Mobil konsep Mitsubishi SUV PHEV akan hadir di Tokyo Motor Show 2019

Jakarta (ANTARA) – Mitsubishi Motors Corporation (MMC) menyiapkan satu model baru yang akan debut pada Tokyo Motor Show ke-46 2019, yakni mobil konsep SUV PHEV.

Dikutip dari keterangan resmi yang diterima Antara pada Rabu, mobil konsep itu akan mengadopsi teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), sama seperti yang digunakan pada Outlander PHEV namun dalam skala lebih kecil.

SUV mungil ramah lingkungan itu menggabungkan elektrifikasi dan teknologi terkini yang menghubungkan tenaga ke semua roda penggerak. Model konsep global itu akan dipamerkan untuk umum mulai 24 Oktober hingga 4 November 2019.

“Sebuah SUV listrik yang memberikan kesenangan berkendara di semua medan, MMC akan menawarkan nilai-nilai baru yang menggabungkan SUV, PHEV, dan 4WD,” tulis pernyataan MMC.

“Mobil ini akan memiliki bobot yang lebih ringan, penggerak hybrid (PHEV), serta sistem 4WD listrik.”

SUV listrik itu menjadi wujud komitmen Mitsubishi Motors untuk menghadirkan pengalaman kenyamanan berkendara di perkotaan hingga di jalanan dengan beragam kondisi.

Baca juga: Tokyo Motor Show 2019 usung tema “Open Future”
 

Pewarta: A087
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2019

Bus listrik Hyundai sudah dilengkapi informasi terkini

Jakarta (ANTARA) – Hyundai Motor Co, pembuat mobil papan atas di Korea Selatan, pada Senin (16/9) mengatakan telah mengembangkan sistem pemantauan jarak jauh untuk bus listrik yang menyediakan informasi real time seperti lokasi kendaraan dan daya listrik pada  baterai kendaraan.

Dilansir dari Kantor Berita Yonhap, Selasa, sistem manajemen armada untuk bus listrik yang dikembangkan bersama dengan KT Corp, perusahaan telekomunikasi utama di Korea Selatan, awalnya akan diterapkan pada 14 bus listrik yang saat ini beroperasi di Seoul dan nantinya akan diperluas ke wilayah lain.

Baca juga: Hyundai Kona listrik meledak di garasi

Hyundai Motor mengatakan “sistemnya akan membantu dalam alokasi dan pengoperasian bus listrik yang efisien dan akan memastikan keselamatan,” kata Hyundai.

Hyundai Motor memperkenalkan bus bertenaga baterai pertamanya, Elec City, pada 2017. Pembuat mobil ini berencana menambah tujuh model bertenaga sepenuhnya listrik dan 10 kendaraan hidrogen pada 2025.

Baca juga: Hyundai kenalkan mobil konsep EV 45 di Frankfurt Motor Show 2019

Baca juga: Hyundai i10 akan hadir sebelum Frankfurt Auto Show 2019

Pewarta: KR-CHA
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2019

Mobil eropa bermesin seperti “Tank”, pegiat iklim protes di Frankfurt

Jakarta (ANTARA) – Aktivis lingkungan Jerman pada akhir pekan ini menggelar aksi protes kepada industri otomotif, bertepatan dengan pameran Frankfurt Auto Show (IIA), 12-22 September 2019.

Pegiat lingkungan mengkritik mobil-mobil besutan Eropa yang menggunakan mesin berkapasitas (cc) besar, layaknya “tank”, yang tidak hanya mengganggu lingkungan karena polutan yang dihasilkan, juga ikut membahayakan pejalan kaki.

Mereka juga menghendaki kendaraan yang benar-benar ramah lingkungan dan meminta industri untuk meninggalkan sistem pembakaran internal (combustion engine), terutama jenis mesin diesel.

“Industri mobil bermain curang dengan mesin diesel, juga berkontribusi atas krisis iklim yang memburuk,” kata juru bicara kelompok lingkungan Campact, Gerald Neubauer, yang akan mengorganisir demonstrasi pada Sabtu, dilansir AFP.

Kepolisian Frankfurt menyebut bahwa sekitar demonstran akan berjalan kaki dan bersepeda menuju pameran itu. Polisi menduga pada aktivis akan mengganggu pameran dengan cara memblokir jalan di sekitar pameran pada Minggu (15/9).

“Kami menginginkan revolusi moda transportasi,” kata juru bicara kelompok lingkungan lainnya “Sand in the Gearbox”.

AFP menulis bahwa aksi masyarakat itu menunjukkan bahwa industri otomotif yang “nyaris tidak tersentuh kritik” karena pernah menjadi primadona di Eropa, kini mulai menjadi sorotan masyarakat karena perubahan iklim.

Minat masyarakat Eropa, terutama Jerman, terhadap mobil bermesin diesel pun menurun, didorong skandal kecurangan emisi “dieselgate” oleh Volkswagen pada 2015.

Kendati demikian, pameran di Frankfurt akan memamerkan sejumlah mobil bertenaga listrik yang ramah lingkungan, namun para pegiat iklim mempertanyakan keseriusan industri terhadap produk-produk itu. Aktivis Greenpeace menaiki mobil di sebuah anjungan pada pameran Frankfurt Motor Show (IAA) 2019. (REUTERS/WOLFGANG RATTAY)

SUV bermesin besar

Kendaraan sport utility vehicle (SUV) bermesin besar menjadi sorotan setelah menabrak empat pejalan kaki, termasuk anak berusian tiga tahun yang tewas pada bulan ini di Berlin.

Aktivis lingkungan menyebutkan bahwa mobil bermesin besar dengan bodi yang tinggi diperuntukkan untuk medan off-road, perdesaan, atau pehobi petualang, sehingga tidak tepat jika dipakai di perkotaan.

“Mobil seperti tank itu bukan untuk di kota,” kata Stephan von Dassel, politisi yang fokus pada lingkungan dan walikota distrik Mitte Berlin, kota di mana kecelakaan fatal itu terjadi.

“Mereka adalah ‘pembunuh iklim’, bahkan tanpa kecelakaan — setiap kesalahan mengemudi akan mengancam jiwa orang-orang yang tidak bersalah (pejalan kaki),” lanjutnya.

Ketika pameran mobil Frankfurt dibuka untuk pers pada Kamis (12/9), aktivis Greenpeace menggelembungkan balon hitam raksasa di luar arena bertuliskan CO2.

Pengunjuk rasa kemudian membentangkan spanduk “Pembunuh Iklim” di anjungan Volkswagen dan BMW, saat Kanselir Jerman Angela Merkel berkunjung ke sana.

“Industri otomotif masih belum memahami krisis iklim,” kata aktivis Greenpeace, Benjamin Stephan. “Alih-alih merayakan SUV yang boros bahan bakar, produsen harus menyudahi penjualan tank-tank perkotaan dan mematikan mesin pembakaran.”

Baca juga: Frankfurt Auto Show perketat keamanan gara-gara aksi “anti-mobil”

Pewarta: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Toyota uji Prius panel surya, mobil listrik tanpa “colokan” steker

Jakarta (ANTARA) – Toyota Motor Corp menyiapkan Prius terbaru, mobil listrik tanpa colokan listrik atau steker untuk mengisi daya, dengan memanfaatkan panel surya guna menangkap cahaya matahari lalu diolah menjadi tenaga listrik.

