Pertamina diminta temukan teknologi “fast charging” untuk mobil listrik

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta kepada PT Pertamina untuk menemukan atau mencari teknologi fast charging di bawah 10 menit. 

“Saya rasa sudah ada itu teknologinya, tinggal dicari saja dan disesuaikan, biar tidak kelamaan kalau ngisi mobil listrik, ” kata Jonan di Jakarta, Senin. 

Ia menyatakan teknologi pengisian listrik di Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) milik Pertamina sudah baik,  hanya saja waktu sekitar 20 menit untuk pengisian penuh masih dirasa lama. 

Jonan juga menjelaskan beralihnya dunia otomotif global dari Internal Combustion Engine (ICE) ke Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Electric Vehicles (EV) diprediksi akan mengakibatkan pengisian baterai kendaran jenis PHEV dan EV akan menjadi substitusi bagi pengisian fuel (bahan bakar minyak/BBM) kendaraan yang saat ini merupakan bisnis Pertamina.

Di masa mendatang, Menteri ESDM mengungkapkan, mobil listrik akan bersaing dengan kendaraan combustion engine. “Mobil listrik akan menjadi masa depan dunia, energi yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
 
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan Pertamina siap menghadapi disruption business dari kendaraan konvensional berbahan bakar minyak ke arah kendaran listrik. Pertamina akan menghadirkan fasilitas pengisian listrik untuk kendaraan listrik dalam rangka mengembangan Ekosistem Bisnis Kendaraan Listrik kedepan.

Dia menjelaskan konsep utama Green Energy Station (GES) memiliki tiga konsep. Konsep Pertama, Konsep Green yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area SPBU yang dimiliki. Kedua, Konsep Future yang memiliki EV Charging Station. 

Serta ketiga, Konsep Digital yaitu MyPertamina yang menjadikan pembayaran di SPBU cashless serta adanya self-service. “Ke depan GES diproyeksikan akan menjadi tempat untuk pengisian baterai EV serta tempat untuk swapping baterai yang didedikasikan untuk sepeda motor listrik kecil,” ujar Nicke.
 
Saat ini pilot project GES telah hadir menjawab tantangan tersebut. Di SPBU ini telah terpasang empat unit charging station di mana dua unit merupakan tipe fast charging yang mampu mengisi penuh baterai kendaraan listrik dalam waktu kurang dari 15 menit dan dua unit merupakan tipe normal charging

Dalam pengembangan konsep tersebut, Pertamina mendapatkan dukungan penuh dari berbagai sektor mulai dari pemerintah melalui Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, serta sinergi BUMN dengan Telkom dan PLN, Lembaga Pendidikan melalui UI dan pelaku bisnis kendaraan listrik BMW, Toyota, Mitsubishi, dan Gesits serta pelaku bisnis charging station Bosch. 

“Seluruh pihak berada dalam satu visi yang sama untuk menghadirkan suatu ekosistem energi masa depan terbaik untuk Indonesia,” tambah Nicke.
 
GES diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan ritel Pertamina melalui sistem yang cepat dan handal. Kecepatan tersebut didukung dengan sistem digitalisasi SPBU melalui standarisasi POS System dan cashless payment melalui MyPertamina. 

Pertamina telah bersinergi dengan Telkom dalam menghadirkan konsep cashless payment MyPertamina dan dashboard monitoring system untuk mempermudah Management maupun stakeholder terkait untuk memantau secara langsung penjualan yang terjadi di setiap titik SPBU.
 
Pada SPBU GES nantinya juga akan disediakan fasilitas swapping battery untuk menjawab kebutuhan motor listrik. Saat ini Pertamina telah bekerja sama denga GESITS untuk pengembangan motor listrik.

Baca juga: Jonan resmikan stasiun pengisian listrik umum pertama 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2018

BMW sediakan BMW i Wallbox Plus di Pertamina Green Energy Station

Jakarta (ANTARA News) – Pertamina meluncurkan pilot project dari Green Energy Station (GES) di SPBU Kuningan Pertamina dengan stasiun pengisian energi untuk kendaraan listrik, Senin.

