitu luas tanpa batasan. Alhasil, para kaum milenial ini mudah bereaksi terhadap hal-hal yang terjadi di medsos tanpa melakukan klarifikasi.

“Jadi memang perlu tabayun (klarifikasi), karena kalau tidak, hal ini bisa berbahaya sebab kondisi medsos sekarang bisa menyulut emosi siapa saja. Medsos itu sebenarnya adalah provokator yang tidak nyata,” katanya.

Terlebih, lanjut Anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah ini, tampak ego kelompok yang terjadi pada kasus Audry, segelintir dari pelaku merasa punya otoritas melebihi yang lain.

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Desa Loa Duri Ilir jadi contoh pengolahan sampah di Kaltim

Samarinda (ANTARA) – Desa Loa Duri Ilir menjadi contoh pengolahan sampah di Kaltim karena berhasil mengubah sampah menjadi pot dan souvenir bernilai tinggi dengan melibatkan masyarakat.

“Kami salut dengan Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara yang kreatif dalam mengelola sampah,” ujar Helvin, Kasi Pengembangan Kapasitas Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim di Samarinda, Jumat.

Sebelumnya, saat melakukan Pembinaan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) di desa itu, ia mengatakan bahwa Loa Duri Ilir layak mendapat bantuan untuk pengelolaan sampah terpadu untuk mengembangkan pola pengelolaan sampah yang selama ini telah berjalan.

Saat ini, katanya, Desa Loa Duri Ilir sudah mengolah sampah untuk dijadikan aneka barang bernilai tinggi, seperti dari ban mobil bekas diolah menjadi pot bunga dan pagar taman, kemudian sampah plastik diolah menjadi map dan tas.

Dari hasil pengolahan sampah ini mampu menyerap tenaga kerja dari beberapa kelompok perempuan di desa setempat, sehingga mampu mendongkrak ekonomi keluarga.
 

Sementara itu, Kepala Desa LoaDuri Ilir, Fahri Arsyad mengatakan dalam pengelolaan sampah rumah tangga, pihaknya telah mendirikan bank sampah dan kios sampah, sehingga melalui dua wadah ini terjadi kegiatan transaksi jual beli sampah maupun hasil kerajinan tangan.
​​​​
Dalam manajemen pengelolaan barang dari sampah, desa ini menerapkan sesuatu yang baru, yakni bagi warga yang ingin mengurus surat di kantor desa diwajibkan membeli map hasil olahan kaum ibu di desa itu.

Kemudian bagi ibu-ibu yang akan mendapatkan vitamin tambahan bagi anaknya, diwajibkan membawa sampah ke Posyandu saat dilakukan pemeriksaan kesehatan dan menimbang bayi untuk mengetahui perkembangan bayinya.

Sampah, katanya, seharusnya menjadi berkah, bukan menjadi masalah asalkan semua komponen masyarakat peduli dan mau mengelola sampah. Oleh karena itu, ia berkeinginan membuat pabrik pengolahan sampah terpadu.

“Tidak masalah desa kami dijadikan tempat pembuangan sampah dari desa sekitar, akan tetapi sampah yang dibuang di desa kami akan disulap menjadi barang berharga, sampah juga bisa dijadikan pupuk organik yang bisa bernilai jual untuk menambah pendapatan masyarakat,” kata Fahri.

​​​​​​Dalam usaha membuat pabrik pengolah sampah, ia mengharap adanya bantuan dari pemerintah baik pusat, provinsi, maupun kabupaten, bahkan dari pemerhati atau perusahaan sekalipun untuk pembuatan pabrik pengolahan sampah terpadu.

“Dalam status Indeks Desa Membangun (IDM), Loa Duri Ilir inikan masuk dalam kategori Desa Mandiri, maka kami berharap adanya perhatian agar masyarakat lebih sejahtera. Tidak cukup hanya menyandang gelar mandiri, tapi masyarakatnya juga harus sejahtera,” ujarnya.