Dilansir Reuters, Jumat (13/9), dalam proyek demonstrasi yang didanai pemerintah Jepang, insinyur Toyota memasang panel surya yang dirancang Sharp Corp pada kap, atap, jendela belakang dan spoiler untuk melihat berapa banyak daya yang bisa dihasilkan oleh sinar matahari.

Listrik dari panel kemudian dialirkan ke baterai, sehingga Prius dapat mengisi daya saat bergerak atau ketika parkir.

Pada hari yang cerah, kekuatan baterainya bisa menempuh jarak 56 kilometer, lebih dari rata-rata penggunaan mobil orang Amerika sejauh 47 kilometer, menurut studi AAA Foundation Traffic Safety.

Namun teknologi itu membuat mobil bergantung pada cuaca. Saat cuaca mendung, kinerja Prius akan menurun, sehingga dibutuhkan pengembangan lain untuk mengantisipasi hal itu.

Panel surya yang dipasang pada Prius berukuran 0,03 milimeter dengan ukuran yang menyesuaikan lekuk bodi mobil. Namun karena adanya cangkang penyangga di antara panel dan bodi mobil, ketebalan perangkat itu menjadi hampir 1 cm.

Selain itu, fungsi bagasi akan berkurang untuk menempatkan baterai panel surya seberat 80 kilogram.

Satoshi Shizuka, insinyur utama Toyota untuk proyek itu mengatakan bahwa tantangan dalam pengembangan ini adalah menciptakan perangkat yang lebih ringan dan menekan biaya produksi sehingga bisa dijual dengan harga yang sesuai dengan kantong masyarakat, demikian Reuters.

Baca juga: Coba Toyota Prius PHV, Sri Mulyani sebut ingin pakai mobil itu, bila..

Baca juga: Zach King ungkap mobil pertamanya: Toyota Prius hadiah dari kakek

Baca juga: Toyota digugat Rp220 miliar soal cacat Prius

Pewarta: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Toyota Corolla generasi ke-12 masuk Indonesia, tersedia varian hybrid

Jakarta (ANTARA) – PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi menjual sedan legendaris Corolla generasi ke-12 di pasar Indonesia, tersedia dalam tiga varian yang salah satunya sudah bermesin hibrida (hybrid).

All New Corolla Altis itu juga sudah dilengkapi platform Toyota New Global Architecture (TNGA), yang dilengkapi fitur keamanan Toyota Safety Sense (TSS).

“Penggunaan platform TNGA pada pengembangan All New Corolla Altis merupakan bagian komitmen Toyota untuk senantiasa menghadirkan mobil yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan teknologi yang ada saat ini,” kata President Director PT TAM, Yoshihiro Nakata di Jakarta, Kamis.

All New Corolla Altis hadir dalam tiga varian yang semuanya memiliki transmisi CVT yaitu All New Corolla Altis 1.8 G dan 1.8 V dengan mesin berbahan bakar bensin dan All New Corolla Altis hybrid electric vehicle (HEV) dengan teknologi Hybrid generasi keempat.

Kehadiran Corolla HEV tidak hanya menempatkan Toyota sebagai brand dengan varian kendaraan elektrifikasi terbanyak di Indonesia, sekaligus juga menawarkan pilihan yang semakin luas kepada pelanggan. Saat ini, Toyota  memiliki lima varian kendaraan elektrifikasi yaitu Prius, Camry HEV, Alphard HEV, C-HR HEV dan Corolla Altis HEV.

“Melalui kehadiran All New Corolla Altis varian HEV, Toyota juga ingin makin menegaskan dukungan sepenuhnya kepada Pemerintah Indonesia dalam rangka akselerasi pengembangan kendaraan elektrifikasi dengan menghadirkan model mobil elektrifikasi yang lengkap,” kata Yoshihiro Nakata.

Penggunaan platform TNGA membuat performa driving pada All New Corolla Altis jauh lebih mengesankan. Dengan center of gravity lebih rendah 20 mm dibandingkan generasi sebelumnya, All New Corolla Altis kini jauh lebih stabil.
  All New Corolla Altis (ANTARA News/HO)

Penggunaan platform TNGA dalam rancangan struktur, membuat dimensi kendaraan ini tampak lebih kokoh dengan panjang 4.630 mm, lebar 1.780 mm, dan tinggi 1.435 mm.

Untuk menunjang faktor keselamatan, All New Corolla Altis dilengkapi 7 (tujuh) airbags dan fitur Blind Spot Monitor pada varian 1.8 V  dan HEV. Khusus untuk varian HEV, juga dilengkapi dengan Rear Cross Traffic Alert (RCTA) dan generasi terbaru dari Toyota Safety Sense (TSS).

“Kami optimis, kehadiran 3 varian All New Corolla Altis ini akan memberikan dinamika baru pada pasar otomotif nasional, terutama di segmen sedan,”kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Kazunori Minamide.

Sejak generasi pertama diluncurkan pada 1966, Toyota Corolla tampil sebagai salah satu kendaraan populer di pasar dunia.  Total penjualan Corolla dari generasi pertama sampai 2019 sudah mencapai lebih dari 47,6 juta unit, di lebih dari 150 negara. Di Indonesia, Corolla hadir sejak 1972 dengan total penjualan sampai saat ini sudah mencapai lebih dari 147 ribu unit.

All New Corolla Altis HEV

All New Corolla Altis varian HEV menggunakan motor listrik P610 HEV transaxle dengan power 72 PS atau setara dengan Hybrid 4-cylinder yang dikombinasikan dengan mesin 2ZR-FXE.

All New Corolla Altis HEV juga merupakan model pertama Toyota di Indonesia dengan fitur-fitur keselamatan yang lengkap dan canggih dari Toyota Safety Sense (TSS) yaitu Pre-Collision System (PCS), Dynamic Radar Cruise Control (DRCC), Lane Departure Alert (LDA), serta Automatic High Beam (AHB).
 
“Kehadiran mobil dengan fitur-fitur keselamatan Toyota Safety Sense yang lengkap dan canggih ini makin menegaskan komitmen Toyota yang tak hanya sekedar menekankan kenyamanan berkendara namun senantiasa serius memperhatikan faktor keselamatan pengemudi dan penumpangnya pada setiap mobil baru yang diluncurkan ke pasar,” ujar Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy.

Untuk makin mewujudkan fun to drive dan kenyamanan berkendara yang semakin kental, pada All New Corolla Altis HEV juga disematkan multimedia system yang dilengkapi dengan 8 inci head unit display yang terintegrasi dengan sistem monitor hybrid, bluetooth dan wifi, Apple car play, Smart Device Link (SDL), dan miracast.

“Multimedia system yang disematkan pada All New Corolla Altis HEV tak hanya mendukung fitur – fitur entertainment, tapi juga untuk operasional fungsi – fungsi lainnya seperti door lock, sistem AC, dan lainnya. All New Corolla Altis HEV sengaja dihadirkan untuk mewujudkan pengalaman berkendara mobil HEV yang aman dan nyaman melebihi ekspektasi pengemudi dan penumpangnya,” kata Anton.

Harga Toyota Corolla Altis baru antara lain Rp468.200.000 untuk New Altis G CVT, Rp489.300.000 untuk New Altis V CVT dan Rp566.300.000 Hybrid AT.

