Toyota kenalkan mobil ramah lingkungan TS050 Hybrid, Prius PHEV GR

Tangerang (ANTARA) – PT Toyota-Astra Motor (TAM) tidak hanya menampilkan produk andalan, namun juga mengusung semangat “Start Your Impossible” dengan menampilkan mobil berteknologi canggih dan ramah lingkungan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang Banten, 18-28 Juli.

Kendaraan khusus (special exhibit) yang dihadirkan yaitu Toyota Fine Comfort Ride (F-CR) yang merupakan kendaraan konsep untuk solusi mobilitas masa depan berteknologi tinggi, serta beberapa special exhibit lainnya yang merupakan teknologi ramah lingkungan yaitu TS050 Hybrid dan Prius PHEV GR.

“Semangat dan komitmen Toyota tidak hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan pasar melalui produk – produk, tapi juga teknologi dan layanan untuk masa depan kehidupan yang lebih baik,” kata Vice president Director, PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, di GIIAS 2019, Kamis.

Baca juga: Jusuf Kalla sambangi anjungan Toyota, langsung lirik Yaris Sport
  Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) melihat produk terbaru mobil Toyota usai membuka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke- 27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (18/9/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/pras.

Semangat “Start Your Impossible” menjadi representasi tema anjungan Toyota di GIIAS untuk memberi pesan kepada pengunjung mengenai komitmen Toyota yang bertransformasi dari perusahaan otomotif menjadi perusahaan mobilitas.

“Pada GIIAS 2019 ini Toyota senantiasa menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung dan memberdayakan mobilitas pelanggan untuk melampaui serta memotivasi mereka dalam berpikir dan mencapai sesuatu di luar batasan mereka, khususnya untuk merasakan dan mewujudkan mobilitas dengan teknologi canggih guna meraih kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Pada perhelatan GIIAS 2019 ini TAM menghadirkan booth dengan konsep dan desain yang bernuansa muda (youthful), mencerminkan semangat baru dengan menekankan pencapaian dalam pengembangan teknologi otomotif canggih untuk menghadapi berbagai tantangan dan membuat mobilitas semakin mudah dan nyaman.

Dalam nuansa youthful, pada anjungan seluas 3.013,5 m2, atau lebih luas dibanding tahun sebelumnya (2.870 m2), Toyota menampilkan 23 line-up kendaraan dari semua segmen yang dimiliki oleh Toyota, baik passengers maupun commercials, dan juga special exhibit.

Dan untuk semakin memberikan kemudahan dan kenyamanan, keseluruh produk-produk tersebut akan di tampilkan dan dibagi ke dalam 6 zona, yaitu Everyday Life Zone yang diisi dengan Avanza, Veloz, Kijang Innova, HiAce, serta Calya. Toyota GR supra (Antara News/Chairul Rohman)

Baca juga: Saksikan seni debus, cara komunitas Etios Valco rayakan hari jadi

Pada Fun factor zone diisi dengan Rush TRD Sportivo, Fortuner TRD Sportivo, Yaris TRD Sportivo. Ride With Pride Zone diisi dengan Alphard Hybrid, Camry Hybrid, Vellfire, dan Voxy.

Semangat Beyond Technology diwujudkan Toyota dengan menghadirkan Beyond Technology Zone yang akan menampilkan C-HR Hybrid, TS050 Hybrid, Prius PHEV GR dan Hybrid X-Ray.

Zona selanjutnya yaitu Push The Limit Zone yang akan menghadirkan C-HR dan GR Supra yang merupakan produk terbaru dari Toyota. Zona terakhir adalah Highlight Zone yang akan akan menampilkan 3 produk yang benar-benar eye-catching, yaitu GR Supra, Toyota 86, dan juga C-HR.

Kehadiran Customer Lounge Area dihadirkan sebagai wujud implementasi semangat Beyond Service, dimana pada area ini akan hadir pula TARRA corner. Sedangkan Special Zone diwujudkan dengan menghadirkan Start Your Impossible Corner dan juga Media Lounge.

