Dolar AS Hempaskan Dua Mata Uang Utama Dunia

New York: Dolar Amerika Serikat (USD) melesat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena euro melemah terhadap dolar Amerika Serikat (UAS) pada indeks pembelian manajer yang buruk. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,49 persen menjadi 96,4336 pada akhir perdagangan.

Mengutip Xinhua, Kamis, 25 Oktober 2018, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1387 dari USD1,1467 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2880 dibandingkan dengan USD1,2985 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7064 dibandingkan dengan USD0,7084.

Sementara itu, USD membeli 112,41 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 112,47 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik menjadi 0,9972 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9956 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3017 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3087 dolar Kanada.

Indeks Pembelian Manajer Penggerak Manufaktur Jerman (PMI) turun ke-29 bulan di 52,3 pada Oktober, dari 53,7 pada September. Sementara Indeks Output Komposit Zona Euro PMI turun ke level terendah 25 bulan di 52,7 pada Oktober, menurut laporan yang dikeluarkan oleh IHS Tandai. Euro dan sterling Inggris kehilangan lebih dari 0,7 persen terhadap USD pada Rabu.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 608,01 poin atau 2,41 persen menjadi 24.583,42. Sedangkan S&P 500 melemah sebanyak 84,59 poin atau 3,09 persen menjadi 2.656,10. Indeks Nasdaq Composite turun 329,14 poin atau 4,43 persen menjadi 7.108,40.

Baik Dow Jones dan S&P 500 telah menghapus keuntungan mereka tahun ini, sementara Nasdaq berada di wilayah koreksi. AT&T melaporkan laba yang disesuaikan per saham sebesar 90 sen dan ekspektasi pasar hilang. Saham perusahaan jatuh lebih dari delapan persen pada penutupan.

United Parcel Service mendaftarkan laba yang disesuaikan per saham sebesar USD1,82, sesuai dengan ekspektasi analis. Pendapatannya mencapai USD17,44 miliar, nyaris kehilangan ekspektasi. Saham perusahaan turun 5,52 persen setelah mengatakan kebijakan perdagangan AS membebani laba operasi.

(ABD)