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Hyundai kenalkan mobil konsep EV 45 di Frankfurt Motor Show 2019

Jakarta (ANTARA) – Hyundai Motor Co meluncurkan mobil konsep listrik di Frankfurt Motor Show 2019, yang menjadi upaya Hyundai untuk memperkuat jajaran kendaraannya di segmen ramah lingkungan.

Dikutip dari Kantor Berita Yonhap, Kamis, mobil konsep yang diberi nama EV 45 itu mengadopsi desain terbaru dari generasi “Sporty Sensuous” yang didefinisikan oleh empat elemen dasar yakni proporsi, arsitektur, gaya dan juga teknologi terkini.

Angka 45 itu mewakili 45 tahun sejak 1974, ketika pembuat mobil itu meluncurkan mobil konsep yang diberi nama Pony Coupe di Torino Motor Show.

Baca juga: VW ID.3 bintang mobil listrik di Frankfurt

Dalam pameran mobil terbesar di dunia Frankfurt Motor Show pada 10-22 September, Hyundai juga akan memperkenalkan i10 N Line all-new yang memiliki performa tinggi, dan mobil balap dar Veloster N ETCR. ETCR adalah singkatan dari Electric Touring Car Racing.

Sementara itu, Hyundai akan meluncurkan i10 baru di pasar Eropa pada kuartal pertama tahun depan. Kendaraan mini yang dikembangkan, dirancang dan diproduksi di Eropa itu, akan dijual kepada pelanggan Eropa.

Model i10 N Line akan menjadi model N Line ketiga Hyundai yang akan tersedia di Eropa setelah i30 N Line dan Tucson N Line, kata Hyundai.

Baca juga: Mercedes GLE Coupe 2020 tebar pesona sebelum di Frankfurt Motor Show

Baca juga: Skoda Kamiq Dan Scala Monte Carlo akan meluncur Frankfurt Motor Show
 

Pewarta: KR-CHA
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2019

Hyundai kenalkan mobil konsep EV 45 di Frankfrut Motor Show 2019

Jakarta (ANTARA) – Hyundai Motor Co meluncurkan mobil konsep listrik di Frankfrut Motor Show 2019, yang menjadi upaya Hyundai untuk memperkuat jajaran kendaraannya di segmen ramah lingkungan.

Dikutip dari Kantor Berita Yonhap, Kamis, mobil konsep yang diberi nama EV 45 itu mengadopsi desain terbaru dari generasi “Sporty Sensuous” yang didefinisikan oleh empat elemen dasar yakni proporsi, arsitektur, gaya dan juga teknologi terkini.

Angka 45 itu mewakili 45 tahun sejak 1974, ketika pembuat mobil itu meluncurkan mobil konsep yang diberi nama Pony Coupe di Torino Motor Show.

Baca juga: VW ID.3 bintang mobil listrik di Frankfurt

Dalam pameran mobil terbesar di dunia Frankfurt Motor Show pada 10-22 September, Hyundai juga akan memperkenalkan i10 N Line all-new yang memiliki performa tinggi, dan mobil balap dar Veloster N ETCR. ETCR adalah singkatan dari Electric Touring Car Racing.

Sementara itu, Hyundai akan meluncurkan i10 baru di pasar Eropa pada kuartal pertama tahun depan. Kendaraan mini yang dikembangkan, dirancang dan diproduksi di Eropa itu, akan dijual kepada pelanggan Eropa.

Model i10 N Line akan menjadi model N Line ketiga Hyundai yang akan tersedia di Eropa setelah i30 N Line dan Tucson N Line, kata Hyundai.

Baca juga: Mercedes GLE Coupe 2020 tebar pesona sebelum di Frankfurt Motor Show

Baca juga: Skoda Kamiq Dan Scala Monte Carlo akan meluncur Frankfurt Motor Show
 

Pewarta: KR-CHA
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2019

EVLink, alat pengisian daya mobil listrik dari Schneider

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan asal Perancis, Schneider Electric, memperkenalkan EVLink (Electric Vehicle Link) sebagai alat pengisian daya pintar (smart charging) untuk mobil listrik.

“Stasiun pengisian daya pintar dapat menyediakan layanan yang membantu meningkatkan kualitas daya, dan mendorong peningkatan efisiensi energi,” papar Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly di sela-sela acara “Electric and Power Indonesia 2019”, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu.

Produk EVLink memiliki beberapa tipe pengisian daya mobil listrik yang dapat memenuhi kebutuhan solusi pengisian daya rumahan, bangunan komersial, ruang publik, hingga solusi pengisian daya cepat (smart, fast charging).

Baca juga: Porsche pertimbangkan baterai dari China

Selain itu, Xavier mengatakan bahwa Schneider Electric dapat mengintegrasikan pengembangan energi dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi pemenuhan kebutuhan listrik.

Melaui produk EVlink Energy Management, pemilik atau operator infrastruktur pengisian daya dapat mengelola infrastruktur pengisian daya secara lebih efisien.

Efisiensi yang ditawarkan adalah ketika stasiun pengisian daya kendaraan listrik memiliki permintaan daya tinggi yang dapat melebihi kapasitas ketersediaan daya, namun sistem itu dapat mengidentifikasi dan mengelola permintaan sehingga overload dapat dicegah.

Hal ini kemudian diharapkan dapat mendukung optimalisasi penggunaan energi listrik.

Baca juga: Mitsubishi layani pembelian mobil listrik dari seluruh Indonesia

Baca juga: VW ID.3 bintang mobil listrik di Frankfurt

Baca juga: Pemerintah Jepang uji coba mobil swakemudi sebelum Olimpiade 2020

Pewarta: A087
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

VW ID.3 bintang mobil listrik di Frankfurt

Jakarta (ANTARA) – Mobil listrik Volkswagen ID.3 akan menjadi bintang utama dalam gelaran otomotif Frankfurt Motor Show pada 12-22 September 2019.

Menyebut mobil listrik berdesain hacthback itu sebagai bintang pameran rasanya tidak berlebihan karena mobil itu memang sudah dipesan hingga 30.000 unit untuk beberapa negara Eropa meliputi Jerman, Norwegia, Belanda, Swedia dan Inggris.

VW akan memproduksi 33 model kendaraan listrik berbeda berdasarkan platform MEB dalam tiga tahun ke depan. Rencana itu akan diterapkan pada merek-merek yang berada di bawah naungan grup VW.
  Ralf Brandstaetter, CEO Volkswagen Passenger Cars bersama mobil listrik ID.3 di Frankfurt Motor Show (Reuters/WOLFGANG RATTAY)

VW belum mengumukan spesifikasi lengkap mobil itu, kendati taksiran harganya bisa mencapai 30 ribu Euro (Rp467 juta).

Selain mobil listrik terbaru itu, pameran juga akan menampilkan bintang-bintang lain yakni Audi RS6 Avant, Bugatti Chiron Super Sport 300+, Porsche Taycan dan Lamborghini Sian, demikian CarScoop.

Baca juga: Porsche pertimbangkan baterai dari China

Baca juga: Volkswagen Passat GTE pakai baterai lebih besar

Baca juga: VW punya teknologi robot pengisian mobil listrik di AS

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Porsche pertimbangkan baterai dari China

Jakarta (ANTARA) – Porsche mempertimbangkan untuk membeli baterai mobil listrik dari perusahaan China, Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL), dilansir Reuters, Senin.

