Keputusan Bank Sentral Eropa Buat USD Kian Perkasa

New York: Dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Hal itu terjadi setelah bank sentral Eropa (ECB) memutuskan mempertahankan suku bunga utama untuk kawasan euro tidak berubah.

Mengutip Antara, Jumat, 26 Oktober 2018, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat 0,25 persen menjadi 96,6743 pada akhir perdagangan. Di akhir perdagangan New York, euro jatuh ke USD1,1359 dari USD1,1387, dan pound Inggris merosot jadi USD1,2815 dari USD1,2880 pada sesi sebelumnya.

Sedangkan dolar Australia naik menjadi USD0,7085 dibandingkan dengan USD0,7064. USD dibeli 112,58 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 112,41 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik menjadi 1,0004 franc Swiss dari 0,9972 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3078 dolar Kanada dari 1,3017 dolar Kanada.

Suku bunga dasar zona euro akan tetap di 0,00 persen, dengan suku bunga pinjaman marjinal dan suku bunga deposito tetap masing-masing di 0,25 persen dan minus 0,40 persen ECB memperkirakan bahwa suku bunga utama akan tetap pada tingkat saat ini setidaknya hingga musim panas 2019.

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 20 Oktober, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 215 ribu, meningkat 5.000 dari tingkat yang tidak direvisi pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan.

Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 211.750, tidak berubah dari rata-rata yang belum direvisi minggu sebelumnya sebesar 211.750. Sementara itu, defisit perdagangan AS dalam barang melebar untuk bulan keempat berturut-turut pada September, membawanya menjadi USD76 miliar, menurut Departemen Perdagangan.

Departemen itu mengatakan ekspor barang-barang AS untuk September mencapai USD141,0 miliar atau USD2,5 miliar lebih banyak daripada ekspor Agustus. Sementara itu, impor barang untuk September mencapai USD217,0 miliar atau USD3,1 miliar lebih besar dari impor Agustus.

(ABD)