Baca juga: Produk dari sampah digemari warga Swiss
Baca juga: Madiun latih pengurus bank sampah daur ulang plastik
Baca juga: Siasat bank sampah Kemayoran gerakkan warga memilah sampah

 

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Atiek CB atasi kesehatan mental dengan bernyanyi

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Atiek CB mengaku alami gangguan kesehatan mental sejak lama, dan menyanyi menjadi salah satu cara agar membuatnya merasa lebih baik.

“Saya menilai menyanyi adalah satu-satunya medium yang membuat saya happy. Saya dari kecil punya depresi berat, beruntungnya saya senang menyanyi. Jadi musik menjadi medium untuk saya senang,” kata pelantun “Maafkan” itu dalam jumpa pers konser “Atiek CB 40 Tahun Meretas Jejak” di Jakarta, Jumat.

Mantan istri Ronny Sianturi itu menjelaskan bahwa gangguan kesehatan mental merupakan turunan dari keluarga besarnya karena sang nenek merupakan penderita schizophrenia. Gangguan itu ternyata juga menurun pada kedua anak Atiek yang menderita bipolar dan boderline personality disorder.

“Sekarang kan lagi gencar ya soal mental illness. Dulu saya enggak tahu, tahunya pas udah di Amerika, mungkin kalau saya di treatment dari kecil, mungkin saya sukses sekolah, bisa lulus sekolah,” ujar Atiek.

Baca juga: Atiek CB bikin konser “Meretas Jejak” 40 tahun berkarya

“Saya ternyata punya itu dari lama. Saya punya mood yang very crazy up and down-nya. Makanya saya lebih senang menyendiri, makanya saya enggak punya teman. Kadang happy, kadang sedih tapi banyakan sedihnya. Tapi setelah saya senang nyanyi, nyanyi jadi medium saya kalau lagi sedih. Itu membantu saya dalam kegelapan,” lanjut pelantun “Resah” ini.

Karena sifatnya yang tertutup, perempuan yang identik dengan kacamata hitam itu mengatakan tidak suka menggunakan sosial media. Sebab dia tidak ingin hal yang bersifat personal diketahui orang lain.

“Saya senang apa adanya, enggak mau show personal life, saya tidak suka membagikan kisah hidup pribadi saya,” jelas penyanyi yang aktif di era 1980-an itu.

Pelantun “Resah” itu juga menambahkan, “Mental disorder, sekarang ini di sosial media world semakin banyak yang kena, makanya banyak yang kecenderungan bunuh diri.”

Baca juga: Rocker Atiek CB ternyata pemalu

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengamat sarankan pemerintah beralih ke ekonomi hijau

“Selama ini kita bergantung pada ekonomi fosil, oleh karena itu harus berani beralih ke ekonomi hijau atau terbarukan,” kata dia pada kegiatan Menilik Debat Capres-Cawapres 2019 ke-5 di Jakarta, Jumat.

Jakarta (ANTARA) –

Pengamat Publish What You Pay (PWYP) atau koaliasi masyarakat sipil untuk transparansi dan akuntabilitas tata kelola sumber daya ekstraktif minyak dan gas,  pertambangan, serta sumber daya alam, Meliana Lumbantoruan menyarankan agar pemerintah beralih ke ekonomi hijau.

“Selama ini kita bergantung pada ekonomi fosil, oleh karena itu harus berani beralih ke ekonomi hijau atau terbarukan,” kata dia pada kegiatan Menilik Debat Capres-Cawapres 2019 ke-5 di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan ekonomi hijau tersebut bertujuan agar ke depan pemerintah tidak lagi menyandarkan perekonomian pada industri ekstraktif.

Oleh karena itu, presiden dan wakil presiden yang terpilih pada 17 April 2019 diminta untuk menuju industri terbarukan sehingga tidak selalu bergantung pada industri tambang dan sejenisnya.”Kita harus berani bebas dari energi fosil ke depannya,” ujar dia.

PWYP berpendapat selama pemerintah terus bergantung kepada industri ekstraktif seperti tambang, batu bara dan sebagainya, selama itu pula perekonomian tetap rentan.

Selain itu, jika pemerintah tidak berani beralih ke ekonomi hijau,  dampak ekonomi nasional yaitu membengkaknya utang, beban APBN naik serta memperlebar defisit negara.”Apalagi saat ini harga minyak dunia 59 dolar AS per barel dan memperlebar defisit negara,” ujarnya.