Satu charging station disediakan bekerja sama dengan BMW Group Indonesia dalam bentuk BMW i Wallbox Plus yang diinstal dengan konfigurasi 3 phase 22kW dan dapat diaktifkan dengan teknologi RFID.

Inisiatif ini digagas Pertamina dengan adanya pergeseran global dunia otomotif dari Internal Combustion Engine menjadi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Electric Vehicle (EV). BMW Group Indonesia sendiri adalah perusahaan pertama di Indonesia yang menjual kendaraan PHEV sejak tahun 2016 melalui peluncuran BMW i8 di GIIAS 2016.
 
“Untuk mendorong kesiapan kendaraan listrik, BMW Group Indonesia berikan dukungan kepada Pertamina melalui informasi mendalam seputar teknologi kendaraan listrik, pengalaman BMW Group dalam mengimplementasikan charging grid di negara lain, uji coba manfaat dan biaya operasional kendaraan listrik, hingga menyediakan BMW i Wallbox Plus di Pertamina Green Energy Station,” kata Ramesh Divyanathan selaku President Director BMW Group Indonesia.

Ia menambahkan, secara global BMW telah mengembangkan jaringan pengisian energi kendaraan listrik di lebih dari 30 negara dan 120.000 titik di seluruh dunia.

“Di Indonesia sendiri, selain telah menghadirkan kendaraan sports ikonik Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) seperti BMW i8 Coupe dan BMW i8 Roadster, hingga saat ini BMW telah miliki dua dealer yang mendukung layanan aftersales dan service kendaraan listrik yaitu BMW Astra Serpong dan BMW Tunas Tebet,” tambah Ramesh dalam keterangan tertulisnya.
 
BMW i Wallbox Plus merupakan alat pengisian standar yang disediakan untuk pemilik BMW i dan iPerformance kedepannya. Seluruh pelanggan yang membeli BMW i8 Coupe dan BMW i8 Roadster akan mendapatkan BMW i Wallbox Plus dan juga proses instalasi di rumah dengan supervisi dan biaya yang ditanggung BMW Group Indonesia.

Instalasi charging station ini sendiri dapat disesuaikan dengan kapasitas listrik rumah dan kebutuhan kendaraan melalui konfigurasi 1 phase 7,4kW hingga 3 phase 22kW.
 
BMW i Wallbox Plus generasi terbaru memiliki dimensi yang 40 persen lebih kompak dan waktu pengisian kembali 70 persen lebih cepat dibandingkan pendahulunya, dan memiliki fitur keamanan tambahan dengan penggunaan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) untuk aktivasi.

Baca juga: Mobil listrik mewah penantang Tesla
 
Masa depan mobilitas elektrik

BMW i merupakan sub brand BMW yang fokus pada kendaraan listrik dengan prinsip berkelanjutan pada keseluruhan rantai nilai, dan pemahaman baru akan istilah premium yang didefinisikan secara tepat dari aspek berkelanjutan.

Secara global BMW memiliki BMW i3 dan BMW i8 untuk ditawarkan kepada pelanggannya. Model pertama BMW i yang diperkenalkan di Indonesia adalah BMW i8 – the Most Progressive Sports Car di tahun 2016.

Dilanjutkan dengan First-ever BMW i8 Roadster yang diperkenalkan pada pembukaan GIIAS 2018. First-ever BMW i8 Roadster menggabungkan semua kelebihan dari BMW i8 dengan sensasi kenikmatan berkendara dengan atap terbuka. BMW i8 Roadster memberikan sensasi kebebasan yang belum pernah ada yaitu mengendarai roadster tanpa suara bising, dan bebas emisi.