Baca juga: Toyota luncurkan GR Supra senilai Rp2 Miliar

Baca juga: Toyota kenalkan tiga kendaraan baru di GIIAS 2019

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Mobil listrik Lowo Ireng Reborn

Mahasiswa mengemudikan mobil Lowo Ireng Reborn di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Kamis (18/7/2019). Mobil Lowo Ireng Reborn buatan Pusat Unggulan Iptek – Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO ITS) bersama Departemen Teknik Elektro ITS dan Departemen Teknik Mesin ITS itu merupakan mobil listrik yang ramah lingkungan serta mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 160 km per jam. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.

Van dari Mercedes Benz punya baterai dan nama baru

Jakarta (ANTARA) – Van penumpang dari Mercedes Benz kini ditenagai baterai listrik dan menyandang nama baru, yakni eVito Tourer. Kendati demikian, kendaraan ini belum bisa didapatkan karena kendaraan ini baru diluncurkan untuk layanan berbagi kendaraan, Berlkonig, di Berlin, sebagai bentuk dari usaha patungan ViaVan yang juga beroperasi di Amsterdam, London dan Milton Keynes.

eVito Tourer baru kini dilengkapi dengan tenaga motor listrik yang menghasilkan 85 kW (116 PS / 114 hp) dan torsi 295 Nm (218 lb-ft). Fitur baterai 41 kWh yang dipasang di bagian bawah bodi, yang menawarkan jangkauan hingga 156-186 km (97-116 mil), dengan sekali pengisian daya, yang membutuhkan enam jam untuk pengisiannya.

Van listrik baru ini akan sanggup menampung hingga sembilan penumpang, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu dengan memilih dari beberapa varian tempat duduk, dan tersedia dalam dua dimensi yang berbeda (5.140 mm dan 5.370 mm – 202.4-211.4 in). Apa pun konfigurasi yang dipilih memiliki berat kotor maksimum adalah 3.200 kg (7.055 pon).

“Integrasi eVito Tourers pertama di dunia dalam armada kami adalah langkah lebih lanjut menuju tujuan kami bekerja sama dengan kota-kota dan penyedia angkutan umum untuk membuat mobilitas perkotaan lebih berkelanjutan,” kata General Manager ViaVan Berlin, Valerie von der Tann yang diktuip dari CarsCoops, Minggu.

“Kami senang hari ini sudah lebih dari setengah armada kami di Berlin menggunakan tenaga listrik. Pada akhir tahun 2020, kami ingin melihat seluruh armada kami di Berlin dilengkapi dengan penggerak listrik,” tambahnya.

Selain dari dua versi eVito, Mercedes-Benz Vans akan memperluas portofolionya dengan eSprinter yang akan diluncurkan akhir tahun ini. Selain itu, versi produksi Concept EQV, yang ditampilkan di Jenewa musim semi ini, akan diluncurkan di Frankfurt Motor Show pada bulan September.

Baca juga: Musk: Tesla mungkin tertarik garap van Sprinter bersama Mercy

Baca juga: VW kenalkan Buzz Cargo, van listrik canggih untuk bisnis

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Nissan LEAF “mendarat” di Australia

Jakarta (ANTARA) – Mobil listrik Nissan LEAF tiba di Australia pada Jumat (12/7) waktu setempat, akan dijual di 89 diler di seluruh penjuru Negeri Kanguru, merupakan jaringan kendaraan listrik terbesar secara nasional sejauh ini.

“Nissan sangat senang memiliki Nissan LEAF baru yang dijual di Australia,” kata Stephen Lester, direktur pelaksana Nissan Australia dalam pernyataan resmi Nissan, dikutip Sabtu.

“Sebagai pelopor kendaraan listrik secara global, Nissan LEAF baru yang sepenuhnya listrik mewakili masa depan kendaraan bermotor Australia. Kami berharap untuk melihat lonjakan penjualan EV di Australia,” tambahnya.