Koordinator Desk Politik, Walhi Eksekutif Nasional, Khalisah Khalid berpendapat bahwa industri ekstraktif memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan perekonomian nasioanl.

Sebagai contoh kasus Lapindo di Jawa Timur yang merusak ruang hidup rakyat, sektor pertanian hancur akibat praktik industri ekstraktif.

Contoh lain yaitu kasus kebakaran hutan dan lahan yang merusak perekonomian masyarakat namun tidak dihitung oleh konteks ekonomi makro.

“Pada 2015 kita mengalami kebakaran hutan dan lahan dengan kerugian ekonomi mencapai Rp200 triliun,” kata dia.

Oleh karena itu, para pemimpin nasional  diminta untuk berkaca pada pengalaman sebelumnya sebelum memutuskan kebijakan nasional terutama terkait ekonomi.
 

Pewarta: Ahmad Wijaya dan Muhammad Zulfikar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SIKK wajibkan siswa berbahasa Indonesia guna tingkatkan nasionalisme

Kota Kinabalu (ANTARA) – Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Negeri Sabah Malaysia mewajibkan siswa-siswinya menggunakan bahasa Indonesia dalam rangka menanamkan sikap nasionalisme meskipun hidup di luar negeri.

Kepala SIKK, Istiqlal di Kota Kinabalu, Jumat menyatakan, pemberlakuan menggunakan bahasa Indonesia selama berada dalam lingkungan sekolah dilakukan demi menjaga patriotik anak didiknya terhadap Indonesia.

Bukan hanya itu, SIKK juga menggalakkan ekstra kurikuler rPamuka dan lomba-lomba menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia.

Istiqlal menyatakan, siswa siswi diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sebab, siswa siswinya yang lahir di Malaysia sehingga bahasa sehari-hari menggunakan bahasa Melayu.

“Kami berlakukan bagi siswa siswi di sini (SIKK) wajib menggunakan bahasa Indonesia saat berbicara dengan teman-teman dan gurunya setiap saat ini,” kata dia.

Ia merasa bersyukur  SIKK yang membina anak TKI mulai PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK ini , siswa-siswinya telah mahir berbahasa Indonesia dengan lancar.

Istiqlal menilai, penerapan penggunaan bahasa Indonesia dalam area sekolah juga telah berdampak pada sikap dan karakter anak didik.

Minimal mengetahui dan memahami Indonesia sebagai asal kedua orang tuanya, kata Kepala SIKK ini.

Hal ini juga sangat bermanfaat bagi anak didiknya jika kelak melanjutkan pendidikan di Indonesia. Yakni tidak sulit beradaptasi dengan anak-anak di Indonesia dan lingkungan tempat tinggalnya.

Pewarta: Rusman
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IGJ: Dua aspek lemahkan Indonesia dalam perdagangan internasional

Jakarta (ANTARA) – Peneliti senior Indonesia for Global Justice (IGJ) Olisias Gultom menilai, terdapat dua aspek yang membuat lemah Indonesia dalam perundingan perdagangan internasional.

“Saya melihat ada dua aspek, pertama yakni nilai tawar Indonesia yang selalu rendah. Ketika kesepakatan perdagangan internasional itu dilakukan, kita ada di posisi nilai tawar yang rendah,” ujar Olisias di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan bahwa dalam situasi demikian, Indonesia cenderung didikte oleh negara-negara dengan nilai tawar yang kuat.

“Aspek kedua ialah ketika proses implementasinya Indonesia masih menghadapi persoalan-persoalan internal, salah satunya korupsi. Jadi banyak hal yang kita tidak lakukan secara konsisten dan dimanfaatkan baik, pada akhirnya (perjanjian) itu tidak termanfaatkan juga,” tutur Olisias.

Peneliti IGJ itu menyarankan para pembuat keputusan nasional berhati-hati dalam melihat perjanjian perdagangan internasional.

“Dalam sejarahnya kolonialisasi itu dimulai dari perdagangan, pintu masuknya dari perdagangan lalu berlanjut ke utang-piutang dan merembet ke berbagai aspek lainnya. Artinya hati-hati juga kita bisa masuk dalam jebakan yang sama pada akhirnya, ini yang menurut saya perlu diingatkan terus,” tuturnya.