Sports car mutakhir ini menggabungkan sistem plug-in hybrid dengan kabin penumpang yang terbuat dari carbon-fibre-reinforced plastic (CFRP) dan kerangka aluminium untuk mesin dan motor listrik, baterai serta suspensi. Hasilnya adalah sebuah sport car yang ringan, menawan dan sangat efisien yang menawarkan kombinasi performa dan efisiensi yang tak ada tandingannya.
 
Produksi jajaran kendaraan BMW i tetapkan standar dalam penggunaan materi-materi inovatif, konservasi sumber daya, dan industrialisasi mobilitas elektrik. Meskipun demikian, konsep produksi yang digunakan juga revolusioner.

Arsitektur kendaraan BMW i, dengan modul LifeDrive dan ruang penumpang berbahan serat karbon dari modul Life, memungkinkan proses produksi yang inovatif tanpa melalui tahapan produksi klasik yang dilakukan di bengkel cetak dan cat.

Bahkan, proses manufaktur BMW i pun unik, teknik penyatuan yang canggih sebagai ganti dari metode produksi yang biasa dipakai. Metode ini mempermudah tugas para pekerja. Arsitektur baru ini menghasilkan proses yang ergonomis dan perakitan yang lebih senyap, dan ruangan produksi pun dipenuhi dengan pencahayaan alami.
 
BMW iPerformance merupakan brand yang menaungi semua kendaraan plug-in hybrid BMW. Sampai dengan saat ini, secara global BMW memiliki 5 jenis kendaraan BMW iPerformance untuk ditawarkan kepada konsumen yaitu BMW 740Le iPerformance, BMW 530e iPerformance, BMW 330e iPerformance, BMW 225xe iPerformance, dan BMW X5 xDrive40e iPerformance. BMW Group berkomitmen untuk meluncurkan setidaknya 25 kendaraan listrik di tahun 2025.
 
Angka penjualan global menunjukkan bahwa BMW Group memimpin pasar kendaraan roda empat dengan sistem penggerak listrik. Hingga akhir tahun 2017, lebih dari 100.000 unit kendaraan listrik dan plug-in-hybrid telah dikirimkan kepada pelanggan di seluruh dunia. Tahun ini korporasi menargetkan 140.000 unit di seluruh dunia.

Baca juga: BMW pertimbangkan mobil hybrid yang bisa diubah ke mode listrik

Baca juga: Pertamina gandeng Himbara permudah transaksi SPBU-SPLU

Penerjemah: Monalisa
Copyright © ANTARA 2018

Mobil listrik Bilts dan Kasuari buatan lokal tiba di Medan

Medan, 17/12 (ANTARA News) – Dalam rangka uji coba mobil listrik buatan lokal yang dikembangkan Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan Universitas Budi Luhur, tiba di Medan  dan singgah di Kantor Gubernur Sumut.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara, Feby Joko Priharto di Medan, Senin, mengatakan, mobil listrik itu memiliki keunggulan dibandingkan mobil non-listrik.

Keunggulannya antara lain karena hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.  “PLN sudah menyiapkan 15 SPLU (Stasiun Penyedia Listrik Umum) untuk mengisi energi mobil listrik, ” katanya.

Jumlah SPLU itu akan terus bertambah mendukung pengembangan mobil listrik tersebut. “Mobil listrik itu sendiri bisa di-charger di rumah, ” ujar Feby.

Mobil listrik yang dinamai Blits dan Kasuari itu dikembangkan anak-anak bangsa Indonesia didukung penuh PT PLN (Persero).

Mobil listrik Kasuari memiliki kapasitas energi penuh 60 kwh dengan bisa menempuh jarak hingga 150 km dengan lama pengisian energi 6 jam.

Sementara Blits memiliki kapasitas energi penuh 100 kwh yang bisa menempuh jarak 300 km dengan lama pengisian 7 – 8 jam.

Mobil itu dilepas dari Jakarta dan akan berakhir di Titik 0 Pulau Sabang Aceh. Total jarak yang ditempuh mobil listrik itu sepanjang 15.000 km.