Menawarkan pengalaman pembelian EV yang holistik, kolaborasi dengan JET Charge akan membantu pelanggan dengan semua kebutuhan infrastruktur pengisian daya baterai di rumah mereka.
  Mobil listrik Nissan LEAF digunakan untuk Final Liga Champions 2019. (ANTARA News/Nissan)

Bermitra dengan Chargefox, Nissan berharap kesadaran penggunaan kendaraan ramah lingkungkan makin tinggi dan bisa menyiapkan Australia dalam menghadapi melonjaknya penjualan kendaraan listrik.

Di Chile, Amerika Latin, Nissan juga memperkenalkan teknologi Vehicle-to-Grid dengan memanfaatkan Nissan LEAF sebagai kendaraan ujicoba. Proyek ini bekerja sama dengan ENEL X dan Badan Energi Berkelanjutan setempat.

Sistem Vehicle-to-Grid tidak hanya memungkinkan pengisian daya baterai kendaraan listrik, tapi kendaraan listrik melalui baterainya juga bisa memasok listrik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kantor.

Baca juga: Nissan kerahkan 363 mobil listrik untuk final Liga Champions

Baca juga: Tanggapan Nissan Indonesia soal potensi Leaf jadi taksi listrik

Baca juga: Nissan LEAF e+ jalani debut, hadir dengan powertrain baru

Pewarta: S026
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Fiat 500 bakal hadir dalam versi listrik

Jakarta (ANTARA) – Grup otomotif Italia-Amerika, Fiat Chrysler (FCA), akan menanamkan modal 700 juta euro (Rp11,1 triliun) untuk menghadirkan mobil ikonis Fiat 500 versi penggerak listrik.

“Rencana itu sudah dikonfirmasi,” kata Pimpinan FCA Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, Pietro Gorlier, dilansir Reuters, Kamis (11/7).

Dia mengatakan FCA menginvestasikan 700 juta euro untuk membangun lini produksi baru di Mirafiori, Italia, yang mampu membuat 80.000 unit Fiat 500 listrik.

Menurut rencana, model yang pertama kali diproduksi pada 1957 itu akan dipasarkan di Eropa kemudian Amerika Serikat.

Baca juga: Seniman Italia buat patung Fiat 500 dari marmer

Produksi akan dimulai pada kuartal kedua 2020 dengan kapasitas yang akan diperluas secara bertahap, menurut Gorlier.

Investasi 700 juta euro adalah tahap awal dari rencana investasi Fiat senilai 5 miliar euro di Italia hingga 2021.

Pada masanya, Fiat 500 merupakan kompetitor Volkswagen Beetle. Namun keduanya berbeda nasib. Beetle telah berhenti diproduksi, sedangkan Fiat 500 akan terus dipasarkan dengan teknologi yang dikembangkan.

Baca juga: Fiat akan perkenalkan dua mobil edisi khusus di Amerika

Pewarta: A069
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

Minat konsumen meningkat, Toyota genjot penjualan mobil hybrid

Jakarta (ANTARA) – Toyota Indonesia bakal menggenjot penjualan mobil hybrid di Indonesia seiring dengan minat konsumen yang cenderung meningkat pada kendaraan yang memiliki tenaga pengerak ganda yaitu mesin biasa (bensin) dan listrik itu.

“Sejak satu dekade penjualan mobil hybrid Toyota di Indonesia sudah mencapai 2 000 unit, dan awarenessnya terus meningkat,” kata Wakil Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto di Jakarta, Selasa.

Penjualan sebesar 2.000 unit itu, kata dia, terdiri dari beberapa model mobil Toyota yang telah disematkan teknologi hybrid, termasuk Prius, Camry, Alphard, Lexus, dan terakhir CH-R.

Dalam enam bulan terakhir, lanjut Henry, permintaan mobil hybrid menunjukkan pertumbuhan. “Contohnya Camry Hybrid tahun lalu porsinya hanya tiga persen (dari total penjualan Camry), sekarang sudah 10 persen. Demikian pula dengan mobil CH-R hybrid porsinya di atas 50 persen,” katanya.