Menurut IGJ pada 2018 terdapat beberapa perjanjian yang telah ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan akan segera diratifikasi yakni Indonesia-EFTA ( European Free Trade Association), 10th ASEAN Framework Agreement on Services, First Protocol to Amend ATIGA, ASEAN Agreement on Electronic Commerce, dan Indonesia-Australia CEPA.

Perkembangan model kerja sama komprehensif perdagangan internasional, menurut IGJ, bukan lagi hanya mengatur kerja sama perdagangan secara sempit (ekspor-impor), tetapi juga mengatur aspek ekonomi dan sosial secara luas serta berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat Indonesia, bahkan kedaulatan negara ikut dipertaruhkan di dalamnya.

IGJ juga menyarankan Indonesia menjadikan menguatnya praktik proteksionisme dalam perdagangan global sebagai momentum untuk mengukur kembali kekuatan perdagangannya. Pilihan strategi diplomasi perdagangan internasional Indonesia sudah seharusnya diarahkan untuk memperkuat serta melindungi kedaulatan ekonomi rakyat.
Baca juga: Kedua capres disarankan hentikan perundingan perdagangan internasional

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KEIN: tidak semua sektor butuh teknologi 4.0

Solo (ANTARA) –
Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyatakan, tidak semua sektor industri membutuhkan teknologi 4.0 untuk memastikan tenaga kerja tidak kehilangan pekerjaan.

“Mengenai teknologi 4.0 ini sudah diterapkan di beberapa negara, seperti di Jerman hanya 26 persen perusahaan yang berhasil menerapkannya,” kata Ketua KEIN Soetrisno Bachir pada dialog ekonomi kerakyatan di Solo, Jawa Tengah, Jumat.

Sementara itu,  di Thailand, menurut dia,  untuk menerapkan teknologi 4.0 ini harus melalui tahapan yang diseleksi pemerintah agar tidak mengurangi jumlah tenaga kerja.

“Memang digitalisasi, robotisasi di bidang marketing bisa memanfaatkan ekonomi digital. Di bidang industrialisasi harus memperhatikan masyarakat yang jumlahnya besar. Ada prioritas yang dilakukan,” katanya.

Ia mengatakan sebagai contoh adalah usaha kecil belum membutuhkan teknologi tersebut, sedangkan yang cukup membutuhkan adalah di bidang manajemen yang memang dituntut harus modern.

“Di bidang marketing ini penting diterapkan agar tidak jadi momok. Yang pasti di negara maju pun teknologi ini harus diseleksi agar tidak merugikan masyarakat banyak. Alam kita ini tidak perlu semua menggunakan 4.0,” katanya.

Sementara itu, yang dibutuhkan UKM justru kredit bunga murah, seperti di Thailand besaran bunga rata-rata 3 persen. Sedangkan di Indonesia, saat ini Presiden sudah menurunkan bunga kredit dari 18 persen menjadi di bawah 10 persen.

“Nantinya akan diturunkan lagi menjadi 5 persen. Semua harus ke arah sana, di sini KEIN sudah memberikan hasil kajiannya selama dua tahun, insyaallah nanti itu jadi prioritas pemerintahan ini,” katanya.

Sementara itu, salah satu pembicara Gus Muwafiq optimististis masyarakat Indonesia akan siap menghadapi era teknologi 4.0. “Jangan ditanya kesiapannya, adakan saja dulu. Mereka ngerti caranya karena masyarakat Indonesia tangguh,” katanya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jabar-Majalengka urus perizinan embarkasi sementara Bandara Kertajati

Jadi dalam beberapa hari saya sudah dapat materi koordinasinya. Bupati Majalengka sendiri mendukung penerbangan haji di Kertajati,

Bandung (ANTARA) – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Iwa Karniwa mengatakan Pemprov Jabar dan Pemkab Majalengka sudah berkoordinasi agar turut membantu perizinan embarkasi sementara Bandara Kertajati terkait rencana pemberangkatan calon jamaah haji dari bandara tersebut.