Pembuat mobil Jerman dan CATL “dalam pembicaraan yang baik,” kepala pimpinan riset dan pengembangan Porsche Michael Steiner di Fuzhou, China.

Ia menambahkan bahwa telah bertemu dengan manajemen CATL secara berkala dengan respons yang baik. Komponen baterai menjadi salah satu peranti penting dalam industri mobil listrik di masa mendatang.

Sebelumnya, Porsche menggunakan produk baterai dari Korea Selatan, LG Chem, kendati saat ini induk perusahaan Porsche, Volkswagen sudah memilih CATL.

Kehadiran Porsche sebagai pelanggan baru CATL akan menguntungkan pabrikan China itu di tengah persaingan produk baterai dengan perusahaan Asia lainnya.

CATL sedang membangun pabrik di Jerman untuk memperkuat kehadirannya di Eropa, lokasinya bahkan dekat dengan pabrik Porsche. Pembuat baterai itu juga sudah menjalin kerja sama dengan BMW AG.

Merek baterai populer lainnya, Panasonic, juga sudah menjalin kerja sama cukup lama dengan Tesla, kendati pabrik mobil listrik Amerika itu juga tertarik memakai baterai dari LG Chem.

Terkait dengan pemberlakuan pajak kendaraan di China, Porsche berharap mendapatkan keringanan karena menjual model Taycan yang sepenuhnya berpenggerak listrik.

“Kami bekerja intensif dengan otoritas China,” kata Puttfarcken, demikian Reuters.

Baca juga: Pemerintah incar investasi baterai kendaraan listrik

Baca juga: Berapa rupiah yang dibutuhkan sekali isi baterai Outlander PHEV?

Baca juga: VW perkuat aliansi dengan pemasok baterai untuk produksi mobil listrik

Pewarta: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Superb dan Citigo, dua mobil listrik baru dari Skoda

Jakarta (ANTARA) – Skoda, anak perusahaan Jerman Volkswagen, sudah menyiapkan deretan kendaraan yang akan ditampilkan pada pameran Frankfurt Motor Show 2019 pada 12-22 September 2019.

Dikutip dari CarsCoops, Minggu, perusahaan yang berkantor di Mlada Boleslav, Republik Ceko itu akan memperkenalkan dua kendaraan terbaru berteknologi hibrida dan listrik, yakni Superb iV dan Citigo iV.
  Skoda Citigo (ANTARA/Skoda Official)

Citigo iV adalah kendaraan pertama Skoda yang menggunakan tenaga listrik. Mobil mungil itu dapat menempuh jarak hingga 265 km dan sudah dilengkapi dengan baterai lithium-ion 36,8 Kwh.

Skoda Superb iV juga menjadi model hybrid plug-in pertama merek tersebut, menggunakan powertrain yang sama dengan VW Passat GTE.
  Skoda Superb (ANTARA/Skoda Official)

Layaknya kendaraan hibrida pada umumnya, sedan itu memakai mesin bensin 1,4 liter TSI dengan output gabungan mencapai 215 hp dan torsi 400 Nm.

Berkat paket baterai 13kWh, Superb iV mampu berjalan dengan daya listrik sejauh 55 km.

Skoda juga berkomitmen untuk memasang 7.000 titik pengisian daya listrik di lokasi yang dekat dengan pabriknya di Ceko maupun beberapa kota di Eropa dengan nilai investasi 35 juta euro.

Baca juga: Skoda Kodiaq RS versi ABT Sportsline lebih bertenaga

Baca juga: Skoda iV, mobil konsep yang mirip Lamborghini Urus

Baca juga: Pertama kalinya, Skoda ungkap tampilan hatchback Scala

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

VW “kodok” 1973 jadi mobil listrik, berapa ongkos modifikasinya?

Jakarta (ANTARA) – Volkswagen Beetle yang dikenal dengan nama VW “kodok” keluaran tahun 1973 tampil menyita perhatian pengunjung pada pameran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis.

Kendaraan lawas itu menjadi perhatian karena menggunakan tenaga listrik berkat penggunaan Electric Vehicle Conversion Kit yang dibeli pemiliknya, Rudi Susanto, dari California, Amerika Serikat, seharga Rp240 juta.

Rudi Susanto mengatakan, secara total sudah menggelontorkan uang Rp1 miliar untuk menyelesaikan proyek kendaraan lawas bertenaga listrik itu.

“Sebagai pencinta kendaraan klasik, pandangan saya pada 2040 internal combustion engine (ICE) akan mengalami kepunahan. Tapi, kebanyakan penggemar mobil klasik tidak akan membiarkan mesin original itu akan digantikan dengan motor listrik. Menurut saya, pada masa yang akan datang sudah tidak ada lagi bahan bakar bensin, maka menjadi sia-sia kendaraan ini jika tidak diubah ke listrik,” ungkap Rudi di Balai Kartini, Jakarta, Kamis.

Baca juga: ABB Indonesia siapkan stasiun pengisian daya mobil listrik

Baca juga: Hino Hybrid diklaim cocok untuk pasar Indonesia

Untuk mewujudkan impiannya mengubah VW Kodok menjadi berpenggerak listrik, Rudi dibantu AutoLube Motorsport, dengan harapan jika proyek itu berhasil, dapat mempertahankan eksistensi mobil klasik di masa depan.

“Hal ini saya lakukan semata-mata untuk mempertahankan eksistensi mobil klasik di masa mendatang. Apalagi sekarang perkembangan mobil listrik di dunia mulai merambah ke Indonesia,” jelasnya.

Proses pengerjaan memakan waktu enam bulan. Kini, VW Kodok listrik itu menjadi kendaraan harian dari Rudi karena dapat menempuh jarak hingga 150 km dan dapat melaju dalam kecepatan 100km/jam. VW berwarna krem cerah itu membutuhkan waktu 4-5 jam untuk pengisian daya listrik.

Baca juga: PLN siapkan “ultra fast charging” pengisi daya mobil listrik

Baca juga: Wuling tampilkan E200 di IEMS 2019

Baca juga: Toyota i-ROAD, si mungil penyita perhatian di IEMS 2019

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

ABB Indonesia siapkan stasiun pengisian daya mobil listrik

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan teknologi kelistrikan dan otomatisasi PT ABB Sakti Industri (ABB Indonesia) menyatakan dukungannya atas kebijakan pemerintah dalam percepatan program kendaraaan listrik berbasis baterai di Indonesia.

Direktur ABB Indonesia, Dodon Ramlie mengatakan bahwa ABB menghadirkan stasiun pengisian daya listrik untuk kendaraan yang kini sudah terpasang di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Serpong, Tangerang, Banten.

“Kami sudah hadir dilebih dari 68 negara dengan memiliki 80.000 charging station yang salah satunya sudah ada di Indonesia yang ada di Serpong, Tangerang,” ungkap Dodon Ramlie di Balai Kartini, Jakarta, Kamis.

Baca juga: ABB: Indonesia bisa menjadi pusat energi terbarukan

Menurutnya, sejak diperkenalkan pada 2010 hingga saat ini kendaraan listrik yang sudah beroperasi di seluruh dunia mencapai 6 juta kendaraan.

“Setiap tahun penjualan kendaraan listrik semakin meningkat, hampir saat ini sudah ada enam juta yang sudah jalan. Atas dasar itu kami siap memberikan solusi terbaik agar (mobil listrik) bisa berjalan dengan nyaman dengan pengisian yang lebih cepat,” kata Dodon.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai perusahaan teknologi yang memproduski alat charging, juga akan mengajak pihak swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bekerja sama.