Kendati permintaan terus tumbuh, Henry mengakui belum banyak konsumen teredukasi tentang kendaraan hybrid.

“Mobil hybrid itu bukan hanya hemat bahan bakar, tapi juga fun to drive lebih baik. Banyak konsumen berpikir, aftersale-nya sulit, padahal tidak ada bedanya dengan mobil biasa,” kata Henry.

Ditambahkan Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmi, pihaknya akan makin fokus dan menggenjot pemasaran mobil hybrid.

“Kalau sebelumnya penjualan mobil hybrid hanya 30 unit sebulan, kami targetkan bisa naik 40-50 unit per bulan,” kata Anton.

Diakuinya, sampai saat ini sedan Camry hybrid mendominasi penjualan mobil hybrid Toyota di Indonesia. Sedan Camry hybrid, lanjut dia, banyak dipakai para eksekutif perusahaan.

“Test yang kami lakukan pada Camry dan CH-R, varian hybrid irit (bahan bakar) hingga 70 persen dibanding yang biasa,” kata Anton.

Ia optimistis permintaan kendaraan hybrid akan terus meningkat seiring pemahaman masyarakat tentang manfaat mobil tersebut yang tidak hanya hemat bahan bakar, ramah lingkungan, tapi juga makin nyaman dikendarai.

“Apalagi jika pemerintah nanti pengeluaran aturan pajak baru tentang mobil low emisi, maka harga mobil hybrid akan semakin murah, mendekati mobil biasa,” kata Anton.

Baca juga: Toyota akan pamerkan kendaraan elektrik dalam GIIAS 2019

Pewarta: R016
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2019

Mengenal Harley-Davidson listrik LiveWire

Jakarta (ANTARA) – Pabrikan moge (motor gede) Harley-Davidson tidak ketinggalan dalam hiruk pikuk tren kendaraan ramah lingkungan, dengan memperkenalkan motor listrik teranyarnya LiveWire. Lalu apakah khas suara mesin Harley hilang?

“Suara bising yang kamu dengar akan menjadi jantung balapmu,” demikian slogan yang diberikan pabrikan motor AS ini untuk LiveWire guna menyakinkan penggemar Harley-Davidson bahwa suara mesin motor listrik ini tetap “garang”.

Motor yang dibanderol 29.799 dolar atau sekira Rp421,4 juta ini, mengutip spesifikasi yang dirilis Harley-Davidson, Senin, dapat melaju dari 0-100 km per jam dalam waktu hanya 3 detik saja.

Sebagai versi bertenaga baterai listrik, LiveWire tidak dilengkapi dengan kopling dan roda gigi.

“Dapatkan kekuatan instan saat Anda memutar throttle. Tidak ada kopling untuk dilepas. Tidak ada roda gigi untuk dijalankan. Yang Anda lakukan hanyalah menggerakkan pergelangan tangan Anda dan lepas landas,” kata Harley-Davidson. Motor listrik Harley-Davidson LiveWire. (ANTARA News/Harley-Davidson)

Harley-Davidson LiveWire memiliki baterai bertegangan tinggi (atau RESS; Sistem Penyimpanan Energi yang Dapat Diisi Ulang) yang terdiri dari sel-sel lithium-ion yang dikelilingi oleh selubung aluminium bersirip.

Baterai tegangan tinggi ini membuat LiveWire bisa menjangkau 140 mil (225 km) untuk satu kali pengisian daya penuh baterai.

Sementara pada kondisi lalu lintas tersendat atau macet, motor ini mampu menjangkau 88 mil (142 km).

Jika daya baterainya diisi dengan pengisian standar di rumah, ini akan terisi penuh dalam pengisian semalam. Dan, untuk pengisian yang lebih cepat, pengguna bisa mengunjungi stasiun pengisian cepat DC Level 3—belum tersedia di Indonesia.

Dengan teknologi pengisian Level 3, baterai LiveWire terisi 80 persen dalam waktu 40 menit dan 100 persen dalam satu jam.