Ia mengakui satu mobil listrik Blits yang beriringan dengan Kasuari, saat ini sedang diperbaiki karena mengalami kecelakaan ringan di Tebingtinggi.

Selain mobil listrik,  terlihat ada beberapa  unit sepeda motor listrik yang juga ikut konvoi dari Kantor PLN Unit Induk Wilayah Sumut Jalan Yos Sudarso Medan.

Sekda Provinsi Sumut, Sabrina, mengatakan, Pemprov Sumut menyambut gembira kehadiran mobil listrik di Indonesia dan berharap ada di Sumut.

Ia menyebutkan mobil listrik sebagai kendaraan masa depan sehingga keberadaannya harus didukung penuh semua kalangan.

Apalagi keberadaan mobil listrik itu dilakukan oleh generasi milenial. “Energi fosil mungkin tidak lama lagi akan habis sehingga mobil listrik diharapkan menjadi solusi,” katanya.

Kehadiran mobil listrik di Medan atau Sumut diharapkan membuat masyarakat mendukung penuh mobil itu.

Baca juga: Tiga kendaraan inovatif ITS jelajahi Indonesia

Baca juga: Mobil listrik Blits menjelajah 1.605 km Surabaya-Bengkulu

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2018

UD Trucks mulai riset bahan bakar B30

Jakarta (ANTARA News) – Merek kendaraan niaga asal Jepang, UD Trucks, sedang melakukan riset dan pengembangan untuk penggunaan bahan bakar biodiesel 30 persen atau B30.

CEO PT Astra International, UD Trucks Sales Operations, Aloysius Chrisnoadhi, mengatakan implementasi B20 yang dijalankan pada tahun ini oleh pemerintah ternyata berjalan lancar untuk kendaraan UD Trucks, sehingga perusahaan itu mengambil langkah untuk menyiapkan B30.

“Kaitan B20 untuk UD Trucks, sebenarnya sebelum ada B20 pun kami sudah prepare,” kata Aloysius Chrisnoadhi di Jakarta, Selasa (18/12).

“Dan sejauh ini tidak ada masalah asalkan pergantian (filter) tepat waktu. Dan tidak ada efek pada commonrail, sehingga tidak ada keraguan di sana,” katanya.

Aloysius mengatakan, “Malah sekarang beranjak untuk penelitian menyongsong B30. B30 dalam pengembangan.”

Baca juga: Perlunya memiliki sopir andal bagi perusahaan transportasi

UD Trucks, kata Aloysius, mengembangan penggunaan bahan bakar B30 berdasarkan pengalaman menerapkan B20.

“Kami sudah menyiapkan improvement itu sejak beberapa waktu lalu, dan sudah berjalan,” kata dia.

Terkait rencana penerapan bahan bakar berstandar EURO 4 untuk mesin diesel di Indonesia pada 2021, Aloysius menjelaskan bahwa secara umum perusahaannya juga bersiap menuju ke tahap itu, kendati saat ini masih menggunakan EURO 3.

“Tapi secara umum, produsen menginginkan sampai ke EURO 4. Kami juga punya tanggung jawab lingkungan di sana. Dengan adanya EURO 4 kami bersyukur,” pungkas dia.

Baca juga: Empat amunisi UD Trucks bidik sektor logistik Indonesia

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2018

India akan pungut pajak mobil bensin dan diesel demi mobil listrik

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah India telah menyusun rencana untuk memungut biaya retribusi sebesar 12.000 rupee (171,09 dolar AS) untuk mobil baru berbahan bakar bensin dan diesel dalam upaya untuk meningkatkan pembuatan kendaraan listrik dan mobil yang digerakkan oleh baterai, berdasarkan laporan Times of India, Rabu.

Di bawah kebijakan baru yang mendekati finalisasi, Lembaga Nasional untuk Transformasi India (NITI), sebuah think-tank (organisasi riset) kebijakan pemerintah, telah mengusulkan insentif 25.000 hingga 50.000 rupee langsung dikirim ke pembeli kendaraan listrik, memastikan bahwa keuntungan tidak dikantongi oleh produsen mobil, kata pejabat pemerintah kepada Times of India.