“Kami juga akan riset kebutuhan ini bersama dengan pihak yang terkait, karena semakin lama kebutuhan daya ini semakin besar. Sampai saat ini kami memiliki teknologi yang sudah memenuhi standar internasional,” jelasnya.

Alat-alat yang diproduksi oleh ABB Indonesia masih diimpor dari pusatnya di Italia. Mereka masih menunggu aturan pemerintah terkait standarisasi sebelum menggelar riset dan pengembangan di nusantara.

“Standarisasi itu penting agar adanya keseragaman dalam hal plug dari charging itu sendiri, agar tidak semua produsen sembarangan menciptakan plug yang berbeda,” tutupnya.

Baca juga: ABB perkenalkan robot YuMi di Indonesia

Baca juga: ABB resmikan pabrik AIS tegangan menengah

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

DFSK tawarkan solusi kendaraan listrik lewat Glory E3

Jakarta (ANTARA) – Pabrikan otomotif asal China, Dongfeng Sokonindo (DFSK) membawa Glory E3 pada pameran Indonesia Electric Motor Show 2019 (IEMS 2019) di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019, yang diklaim sebagai salah satu solusi kendaraan terlektrifikasi untuk Indonesia yang masih minim infrastruktur pengisian daya listrik.

Deputy Product Division Head PT Sokonindo Automobile, Ricky Humisar Siahaan mengungkapkan, infrastruktur yang masih minim dengan kualitas tegangan listrik di Indonesia yang tidak selalu stabil membuat masyarakat khawatir menggunakan mobil listrik. Namun ia memastikan bahwa perkembangan teknologi baterai memungkinkan orang Indonesia memakai mobil listrik.

“Efisiensi kendaraan listrik terus ditingkatkan, khususnya di komponen baterai karena itu adalah sumber utama dari kendaraan listrik. Baterai-baterai yang digunakan sekarang ini memiliki tenaga besar yang sanggup membawa kendaraan listrik bepergian jauh, dan proses pengisian dibuat lebih singkat dengan fast charging,” ungkap Deputy Product Division Head PT Sokonindo Automobile, Ricky Humisar Siahaan, Kamis.

Glory E3 yang diperkenalkan pada Gaikindo Indonesia Internatioanl Auto Show (GIIAS) 2019, dapat menjadikan sebuah solusi awal bagi kendaraan elektrifikasi di tanah air. Mobil itu diklaim siap dipasarkan di Indonesia.

Baca juga: DFSK minta masukan konsumen untuk harga Glory i-Auto

“Tapi kami masih menunggu aturan turunan dari Perpres No 55 Tahun 2019 yang menyangkut insentif kendaraan listrik itu sendiri bagaimana nantinya,” katanya.

Kendati demikian, dalam acara ini DFSK Glory E3 masih belum terlihat di area test drive, kendaraan ini hanya dipajang di anjungan DFSK.

“Segera akan kita akomodir untuk itu, harusnya iya, banyak situasi dan kondisi yg dipertimbangkan kenapa cuma satu, dan enggak ada test drive. Karena memang banyak pertimbangannya,” jelasnya.

DFSK Glory E3 menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor bertenaga 120 kW dan Torsi 300 Nm, dengan tiga mode berkendara yaitu Normal, ECO, Sport Multi-Driving Mode.

“Kami yakin bahwa lambat laun fasilitas untuk kendaraan listrik ini akan lebih baik, dan teknologi kendaraan listrik akan jauh lebih efisien yang akhirnya mempermudah konsumen menggunakannya. DFSK Glory E3 sudah diniagakan di China, terbukti mobil ini mendapatkan penerimaan yang baik di pasar sana,” tutupnya.

Baca juga: Glory E3 bebas emisi karbon

Baca juga: Glory E3 siap dipasarkan jika regulasi kendaraan listrik rampung

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Hino Hybrid diklaim cocok untuk pasar Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Truk ramah lingkungan produksi Hino Motors, yakni Hino Hybrid dipamerkan dalam pameran kendaraan listrik pertama di Indonesia, Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 yang berlangsung 4-5 September di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kendati belum sepenuhnya menggunakan daya listrik, Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), Hiroo Kayanoki mengatakan truk dengan teknologi hybrid dapat digerakkan dengan tenaga listrik dan biodiesel sehingga lebih ramah lingkungan dan juga irit bahan bakar.

“Truk ini cocok digunakan di Indonesia, menjelang era peralihan kendaran bermesin diesel ke kendaran bertenaga listrik setelah penandatangan perpres kendaraan listrik oleh Presiden Joko Widodo,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Hino Hybrid menggunakan diesel electric hybrid system dengan kelebihan emisi gas buang yang lebih bersih dan dapat menurunkan konsumsi bahan bakar karena sistem hybrid bekerja saat penurunan akselerasi atau keadaan idle.

Baterai akan menjadi sumber energinya, sehingga pemakaian bahan bakar menjadi lebih hemat karena saling melengkapi antara bahan bakar solar dan tenaga baterai.

Hino Hybrid menggunakan baterai NiMH, mengadopsi PCU yang merupakan gabungan dari ECU, inverter, dan baterai yang mendukung hybrid system.

Ada pula teknologi Diesel Particulate Active Reduction System (DPR) dan Selective Catalytic Reduction (SCR) yang dapat menghilangkan partikel berbahaya dan juga mengurangi N0x.

Tak hanya itu, Hino Hybrid juga bisa memanfaatkan CPO produksi dalam negeri melalui biodiesel seperti yang dicanangkan oleh pemerintah untuk B30 di awal 2020 dan juga target B50 di akhir tahunnya.

Baca juga: Penjualan Hino naik di GIIAS 2019

Baca juga: Hino tambah fitur kamera belakang dan ABS

Baca juga: Penjualan melampaui target, Hino optimistis di tahun 2019

Pewarta: A087
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Toyota i-ROAD, si mungil penyita perhatian di IEMS 2019

Jakarta (ANTARA) – Kendaraan listrik roda tiga yang mungil milik Toyota, i-ROAD, menjadi penyita perhatian dalam pameran kendaraan listrik pertama di tanah air, Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 yang berlangsung 4-5 September di Balai Kartini, Jakarta.

Kendati i-ROAD sudah pernah “mejeng” dan dijajal oleh beberapa penggemar otomotif di Indonesia dalam sejumlah acara, kendaraan ramping itu masih menjadi primadona di IEMS 2019. Terlebih, i-ROAD mewakili Toyota untuk teknologi kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV).

“Toyota akan terus berupaya untuk menghadirkan teknologi kendaraan elektrifikasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di setiap negara termasuk Indonesia,” ujar Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono di sela acara IEMS, Rabu.

Baca juga: Kepala BPPT dorong ibu kota ramah lingkungan lewat IEMS 2019

Selain i-ROAD yang digemari di negara asalnya itu, Toyota membawa serta tiga mobil listrik dengan ragam teknologi terkini, yakni Toyota C-HR Hybrid, Prius PHEV, dan Mirai.

C-HR Hybrid mewakili teknologi kendaraan listrik hibrida (Hybrid Electric Vehicle/EV), kemudian Prius untuk Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Mirai untuk teknologi Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).