LiveWire dilengkapi dengan sistem Kontrol Chassis Elektronik (ECC). Fungsi terpisah ECC bekerja bersama untuk memberi pengendara lebih banyak kepercayaan dan kontrol dalam situasi yang kurang ideal.

ECC mengelola Sistem Anti-lock Braking (ABS), Sistem Kontrol Traksi (TCS) dan Sistem Kontrol Slip-Tarik Torsi (DSCS) dengan memodulasi torsi yang tersedia di roda belakang.

Hal itu menggabungkan kontrol elektronik dan hidraulik jika diperlukan, memanfaatkan unit pengukuran inersia enam-sumbu (IMU) terbaru dan teknologi sensor ABS. Motor listrik Harley-Davidson LiveWire. (ANTARA News/Harley-Davidson)

Terdapat layar lumayan besar di tengah stang kemudi LiveWire, dan sistem itu terhubung dengan jaringan seluler dengan teknologi Panasonic. Pengguna bisa terhubung dari jarak jauh dengan motor melalui telepon pintar dan aplikasi Harley-Davidson terbaru.

Pengguna dapat memeriksa indikator-indikator vital kendaraan, seperti status pengisian daya baterai, lihat lokasinya di peta, dan mendapatkan peringatan ketika motor ditabrak, dirusak, atau dipindahkan.

Dari sisi desain, LiveWire sangat berbeda dari kebanyakan motor Harley-Davidson. Motor ini seperti kebanyakan motor sport bergaya futuristik lainnya, lebih ramping, tidak begitu panjang, dan simpel. Hanya pada tabung tempat konektor pengisian daya listrik yang didesain seperti tangki bahan bakar motor-motor Harley-Davidson sebelumnya.

Baca juga: Harley-Davidson serius garap skuter listrik

Baca juga: Harley-Davidson perkenalkan dua motor listrik konsep

Baca juga: ABS dan ESC bakal jadi fitur standar sepeda motor AS

Pewarta: S026
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi investasi di Mobility House

Jakarta (ANTARA) – Aliansi otomotif Renault-Nissan-Mitsubishi melalui sayap modal venturanya, Alliance Ventures, mengumumkan investasinya di Mobility House, sebuah perusahaan teknologi yang menyediakan platform untuk mengintegrasikan baterai kendaraan dengan jaringan listrik cerdas.

Investasi baru Alliance Ventures ini merupakan tahap awal dalam usahanya menjadi ujung tombak pengembangan teknologi generasi lanjut untuk industri otomotif, khususnya untuk aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi. Mobility House berbasis di Jerman, Swiss, dan Silicon Valley, Kalifornia.

“Alliance Ventures bertujuan untuk menyediakan ekosistem yang tepat dari inovasi terbuka untuk memastikan perusahaan anggota Alliance memberikan mobilitas untuk hari esok,” kata François Dossa, Wakil Presiden Global Alliance untuk Ventures dan Open Innovation serta Ketua Alliance Ventures, dikutip Minggu.

Transisi mobilitas dan energi akan berkontribusi pada komitmen Aliansi terhadap kendaraan tanpa emisi dan pencapaian visi kami: “membentuk masa depan mobilitas”, kata Dossa menambahkan.

Baca juga: Berambisi ke pasar global, Waymo gandeng Nissan dan Renault

Perusahaan anggota Alliance dan The Mobility House telah memulai beberapa proyek bersama, di antaranya melalui proyek Vehicle-to-Grid (V2G) di Jerman yang menggunakan Nissan LEAF.

Bekerja sama dengan Renault, Mobility House akan memasarkan sistem penyimpanan energi stasioner terbesar yang dibuat dengan baterai kendaraan listrik di Eropa dan berkontribusi melalui platform energi pintar untuk membuat pulau Portugis, Porto Santo, dekat Madeira, sebagai pulau pintar pertama di dunia.