“Pemprov Jabar sedang menghitung biaya jika Bandara Kertajati, Majalengka berfungsi sebagai embarkasi haji sementara. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bupati Majalengka agar turut membantu perizinan embarkasi sementara ini,” ujarnya di Bandung, Jumat.

Selain itu, tambahnya pihaknya juga sudah meminta agar direksi PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) selaku pengelola Bandara Kertajati untuk melakukan pemetaan termasuk rencana pendanaannya.

“Jadi dalam beberapa hari saya sudah dapat materi koordinasinya. Bupati Majalengka sendiri mendukung penerbangan haji di Kertajati,” ujarnya.

Iwa mengemukakan berdasarkan hasil pemetaan PT BIJB akan diketahui berapa jumlah kloter yang bisa dilayani di asrama haji sementara berikut biaya mengubah lantai atas Bandara Kertajati menjadi asrama.

“Sehingga anti dari hasil koordinasi baru bisa ditentukan berapa kloter,” katanya.

Pihaknya berharap jika tak seluruhnya penerbangan dari Jabar, maka embarkasi sementara ini bisa melayani jamaah haji yang berasal dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan.

“Namun kita harapkan seoptimal mungkin. Untuk embarkasi sementara sehingga efisien dan efektif,” ujarnya.

Lebih lanjut Iwa menyebutkan akan berupaya keras agar opsi ini bisa disetujui oleh Kementerian Agama dengan mempersiapkan matang seluruh kebutuhan embarkasi sementara di Bamdara Kertajati.

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pesta demokrasi momentum raih keuntungan di pasar modal

pelaku pasar cenderung memberikan reaksi positif pada tahun pemilu. Ini memang bukan pola baku, tetapi paling tidak statistik menunjukkan IHSG mengalami pertumbuhan di setiap tahun pemilu

Jakarta (ANTARA) – Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, wajah-wajah optimisme pelaku pasar saham tetap terpancar jelas. Investor tampaknya bisa bersiap-siap mendapatkan keuntungan pada tahun politik ini.

Biasanya, pola pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, menjelang penyelenggaraan pemilu, terjadi pertumbuhan yang cukup baik.

Dalam melakukan investasi, pelaku pasar tidak lepas dari analisis teknikal, yakni teknik untuk memprediksi tren suatu pergerakan harga saham dengan cara mempelajari data lampau.

Sejak era reformasi, Indonesia sudah mengadakan empat kali Pemilu, yaitu tahun 1999, 2004, 2009 dan 2014. Pola pergerakan pemilu-pemilu tersebut setidaknya bisa menjadi tolak ukur bagi investor pada pemilu di tahun 2019 ini.

Berdasarkan catatan BEI, pada pemilu 1999 IHSG mencatatkan penguatan sebesar 70,06 persen, pada 2004 IHSG mengalami penguatan 44,56 persen, pemilu 2009 naik 86,98 persen, dan pemilu 2014 juga mengalami kenaikan 22,29 persen. Sedangkan pergerakan IHSG sejak awal tahun hingga 11 April 2019 (year to date/ytd) tercatat tumbuh sebesar 4,58 persen.

Artinya, pelaku pasar cenderung memberikan reaksi positif pada tahun pemilu. Ini memang bukan pola baku, tetapi paling tidak statistik menunjukkan IHSG mengalami pertumbuhan di setiap tahun pemilu.

“Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam dalam Workshop Go Public beberapa hari lalu.

Ia juga mengajak perusahaan-perusahaan di dalam negeri untuk masuk ke pasar modal melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

“Manfaatkan tumbuhnya pasar modal dan ekonomi nasional yang kondusif,” katanya.
  Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna memberikan sambutan dalam Workshop Go Public Bersama BRI Group bertajuk “Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan Perusahaan Melalui IPO Saham”. (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Dorong jumlah emiten

Sepanjang tahun 2019, terdapat 10 perusahaan yang resmi melantai di BEI melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Emiten-emiten itu, PT Sentra Food Indonesia Tbk, PT Pollux Investasi Internasional Tbk, PT Estika Tata Tiara Tbk, PT Nusantara Properti Internasional Tbk, PT Citra Putra Realty Tbk.