Toyota menilai bahwa kendaraan bermotor listrik, memberikan keuntungan dalam mengurangi emisi karbondioksida dan menurunkan ketergantungan pada konsumsi bahan bakar.

Baca juga: Puluhan ragam kendaraan listrik “unjuk gigi” dalam IEMS 2019
 

Pewarta: A087
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2019

PLN siapkan “ultra fast charging” pengisi daya mobil listrik

Jakarta (ANTARA) – General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Ikhsan Asaad mengatakan bahwa PLN telah menyiapkan satu Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) dengan kemampuan Ultra Fast Charging Station untuk mengisi daya kendaraan listrik di Jakarta.

Ultra fast charging-nya ada satu, 150 kilo watt, kalau nge-charge 20 menit langsung full,” kata Ikhsan saat ditemui usai seminar yang ia hadiri di Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019, Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu.

Baca juga: Toyota i-ROAD, si mungil penyita perhatian di IEMS 2019

Ketika disinggung mengapa PLN hanya mendirikan satu tempat untuk Ultra Fast Charging, Ikhsan menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut, kendati masih terus digodok oleh pihaknya.

“Ya kita coba dulu ya, selain investasinya cukup mahal, Rp1,5 miliar sampai Rp2 miliar untuk satu ultra fast charging. Makanya tahun ini (satu), tahun depan kami rencananya tambah lagi. Minimal memberi keyakinan ke masyarakat dulu ya,” paparnya.

Walaupun hanya ada satu pos, Ikhsan meminta masyarakat untuk tidak khawatir, karena PLN juga akan membangun tiga stasiun fast charging, dan 10 normal charging di lokasi-lokasi strategis di Jakarta.

“Ada 10 normal charging, lalu tiga fast charging. Targetnya hingga akhir tahun ini (stasiun pengisian daya listrik dibangun),” ujar dia.

Sementara itu, terkait lokasinya, Ikhsan mengatakan bahwa pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menempatkan pos-pos pengisian daya tersebut di beberapa titik strategis Tanah Betawi.

“Saya lagi minta izin sama Gubernur, agar posisinya nanti di dekat Monas, atau HI, biar aksesnya gampang,” pungkasnya.

Baca juga: Wuling tampilkan E200 di IEMS 2019

Baca juga: Nissan kenalkan generasi kedua LEAF, apa keunggulannya?

Baca juga: Mitsubishi bawa Outlander PHEV dan i-MIEV di IEMS 2019

Pewarta: A087
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Wuling tampilkan E200 di IEMS 2019

Jakarta (ANTARA) – Wuling Motors menampilkan mobil listrik generasi kedua dan terbaru, E200, dalam pameran kendaraan listrik pertama di Tanah Air, Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 yang berlangsung 4-5 September di Balai Kartini, Jakarta.

“Secara spesifikasi, E200 tidak jauh berbeda dengan E100. Perbedaan lebih ke arah kenyamanan berkendara yakni dengan adanya NVH (noise, vibration, and harshness),” ujar Danang Wiratmoko dari Perencanaan Produk Wuling Motors , di IEMS, Rabu.

Menurut Danang, NVH membuat kabin kendaraan lebih kedap.

Baca juga: Wuling E200 diklaim bisa cari parkir sendiri

Mobil compact dua penumpang itu, memiliki desain bodi eksterior yang menonjolkan karakter futuristik.

Pada bagian dalam, bentuk dasbor tampil modern, dilengkapi dengan 11 kompartemen penyimpanan, mulai dari bagian pintu, konsol tengah, hingga di bawah bangku penumpang.

Fitur modern turut dihadirkan pada Wuling E200, mulai dari keyless entry, start stop button, electric parking brake (EPB), konektivitas untuk Bluetooth dan WiFi, hingga Intelligent Auto-driving.

Mobil itu juga memiliki tiga mode berkendara yaitu Eco, Normal, dan Sport.

Pengunjung dapat menjajal Wuling E200 dan E100 pada uji kemudi (test drive) di IEMS 2019 hingga esok hari.

Baca juga: Kepala BPPT dorong ibu kota ramah lingkungan lewat IEMS 2019

Baca juga: Puluhan ragam kendaraan listrik “unjuk gigi” dalam IEMS 2019
 

Pewarta: A087
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2019

Nissan kenalkan generasi kedua LEAF, apa keunggulannya?

Jakarta (ANTARA) – Nissan membawa generasi kedua dari mobil listriknya, LEAF, pada pameran kendaraan listrik pertama di Tanah Air, Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 yang berlangsung 4-5 September di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan.

Nissan LEAF generasi kedua dilengkapi teknologi terdepan yang memberikan pengalaman berkendara yang lebih percaya diri, menyenangkan dan terhubung. Mobil ini juga diklaim tidak menghasilkan emisi buangan atau zero emissions, sehingga ramah lingkungan.

”Kendaraan listrik dapat membantu mengurangi polusi udara dan suara, serta ketergantungan terhadap bahan bakar fosil,” tutur Isao Sekiguchi, Presiden Direktur Nissan Indonesia melalui keterangan tertulis di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu.
  Nissan Leaf, salah satu model Nissan yang dilengkapi teknologi ProPILOT. (ANTARA News/Alviansyah)

Baca juga: All New Nissan Juke 2020 hadir di pasar Eropa

“Manfaatnya tidak hanya untuk masyarakat saat ini, tetapi juga untuk generasi selanjutnya di masa depan,” lanjutnya.

E-Pedal merupakan salah satu teknologi baru yang ditawarkan pada seri kedua mobil ini, dan memungkinkan pengemudian dengan satu pedal. Rencananya, Nissan LEAF terbaru akan masuk ke Indonesia pada 2020.

Selain LEAF, dalam IEMS 2019 ini, Nissan mengenalkan teknologi e-POWER yang menggabungkan motor listrik 100 persen dengan mesin bensin yang mengisi daya baterai motor listrik.

Sehingga, akan memberikan pengalaman mengemudi dengan akselerasi instan seperti kendaraan listrik pada umumnya tanpa perlu mengisi ulang daya dari luar.

Baca juga: Beda rasa mengemudi All New Livina dengan versi sebelumnya

Baca juga: Nissan 370Z edisi ulang tahun hadir di Australia, harganya Rp516 juta

Baca juga: Nissan pastikan mobil listrik Leaf masuk Indonesia sesuai rencana awal

Pewarta: A087
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Mitsubishi bawa Outlander PHEV dan i-MIEV di IEMS 2019

Jakarta (ANTARA) – Distributor resmi Mitsubishi di Indonesia, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menghadirkan dua mobil listrik compact pada pameran mobil listrik pertama di Indonesia bertajuk Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 yang berlangsung hingga besok di Balai Kartini, Jakarta.

Dua mobil listrik yang dibawa oleh Mitsubishi kali ini adalah i-MIEV dan Outlander PHEV, yang keduanya diklaim sebagai pionir dari kendaraan listrik Mitsubishi Motors.

“Kami ingin mulai memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia kendaraan yang tidak hanya dapat menunjang mobilitas, namun sekaligus menghemat energi,” papar Kepala Divisi Penjualan dan Pemasaran MMKSI Irwan Kuncoro di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan.

Outlander PHEV sendiri sebelumnya telah resmi diluncurkan pada awal Juli 2019 lalu dan diperkenalkan kepada publik di ajang GIIAS 2019.