“Alliance Ventures adalah investor yang sempurna untuk The Mobility House,” kata Thomas Raffeiner, pendiri dan CEO The Mobility House. “Fakta bahwa visi dan keahlian perusahaan kami cocok dengan baik telah terbukti berkali-kali di masa lalu. Kami senang bahwa kami dapat memulai lebih banyak proyek dan membuat visi bersama kami tentang energi berkelanjutan menjadi kenyataan lebih cepat.”

Investasi di Mobility House oleh Alliance Ventures ini merupakan yang terbaru setelah di 11 perusahaan rintisan lainnya, termasuk perusahaan baru yang berbasis di Amerika Utara, Eropa, dan China.

Nilai investasi di Mobility House tersebut tidak diungkapkan.

Baca juga: Triber akan diekspor ke pasar langganan Renault Kwid

Baca juga: Pemegang saham Mitsubishi lengserkan Carlos Ghosn

Baca juga: Honda, Audi dan Renault pakai speaker pintar Alibaba

Pewarta: S026
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019

Nedo, Sharp dan Toyota akan uji coba baterai tenaga surya

Jakarta (ANTARA) – Nedo, Sharp Corporation (Sharp) dan Toyota Motor Corporation (Toyota) pada Kamis (4/7) waktu setempat telah mengumumkan rencananya untuk menguji coba kendaraan berlistrik pada akhir Juli mendatang.

Uji coba dilakukan untuk menilai seberapa efektif perbaikan untuk jarak tempuh serta seberapa efisiensi pemakaian bahan bakar dari kendaraan listrik yang sudah dilengkapi dengan baterai bertenaga surya tingkat tinggi.

Untuk memfasilitasi pelaksanaan uji coba ini, Sharp memodulasi sel baterai bertenaga surya berkelas dunia dengan tingkat tinggi, yang sebelumnya dikembangkan untuk proyek yang dipimpin Nedo, untuk membuat onboard panel baterai bertenaga surya. Toyota memasang panel ini di atap kap pintu palka belakang, dan bagian lain dari “Prius PHV” dan menghasilkan mobil demo untuk uji coba jalan umum.

Dengan meningkatkan efisiensi panel baterai bertenaga surya dan memperluas area onboard-nya, Toyota mampu mencapai output generasi daya pengenal sekitar 860 W, hampir sekitar 4,8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan model komersial Prius PHV (dilengkapi dengan solar sistem pengisian).

Selain secara substansial meningkatkan output pembangkit listriknya, mobil demo ini sudah menggunakan sistem yang mengisi daya baterai penggerak saat kendaraan diparkir dan juga saat sedang dikendarai, sebuah pengembangan yang diharapkan akan mengarah pada peningkatan yang cukup besar dalam jangkauan jelajah bertenaga listrik dan efisiensi bahan bakar.

Dikutip dalam laman resmi Toyota, Juma, pada uji coba nanti, Toyota berencana akan melakukannya di berbagai kondisi seperti di Toyota City, Prefektur Aichi, Tokyo, dan area lainnya.

Setelah uji coba nanti, berbagai data termasuk keluaran pembangkit listrik dari panel baterai surya dan jumlah baterai drive yang terisi akan diperoleh dan terverifikasi. Kemduian nantinya data-data tersebut akan digunakan sebagai bahan untuk pengembangan sistem pengisian solar onboard.

Toyota berencana untuk berbagi pilihan hasil data uji coba dengan Nedo dan Sharp. Komite Strategi Kendaraan bertenaga PV yang disponsori oleh NEDO dan entitas lainnya akan mengevaluasi manfaat berdasarkan peningkatan pengurangan emisi CO2 serta kenyamanan berkendara, seperti berapa kali kendaraan membutuhkan pengisian ulang. Tujuannya adalah untuk berkontribusi pada penciptaan pasar panel baterai surya baru, termasuk sektor transportasi, dan menemukan solusi untuk masalah energi dan lingkungan.