Insentif baru akan diusulkan bersama dengan manfaat lain seperti bea cukai yang lebih rendah, pajak barang dan jasa pada bahan baku, komponen dan kemasan baterai, pengabaian biaya pendaftaran dan pajak jalan untuk semua kendaraan listrik, menurut laporan tersebut.

Baca juga: Pemerintah India akan beli 10.000 mobil listrik dari Tata Motors

Baca juga: Ford gandeng Mahindra India kembangkan mobil listrik

Insentif yang diusulkan untuk pemilik kendaraan listrik akan dipangkas menjadi 15.000 rupee dari 50.000 rupee pada tahun keempat pelaksanaan kebijakan, harian itu melaporkan.

Mengutip sebuah sumber, Times of India menyatakan bahwa bagian dari biaya tambahan akan digunakan untuk mendorong produksi baterai domestik dan pemerintah berencana untuk menghabiskan sekitar 2 miliar rupee untuk mengembangkan teknologi pribumi dalam elektronika daya dan pengembangan baterai.

NITI Aayog tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Baca juga: Hyundai rilis tiga mobil listrik di India tahun depan

Baca juga: Pabrikan mobil India bersiap jual mobil listrik di Amerika

Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2018

Mazda-Toyota gandeng kelompok konservasi alam lindungi habitat mola-mola

Jakarta (ANTARA News) – Mazda Toyota Manufacturing USA Inc (MTMUS) hari ini mengumumkan kesepakatan dengan Center for Biological Diversity and Tennessee Riverkeeper (Kelompok Konservasi) guna melindungi pygmy sunfish (ikan mola-mola) dan habitat uniknya yang berdekatan dengan pabrik MTMUS di Huntsville.

Selain melindungi mola-mola dan habitatnya, perjanjian ini juga akan menyediakan dana untuk tindakan yang akan digunakan demi kepentingan habitat itu dalam jangka panjang.

Pengacara dari Center for Biological Diversity, Elise Bennett, mengatakan, “Kami senang Toyota dan Mazda telah melangkah untuk melakukan hal yang benar untuk mola-mola kecil yang cantik dan unik ini, tempat ia bertahan.”

“Dengan perjanjian ini, ikan mola-mola punya lebih dari sekadar peluang untuk berhasil,” kata Elise Bennett, dalam keterangan resmi Mazda, Jumat.

Baca juga: Deretan motor custom publik figur sepanjang 2018

Dalam kesempatan yang sama, pendiri Tennessee Riverkeeper, David Whiteside, menambahkan bahwa perjanjian ini akan membantu memastikan bahwa warga dapat menikmati air bersih, kehidupan alam liar dan pekerjaan baru.

“Sungai yang bersih dan sehat adalah hak setiap orang, dan Tennessee Riverkeeper didedikasikan untuk melindungi hak itu. Perjanjian ini akan menguntungkan Huntsville dan generasi masa depan Amerika,” tambahnya.

MTMUS akan mendonasikan 6 juta dolar AS untuk melindungi ikan dan habitatnya. Dari jumlah itu, 2 juta dolar akan digunakan untuk restorasi habitat dan proyek pemantauan di Beaverdam Spring dan Creek.

MTMUS merintis pabrik senilai 1,6 miliar dolar AS pada November 2018, berkapasitas 300.000 kendaraan per tahun mulai 2021 dan diperkirakan akan menciptakan 4.000 pekerjaan.