Mobil ini menggunakan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle, sehingga bisa melaju menggunakan tenaga listrik yang lebih nyaman dengan kabin super senyap.

Dalam pemakaian normal, Mitsubishi mengklaim baterai yang ada bisa bertahan hingga 10 tahun. Sementara untuk pengisiannya bila memakai fitur quick charge selama 25 menit, maka baterai bisa terisi hingga 80 persen. i-MIEV yang dipamerkan di booth Mitsubishi Motors di IEMS 2019 yang berlangsung di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019). (ANTARA/Dea N. Zhafira)

Sementara itu, mobil lainnya yang Mitsubishi pamerkan, yakni i-MIEV (Mitsubishi innovative Electric Vehicle), telah hadir di Indonesia sejak satu periode lalu dan menjadikannya kendaraan listrik pertama di Indonesia yang lulus uji tipe.

i-MiEV telah dijual di Jepang dan beberapa negara lainnya sejak 2009, harganya sekira Rp400 jutaan. Mitsubishi membawanya ke Indonesia untuk mendukung sosialisasi kendaraan listrik di Indonesia.

Outlander PHEV dan i-MiEV akan ikut berpartisipasi bersama dengan model kendaraan listrik lainnya dalam konvoi kendaraan listrik dengan rute kantor BPPT di Jalan Thamrin, Jakarta, menuju fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di gedung B2TKE-BPPT di Serpong, Tangerang, Sabtu (7/9) mendatang.

Baca juga: New Triton boleh “minum” solar biasa?

Baca juga: Punya mobil listrik? Hindari tiga hal ini

Baca juga: Berapa rupiah yang dibutuhkan sekali isi baterai Outlander PHEV?

Pewarta: A087
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Puluhan ragam kendaraan listrik “unjuk gigi” dalam IEMS 2019

Jakarta (ANTARA) – Puluhan kendaraan berenergi listrik “unjuk gigi” dalam pameran pertama kendaraan listrik bertajuk “Indonesia Electric Motor Show” (IEMS) 2019 yang berlangsung di Balai Kartika, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/9) dan Kamis (5/9).

​”Pameran itu merupakan wujud pelaksanaan kami dalam industri dan daya saing kendaraan bermotor listrik,” ujar Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza di Balai Kartika, Rabu.​​​​​​

Sebanyak 45 peserta pameran dari berbagai instansi pemerintah ataupun perusahaan swasta turut memamerkan kendaraan-kendaraan listrik mereka. Teknologi terbaru mobil dan sepeda motor listrik itu juga datang dari para produsen otomotif Jepang, China, produsen-produsen Eropa, serta berbagai perusahaan dalam negeri dan BUMN.

Baca juga: Luhut sebut saatnya Indonesia jadi produsen kendaraan listrik

Selain pameran kendaraan listrik, IEMS 2019 juga menyuguhkan seminar industri kendaraan listrik mengenai perkembangan teknologi kendaraan listrik nasional, termasuk aspek keamanan dan legalitas kendaraan listrik di jalan raya.

Komponen pendukung dalam ekosistem kendaraan listrik seperti stasiun pengisian daya (charging station) juga turut diperkenalkan dalam acara bertema Electric Vehicle for Smart Transportation itu.

Pameran dapat dikunjungi pada pukul 10.00 hingga 21.00 WIB dan terbuka secara gratis untuk umum.

Baca juga: Kepala BPPT: IEMS 2019 gugah kesadaran ramah lingkungan

Pewarta: A087
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

Kepala BPPT: IEMS 2019 gugah kesadaran ramah lingkungan

Kepala BPPT: IEMS 2019 gugah kesadaran ramah lingkungan
(Dari kiri ke kanan) Kepala BPPT Hammam Riza, Menristekdikti Moh. Nasir, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan perwakilan dari Kemenhub RI meresmikan pembukaan IEMS 2019 di Balai Kartika, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019). (ANTARA News/Dea N. Zhafira)
Jakarta (ANTARA) – Pameran Kendaraan Listrik Indonesia (Indonesia Electric Motor Show) 2019 di Balai Kartika, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/9) dan Kamis (5/9), diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat Indonesia untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan, demikian disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza.

“Pameran itu merupakan perwujudan industri dan daya saing kendaraan bermotor listrik,” ujar Hammam selepas meresmikan IEMS 2019 yang juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir, dan Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko.

Baca juga: Luhut sebut saatnya Indonesia jadi produsen kendaraan listrik

Hammam mengatakan IEMS 2019 dapat memperdalam pemahaman masyarakat tentang kendaraan listrik.

Pameran yang diprakarsai BPPT dan didukung berbagai instansi lain pemerintahan itu menampilkan berbagai mobil listrik, sepeda motor listrik, termasuk komponen pendukung.

Komponen pendukung kendaraan listrik yang juga “unjuk gigi” dalam pameran pertama kendaraan listrik itu antara lain baterai kendaraan dan stasiun pengisian energi (charging station).

Baca juga: BPPT harap Indonesia tidak hanya jadi pasar kendaraan listrik

Pewarta: A087
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

Citroen C3 Aircross Flair rendahkan emisi untuk pasar Inggris

Jakarta (ANTARA) – Produsen kendaraan asal Prancis, Citroen mengumumkan serangkaian pembaruan terhadap C3 Aircross terutama pada emisi karbon dioksida (C02) yang lebih rendah.

Dikutip dari CarsCoops, Rabu, kendaraan itu menggunakan mesin PureTech 1,2 liter yang sesuai dengan standard Euro 6.3. Pembakar bensin berubah pada 130 PS (128 hp / 95 kW) dan digabungkan ke transmisi otomatis enam kecepatan.

Sebagai level standarnya, C3 Aircross Flair akan menggabungkan model interior Urban Red yang disandingkan dengan sandaran tangan pengemudi dan kantong kursi pengemudi yang ergonomis.

Baca juga: Peugeot Citroen akan uji mobil swakemudi di Singapura

Kendaraan itu juga telah memuat fitur berlangganan Citron Connect Nav selama tiga tahun. Fitur lain yang juga disematkan seperti TomTom Live, keyless entry and go, kamera mundur, Rem Keselamatan Aktif, Sistem Kotak Bantuan Darurat, dan velg 17 inci.

Kendaraan yang akan tersedian di pasar Inggris pada Oktober 2019 itu tersedia dalam beberapa warna seperti Pepper Red, Cumulus Grey dan Perla Nera Black yang ditambahkan ke warna sebelumnya yaitu Natural White, Breathing Blue, Platinum Grey, Orange, dan Soft Sand.

Baca juga: Deretan mobil-mobil klasik mungil bersejarah

Pewarta: KR-CHA
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

Wuling E200 diklaim bisa cari parkir sendiri

Jakarta (ANTARA) – Kendaraan penumpang Wuling E100 yang sudah dipasarkan sejak Agustus 2017 di China, dan E200 pada September 2018, akan berkenalan dengan masyarakat Indonesia pada pameran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019, 4-5 September.

Wuling E200 yang mengusung intelegent auto driving, diklaim mampu mencari parkiran sendiri melalui koneksi antara mobil dengan telepon pintar penggunanya.

“Kendaraan itu dapat mencari parkir sendiri jika kita turun di lobi dan juga sebaliknya,” Danang Wiratmoko selaku Product Planning SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) di Jakarta, Selasa.