Baca juga: Garuda jadi BUMN pertama pengguna bus listrik produksi dalam negeri

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019

Mobil berbahan bakar hidrogen ITS bertarung di kompetisi DWC Inggris

Jakarta (ANTARA) – Para mahasiswa yang tergabung dalam ITS Team 5 atau Tim Antasena, dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, membawa mobil Urban Concept berbahan bakar hidrogen untuk bertarung pada kompetisi Drivers World Championship di London pada 29 Juni – 5 Juli 2019.

Tim Antasena telah mengalahkan lebih dari 100 tim inovator berbakat yang berasal dari berbagai negara Asia Pasifik dan Timur Tengah dalam Drivers’ World Championship Qualifier atau Shell Eco-marathon Asia 2019 di Sepang, Malaysia.

Dalam babak penyisihan tersebut, ITS Team 5 meraih capaian baru dalam kompetisi adu cepat kendaraan ultra-efisien serta penghargaan Off-track Hydrogen Newcomer Award. Sebagai catatan, ITS Team 5 berhasil meraih capaian jarak tempuh sejauh 90 km/m3, jauh melampaui hasil yang diraih juara tahun lalu untuk kategori yang sama pada 46 km/m3.

ITS Tim 5 menurunkan mobil Antasena FCH 1.0 dan berhasil membawa pulang peringkat runner-up kategori Urban Concept – Hydrogen di ajang bergengsi Shell Eco-Marathon Asia 2019 di Malaysia yang membawa mereka melaju ke ajang Drivers’ World Championship Qualifier Regional Asia.

Dalam adu balap tersebut, tim Antasena kembali menorehkan prestasi dengan menjadi juara kedua, menjadikan mereka satu-satunya perwakilan dari Indonesia.

“Kami bangga bahwa kompetisi Shell Eco-marathon Asia yang sudah 10 tahun berjalan ini berhasil melahirkan inovator-inovator muda berbakat. Kami berharap kompetisi sejenis ini dapat membantu menciptakan talenta-talenta muda Indonesia yang mampu berinovasi dan menjadi agen perubahan yang lebih baik lagi untuk negeri tercinta,” kata Presiden Direktur dan Country Chairman PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi, dalam keterangannya, Selasa.

“Prestasi Tim Antasena menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi tinggi dalam berkreasi merancang teknologi dan inovasi otomotif terbaik untuk mendobrak pardigma efisiensi dan transformasi energi,” kata dia.

Ghalib Abyan selaku General Manager Tim ITS 5 mengatakan bahwa Perjuangan di Drivers’ World Championship akan lebih berat, ketimbang kompetisi sebelumnya.

“Kalau di arena Shell Eco-marathon Asia, peserta diminta untuk membuktikan mobil yang paling efisien di masing-masing kategori yang dilombakan. Sedangkan untuk menjadi pemenang di DWC, diperlukan kesinergisan antara teknologi, inovasi serta kerjasama yang baik antar anggota tim untuk menekan batasan efisiensi energi,” kata Ghalib.

Ia menambahkan, “Untuk itu, keahlian dan strategi dalam menangani kendaraan dan mengatur efisiensi energi merupakan keharusan guna membantu tim menjadi yang pertama dalam mencapai garis finis.”

Pada tahun-tahun sebelumnya, Indonesia umumnya unggul di kelas ICE (mesin pembakaran internal) dan listrik. Untuk itu, dengan masih minimnya teknologi di Asia dan Amerika, maka tantangan terbesar tim Indonesia adalah menghadapi lawan dari Eropa dan juga negara tetangga Singapura yang memiliki fasilitas Fuel-Cell yang mumpuni.

Kesuksesan Antasena diraih dengan kerja keras oleh kurang lebih 25 anggota tim yang terdiri dari tim teknis dan juga tim non-teknis yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Material dan Metalurgi, Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Infrastruktur Sipil, Teknik Mesin Industri dan Manajemen Bisnis.

Baca juga: Hyundai sepakati kerjasama hasilkan hidrogen dari listrik

Baca juga: China mulai kembangkan truk berbahan bakar hidrogen

Baca juga: Toyota genjot penjualan mobil berbahan bakar hidrogen mulai 2020

Pewarta: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019