Analis: Ekspor Melambat Tekan Harga CPO

Ilustrasi. (FOTO: MI/Abdullah)

Jakarta: Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terus merosot, tertekan oleh meningkatnya stok dan produksi serta melambatnya ekspor.

Mengutip analisa tim Monex Investindo Futures, Selasa, 13 November 20188, harga CPO untuk pengiriman November telah jatuh 15 ringgit Malaysia menjadi 1.865 ringgit Malaysia per ton.

Kemudian harga patokan kontrak berjangka ditutup turun 6 ringgit Malaysia ke level 2.034 ringgit Malaysia per ton pada perdagangan kemarin. Ini merupakan yang terendah sejak September 2015.

Kepala penelitian perkebunan CIMB Investment Bank Bhd Ivy Ng mengatakan para pemain perkebunan lokal yang berjuang dalam lingkungan harga rendah akan melihat kinerja mereka semakin terpengaruh di kuartal keempat jika harga bertahan pada level saat ini.

Berjangka CPO masih sedikit di atas angka 2.000 ringgit Malaysia, tetapi jika melihat harga spot, mereka telah jatuh di bawah 2.000 ringgit Malaysia.

Memasuki kuartal keempat ini menjadi perhatian bagi para pekebun. Karena jika harga ini bertahan, mereka akan melihat harga lebih rendah daripada yang dicapai pada kuartal ketiga.

Ng berharap harga rata-rata CPO sekitar 2.320 ringgit Malaysia untuk tahun ini. Bahkan, dia mengatakan ada risiko penurunan perkiraan ini karena penurunan harga akhir-akhir ini.

“Ke depan, kami berharap harga CPO akan berkisar antara 2.000 ringgit Malaysia dan 2.300 ringgit Malaysia,” katanya kepada StarBiz.

(AHL)