Bank Sentral Turki Mempertahankan Suku Bunga Acuan

Ankara: Bank sentral Turki mempertahankan suku bunga acuannya atau tidak berubah seperti yang diperkirakan. Kondisi itu dilakukan setelah ada peningkatan hubungan diplomatik dengan Washington yang telah membantu lira menghitung kembali sebagian besar kerugiannya tahun ini.

Lira telah jatuh karena hubungan dengan Amerika Serikat memburuk. Masing-masing pihak memberlakukan sanksi tit-for-tat serta tarif tambahan. Inti dari perselisihan itu adalah penahanan yang dilakukan oleh otoritas Turki kepada seorang pendeta AS, yang sekarang telah dibebaskan.

Untuk mendukung mata uang dan melawan melonjaknya inflasi, bank sentral Tiongkok pada bulan lalu menaikkan suku bunga acuannya sebesar 6,25 poin, dalam sebuah langkah yang juga menenangkan kekhawatiran investor tentang independensi bank. Keputusan itu juga dalam rangka meredam gejolak perekonomian Turki.

“Perkembangan terbaru mengenai prospek inflasi menunjukkan risiko signifikan terhadap stabilitas harga. Meskipun kondisi permintaan domestik yang lemah akan mengurangi kemerosotan dalam prospek inflasi, namun risiko kenaikan pada perilaku harga terus berlanjut,” kata bank sentral Turki, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 27 Oktober 2018.

Presiden Turki Tayyip Erdogan ingin melihat kredit murah mengalir ke perusahaan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi. Seruannya untuk suku bunga yang lebih rendah telah memukul keyakinan terhadap kemampuan bank sentral untuk secara memadai menanggapi kenaikan inflasi, yang mencapai level tertinggi 15 tahun pada September.

Bank sentral Turki meninggalkan suku bunga repo satu minggu pada 24 persen setelah menaikkan tingkat kebijakannya sebesar 11,25 poin pada tahun ini. Sebanyak 12 dari 15 ekonom dalam jajak pendapat telah memperkirakan bank sentral Turki akan memilih untuk memutuskan tingkat kebijakannya tidak berubah.

Mata uang Lira masih turun sepertiga terhadap USD di tahun ini, tetapi telah menemukan dukungan sejak pembebasan pendeta AS Andrew Brunson. Setelah keputusan bank sentral Turki, lira awalnya melemah menjadi 5,71 terhadap USD dibandingkan dengan 5,67 sebelum pengumuman. Namun, mulai menguat di di 5,68.

(ABD)