Kemudian, PT Armada Berjaya Trans Tbk, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk, PT Meta Epsi Tbk, PT Capri Nusa Satu Properti Tbk, dan PT Menteng Heritage Realty Tbk.

Menurut I Gede Nyoman Yetna, kehadiran emiten-emiten baru itu memberi indikasi bahwa pasar saham juga masih menjadi alternatif penting bagi dunia usaha untuk mengakses dana murah dalam menopang ekspansi usaha.

“Melalui IPO, perusahaan dapat berekspansi lebih baik,” katanya.

Tahun ini, BEI menargetkan penambahan 75 emiten baru. Berkah tahun politik diharapkan membawa implikasi seperti pengalaman sebelumnya diharapkan kembali terulang.

“Di pipeline IPO tahun ini sudah ada sebanyak 21 perusahaan,” katanya.

Direktur Investment Banking, Capital Market Danareksa Sekuritas Boumediene H. Sihombing memproyeksikan pelaksanaan IPO akan marak pada semester kedua 2019 mendatang atau setelah pemilihan umum (Pemilu).

Menurut dia, kepercayaan pelaku pasar terhadap pasar modal akan kembali meningkat setelah pelaksanaan pemilu 2019 yang akhirnya mendorong perusahaan masuk ke pasar modal.

“Diperkirakan pada semester dua nanti IPO akan lebih banyak. Memang tidak bisa dipungkiri pada tahun politik banyak pelaku pasar ‘wait and see’ itu betul. Ada dugaan pasar akan ‘confident’ setelah pemilu,” ujarnya.

Ekonomi membaik

Peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan mengharapkan pemenang Pemilihan Umum 2019 harus mampu mendorong ekonomi nasional lebih baik.

“Siapa pun yang menang dalam Pemilu harus menjaga kerangka ekonomi makro lebih baik, saat ini sudah sangat kokoh salah satunya terlihat dari terjaganya inflasi serta pertumbuhan ekonomi,” ujar Fajar B Hirawan.

Menurut Fajar B Hirawan, dalam menjaga kerangka ekonomi makro nasional agar lebih baik ke depannya maka pembangunan infrastruktur, baik fisik maupun non-fisik harus terus digenjot.

Diharapkan, ekonomi tumbuh secara inklusif sehingga bisa menurunkan ketimpangan, kemiskinan dan pengangguran. Itu poin utamanya,” katanya.

Sementara itu, Bank Pembangunan Asia (ADB) memproyeksikan ekonomi Indonesia pada 2019 dan 2020 meningkat, masing-masing sebesar 5,2 persen dan 5,3 persen yang didukung konsumsi rumah tangga.

“Didukung oleh manajemen makroekonomi yang solid dan permintaan domestik yang kuat, momentum pertumbuhan Indonesia diharapkan akan berlanjut secara sehat,” kata Direktur ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein.

Wicklein menambahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan dan inklusif, Indonesia memerlukan fokus yang berkesinambungan pada peningkatan daya saing, pengembangan sumber daya manusia dan penguatan ketahanan.

Tahun 2019 yang merupakan tahun politik, menurut I Gede Nyoman Yetna memang kerap menjadi tahun yang dikhawatirkan investor. Ekonomi dan politik memang dua hal yang berbeda, namun tidak dapat dipisahkan karena keduanya sama-sama berpengaruh terhadap kinerja bursa saham.

IHSG sebagai indikator kinerja bursa saham di Indonesia hanya bisa naik secara konsisten jika ditopang oleh perekonomian yang bertumbuh secara riil. Dan pada tahun politik, ekonomi nasional cenderung mengalami pertumbuhan.

Maka itu, pelaku pasar modal diharapkan dapat memanfaatkan pesta demokrasi tahun ini di tengah optimisme pasar terhadap tumbuhnya IHSG dan ekonomi nasional sehingga meraih keuntungan investasi.
Baca juga: Nelayan pilih tidak berlayar demi pesta demokrasi
Baca juga: Bisnis atribut partai pun ikut berpesta

Oleh Ahmad Wijaya dan Zubi Mahrofi
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019