Kendati demikian, fitur tersebut membutuhkan koneksi internet yang kuat untuk mengarahkan mobil menggunakan ponsel.

“Namun, itu semua harus diimbangi dengan infrastruktur yang dapat terhubung dengan internet agar itu bisa berjalan dengan lancar,” kata Danang Wiratmoko.

Mobil listrik E200 juga diklaim lebih senyap, sehingga menawarkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.

“Pengembangan yang paling terasa dari Wuling E200 adalah kurangnya tingkat kebisingan sehingga E200 lebih kedap. Secara performa sama dengan yang E100,” katanya.

Kendaraan kecil yang masih menggunakan setir kiri dengan bobot kurang dari satu ton itu memiliki dua tempat duduk. Alasannya, menurut riset kendaraan seperti itu yang disukai masyarakat China.

“Dua tempat duduk itu memang sudah menjadi kebiasan masyarakat di China. Apabila hari kerja mereka kebanyakan mengisi kendaraan itu hanya dua orang dengan jarak tidak lebih dari 50 km,” ungkap Danang Wiratmoko.

Baca juga: Wuling E100 dan E200 akan hadir di EIMS 2019

Kendati demikian, kata dia, kebanyakan masyarakat di sana memiliki dua kendaraan berbeda. Yang pertama untuk bekerja, dan lainnya untuk hari libur dengan membawa keluarga.

Kendaraan yang dikenal dengan nama Baojun di negara asalnya memiliki powertrain listrik dengan baterai lithium, dengan tenaga yang dihasilkan sebesar 29 kW dengan torsi maksimum 110 Nm, berkecepatan hingga 100km/ jam dengan jarak tempuh 250 km jika baterai penuh.

Wuling E100 dan Wuling E200 sudah dilengkapi fitur canggih yang dapat menunjang penampilan dan kenyaman dalam berkendara.
  Bagian dalam dari Wuling E100 (Antara News/Chairul Rohman)

Keduanya sudah dilengkapi keyless entry, start stop button, electric parking brake (EPB), konektivitas Bluetooth dan WiFi, hingga Intelligent Auto-driving dengan pemilihan tiga mode berkendara yaitu Eco, Normal, dan Sport.

Kedua mobil listrik asal China itu juga punya fitur keselamatan Electronic Stability Control (ESC), Rear Parking Sensor, Parking Camera, ISOFIX, SRS Airbag, Tyre Pressure Monitoring System (TPMS), hingga sistem deselerasl ABS dan EBD.

Kendaraan itu membutuhkan waktu 8-12 jam saat pengisian daya diisi 3.300 kw. Sedangkan jika dicas dengan sumber listrik yang lebih besar membutuhkan waktu 5 jam.

Dalam kesempatan yang sama Senior Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani mengatakan, Wuling Indonesia belum berniat untuk memasarkan kendaraan ini di Indonesia dan masih melakukan studi untuk kendaraan listrik.

“Kita masih menunggu turunan dari peraturan terkait. Buat kami, karena ini baru, kami juga butuh waktu dan studi lebih dalam untuk mewujudkannya menjadi lebih baik,” kata Dian.

Kendati demikian, ia juga menjelaskan bahwa nantinnya tidak memutup keungkinan kendaraan listrik dari Wuling akan diproduksi di pabrik Cikarang, Jawa Barat.

“Yang jelas dari awal segala produk untuk Indonesia, kami akan usahakan akan memproduksinya di pabrik kita yang memiliki lahan seluas 60 hektar di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat,” tutupnya.

Baca juga: Tanggapan pabrikan otomotif terkait aturan mobil listrik

Baca juga: Almaz dominasi penjualan Wuling di GIIAS 2019

Baca juga: Wuling pajang mobil listrik mungil dan SUV di GIIAS

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Mengenal teknologi SHVS dari Suzuki

Jakarta (ANTARA) – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mendukung kebijakan penerapan kendaraan bermotor ramah lingkungan oleh pemerintah, dengan mengusung teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

“Suzuki turut mendukung pemerintah memasuki era kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan minim kadar emisi CO2 dengan menghadirkan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki,” kata Donny Saputra, Marketing Director 4wheel PT SIS, dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Donny menjelaskan, pada tahun 2017, Suzuki sudah memulai teknologi tersebut melalui kendaraan Ertiga Diesel Hybrid yang mengadaptasi teknologi SHVS.

“Maka dari itu, kami siap mendukung pemerintah menuju masa transisi era mobil listrik, untuk menuju Indonesia bersih udara dan hemat energi,” kata dia.

SHVS adalah teknologi mesin mild hybrid yang telah dikembangkan Suzuki secara global. Khusus di Indonesia, teknologi SHVS masih dalam tahap penelitian agar bisa disesuaikan dengan karakter dan kondisi jalanan di dalam negeri.

Teknologi itu dibuat untuk sistem penggerak mesin dan telah dilengkapi Integrated Starter Generator (ISG) sebagai pengganti alternator konvensional guna memberikan dukungan tenaga pada mesin, sehingga dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Teknologi SHVS juga dilengkapi Lithium Ion Battery yang dirancang untuk menyimpan tenaga yang dihasilkan oleh ISG dan akan digunakan ketika mesin membutuhkan dukungan tenaga. SHVS mencakup efisiensi bahan bakar, ringan, dan kompak sehingga merupakan sistem yang ideal untuk mobil-mobil kompak.

Cara kerja

Teknologi SHVS memiliki sistem kerja sederhana, diawali saat kendaraan berhenti serta pengemudi tidak menginjak pedal, gigi persneling pada posisi netral, kemudian secara otomatis kendaraan akan melakukan Engine Auto Stop yang berfungsi mematikan mesin, namun sistem kelistrikan tetap menyala.

Kemudian apabila pedal diinjak, secara otomatis ISG akan menyalakan kembali mesin kendaraan. Saat melakukan akselerasi awal, tenaga atau listrik yang tersimpan pada baterai akan memberikan dukungan tenaga pada mesin.

Ketika kendaraan dalam posisi melaju, tenaga atau listrik yang tersimpan pada baterai akan dialihkan pada komponen elektrik, seperti lampu, audio, air conditioner, serta multi-information display, sehingga kerja mesin hanya akan dipusatkan untuk menghasilkan tenaga.

Hal itu akan meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar serta meningkatkan performa saat berkendara.

Saat kendaraan deselerasi atau memperlambat laju, ISG secara otomatis mengubah energi kinetik pada putaran roda menjadi energi listrik yang akan mengisi daya baterai. Ketika mobil melakukan pengereman, pengisian daya listrik pada baterai akan semakin besar.

Apabila kendaraan melaju pada kecepatan 15km/jam hingga berhenti dan pengemudi memindahkan gigi ke posisi netral serta melepas pedal, maka secara otomatis kendaraan akan melakukan Engine Auto Stop dan mematikan mesin.

Pada saat mesin berhenti daya listrik yang disimpan pada baterai akan dialihkan pada komponen elektrik untuk tetap menjaga sistem kelistrikan tetap menyala. Siklus yang sama akan berulang lagi ketika pengemudi menjalankan kendaraannya.

Baca juga: PLN dukung kendaraan listrik mulai dari SPKLU hingga diskon TDL

Baca juga: Kendaraan listrik akan dibebaskan dari pajak kendaraan bermotor

Baca juga: Hyundai Nexo salah satu kendaraan paling aman di AS

Pewarta: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019