Baca juga: Mazda CX-5 sabet penghargaan Top Safety Pick + dari IIHS

Baca juga: Toyota Untold kisah orang-orang yang berkontribusi untuk masa depan Toyota

Baca juga: Nissan siapkan GT-R edisi khusus Naomi Osaka, cuma 50 unit

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2018

Mobil Listrik Blits targetkan ikuti reli di Argentina

(Antara)-Mobil Listrik Karya Universitas Budi Luhur dan Institut Teknologi 10 Nopember, menargetkan untuk mengikuti reli dakar Argentina pada tahun 2022. untuk itu, mobil bernama blits tersebut, kini sedang melakukan rangkaian uji coba, dengan mengeksplorasi perjalanan sejauh 16 ribu kilometer, dari Kota Surabaya menuju titik nol Indonesia di Pulau Sabang, Aceh.

Volkswagen akan luncurkan stasiun pengisian daya “mobile” untuk mobil listrik

Jakarta (ANTARA News) – Volkswagen berencana untuk meluncurkan stasiun pengisian daya cepat untuk mobil listrik, yang pada dasarnya merupakan versi besar dari bank daya (power bank) yang biasa digunakan pada telepon seluler.

Stasiun pengisian daya tersebut akan bersifat mobile (bergerak), tanpa perlu harus dicolokkan ke jaringan listrik, tetapi dapat menyimpan daya yang cukup untuk mengisi daya sebanyak 15 mobil listrik.

Dilansir Cnet, Rabu (2/1), stasiun pengisian daya mobile dirancang agar dapat dengan mudah digunakan di mana saja, tanpa harus menambahkan kabel tambahan untuk menghubungkannya ke jaringan. 

Volkswagen mengatakan dengan fleksibilitas tersebut, stasiun pengisian daya dapat ditempatkan di berbagai tempat, seperti di parkiran umum atau lokasi acara berskala besar seperti kegiatan olahraga.

Stasiun pengisian daya ini memiliki penyimpanan energi 360 kilowatt-jam dan dapat mengisi daya kendaraan secara cepat hingga 100 kilowatt (kW). Hal itu akan cocok dengan kehadiran kendaraan listrik Volkswagen I.D, yang akan memiliki kemampuan untuk mengisi daya pada 100 kW.

Stasiun pengisian daya cepat ini juga dapat dicolokkan ke jaringan listrik, dalam arti akan terus mengisi ulang sendiri. Pengisian ulang itu dapat dilakukan hanya pada waktu-waktu yang tidak sibuk atau hanya menggunakan energi yang diproduksi secara terbarukan, kata Volkswagen.

Ketika diisi, stasiun dapat mendukung pengisian daya hingga empat kendaraan sekaligus, dan akan mendukung sepeda listrik serta mobil. Menggunakan pengisian daya 100 kW DC yang disebutkan di atas, Volkwagen mengatakan mobil keluarga VW I.D dapat diisi hanya dalam 17 menit.

Keberadaan stasiun pengisian daya ini juga dimanfaatkan Volkswagen untuk memberikan masa pakai kedua pada paket baterai lithium-ion yang akan digunakan dalam VW I.D. 

Ketika paket baterai kehilangan terlalu banyak kapasitas untuk digunakan pada mobil, baterai dapat digunakan kembali untuk alternatif menyimpan energi di titik-titik stasiun pengisian daya mobile tersebut.

Pengisi daya akan diluncurkan di markas Volkswagen di Wolfsburg, Jerman, dalam program percontohan terbatas tahun ini, dengan produksi penuh unit yang akan dimulai pada tahun 2020.

Baca juga: Volkswagen bisa bikin 15 juta mobil listrik dalam beberapa tahun ke depan

Baca juga: Tesco dan Volkswagen kembangkan stasiun pengisian kendaraan listrik di Inggris
 

Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2019

Hyundai-Kia luncurkan konsep parkir otomatis dan pengisian daya nirkabel

Jakarta (ANTARA News) – Hyundai Motor Company dan Kia Motors Corporation meluncurkan video yang menampilkan konsep sistem pengisian nirkabel kendaraan listrik dengan Sistem Parkir Valet Otomatis (AVPS).

Sistem ini menawarkan kenyamanan bagi pengemudi yang dihadapkan dengan kepadatan tempat parkir dan lokasi pengisian daya karena jumlah kendaraan listrik terus bertambah. 

Dengan adanya sistem ini, pemilik mobil menjadi semakin mudah untuk mengisi daya kendaraan listrik sekaligus menemukan tempat parkir yang kosong.

Berdasarkan tayangan video berdurasi 01:07 menit yang diunggah di laman Hyundai News, Kamis (3/1), ditampilkan bagaimana sistem pengisian nirkabel kendaraan listrik dengan Sistem AVPS bekerja. Adapun kendaraan yang digunakan pada video merupakan mobil listrik berteknologi swakemudi.

Pengemudi yang telah tiba di lokasi tujuan, dapat memerintahkan kendaraannya untuk melakukan pengisian daya. Perintah dilakukan menggunakan ponsel pintar.

Baca juga: Hyundai umumkan teknologi sidik jari cerdas pertama di dunia untuk kendaraan

Setelah instruksi dilakukan, kendaraan akan secara otomatis berjalan menuju stasiun pengisian daya nirkabel yang kosong. Setelah daya terisi penuh, kendaraan akan berpindah ke tempat parkir yang kosong dengan menggunakan sistem AVPS.

Saat pengemudi memberi perintah untuk memanggil kendaraan kembali, maka kendaraan tersebut secara otomatis akan kembali secara mandiri menuju lokasi pengemudi.

Keseluruhan proses dilakukan melalui komunikasi yang intens antara kendaraan listrik, fasilitas parkir, sistem pengisian daya dan juga pengemudi. Fasilitas parkir mengirimkan lokasi tempat parkir dan stasiun pengisian yang kosong, sementara sistem akan memperbarui status pengisian kendaraan secara real-time.

Hyundai dan Kia sedang mempertimbangkan untuk mengkomersialkan teknologi tersebut pada peluncuran kendaraan otonom tingkat 4 sekitar tahun 2025.

Hyundai dan Kia juga berencana untuk mengkomersialkan kendaraan otonom di berbagai kota pintar pada 2021 dengan target meluncurkan kendaraan otonom penuh pada tahun 2030.

Baca juga: Hyundai Mobis akan ungkap teknologi kaca depan di CES 2019
 

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Penjualan mobil ramah lingkungan di Korsel naik 27 persen

Jakarta (ANTARA News) – Para produsen mobil menjual lebih dari 120.000 unit kendaraan ramah lingkungan di Korea Selatan pada 2018, naik 27 persen dibanding tahun sebelumnya, demikian seperti dilansir Yonhap, Senin.

Data industri menunjukkan, penjualan kendaraan “hijau” tersebut oleh para produsen mobil, baik domestik maupun asing mencapai 123.387 unit pada 2018.

Angka tersebut melonjak cukup signifikan, bila dibandingkan penjualan pada tahun sebelumnya yakni 97.435 unit, menurut data dari Asosiasi Pemasok dan Distributor Mobil Korea dan Asosiasi Produsen Otomotif Korea.

Baca juga: Delapan mobil baru Korea Selatan lulus tes kualitas udara interior

Baca juga: Produsen mobil Korea Selatan diprediksi luncurkan 10 model baru pada 2019

Satu dari 5 kendaraan ramah lingkungan di Korea Selatan pada tahun lalu merupakan model listrik keseluruhan dan model listrik sel berbahan bakar hidrogen. 

Berdasarkan data, penjualan mobil ramah lingkungan di negara itu melampaui 40.000 unit pada 2015, 60.000 unit pada 2016 dan 90.000 unit pada 2017.

Pasar mobil ramah lingkungan di Korea Selatan diperkirakan akan terus tumbuh pada tahun ini di tengah meningkatnya permintaan pelanggan dan adanya subsidi dari pemerintah.

Baca juga:
Penjualan SUV di Korea Selatan naik 12,7 persen pada 2018
Penjualan lima pabrikan mobil Korsel naik 0,7 persen pada akhir 2018

 

Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2019