Pemerintah akselerasi pengembangan kendaraan listrik

Jakarta (ANTARA News) –  Pemerintah mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, salah satunya melakukan harmonisasi regulasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

“Terkait fasilitas fiskal, kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan. Setelah disepakati dan sesuai arahan ratas, selanjutnya dikoordinasikan dengan Menko Perekonomian dan Kemaritiman untuk persiapan Perpresnya,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto lewat keterangannya di Jakarta, Selasa.

Kemudian, Menteri Keuangan akan berkonsultasi dengan Komisi XI DPR.

Menperin menyampaikan hal itu seusai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik di Kantor Presiden, Jakarta.

Menperin menjelaskan pengembangan kendaraan listrik sebagai salah satu komitmen pemerintah dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 29 persen pada tahun 2030, sekaligus menjaga ketahanan energi, khususnya di sektor transportasi darat.

“Jadi, tren global untuk kendaraan masa depan adalah yang hemat energi dan ramah lingkungan,”  tuturnya. Selain itu, dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

“Sesuai yang disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo, melalui kendaraan bermotor listrik dapat mengurangi pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM), serta mengurangi ketergantungan kita pada impor BBM yang berpotensi menghemat devisa kurang lebih Rp798 triliun,” ujar Menperin.

Ia menegaskan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyusun peta jalan untuk pengembangan industri otomotif nasional.

Salah satu fokusnya adalah memacu produksi kendaraan emisi karbon rendah atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), termasuk di dalamnya kendaraan listrik.

“Targetnya pada tahun 2025, populasi mobil listrik diperkirakan tembus 20 persen atau sekitar 400.000 unit dari 2 juta mobil yang diproduksi di dalam negeri,” ungkapnya.

Di samping itu, pada tahun 2025, juga dibidik sebanyak 2 juta unit untuk populasi motor listrik.

“Jadi, langkah strategis sudah disiapkan secara bertahap, sehingga kita bisa melompat untuk menuju produksi mobil atau sepeda motor listrik yang berdaya saing di pasar domestik maupun ekspor,” tuturnya.

Hal ini juga sejalan dengan implementasi program prioritas Making Indonesia 4.0.

Menperin menambahkan penyusunan Perpres sebagai payung hukum sedang diformulasikan terutama mengenai persyaratan yang akan menggunakan fasilitas insentif.

Dalam implementasinya nanti, pada tahap awal, diberlakukan dengan bea masuk nol persen dan penurunan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor listrik.

Menperin juga menilai, salah satu kunci pengembangan kendaraan listrik berada pada teknologi baterai. “Indonesia punya sumber bahan baku untuk pembuatan komponen baterai, seperti dari nikel laterit yang merupakan material energi baru,” ujarnya.

Baca juga: “Mimpi” Luhut, Indonesia ekspor mobil listrik ke Australia dan Afrika

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2019

Nissan Note terpopular di Jepang pada tahun lalu

Jakarta (ANTARA News) – Nissan Note adalah mobil yang paling diburu di Jepang selama 2018 lalu karena pelanggan menyukai powertrain e-Power yang ada di kendaraan itu, seperti halnya Nissan Serena yang juga menjadi minivan populer di negara tersebut. 1

“Teknologi Nissan memberi pelanggan kami pengalaman berkendara yang lebih aman, lebih menyenangkan, dan lebih nyaman,” kata Wakil Presiden Senior Nissan, Asako Hoshino, dikutip dalam laman resmi Nissan, Kamis.

Nissan telah menjual 136.324 Note mobil kompak di Jepang pada tahun yang 2018 lalu, melampaui peringkat penjualan kendaraan yang terdaftar. Peringkat tersebut tidak termasuk kendaraan mini dan merek asing.

Popularitas sistem e-POWER membantu Note menjadi model Nissan pertama yang meraih mahkota penjualan dalam setahun penuh. Sekitar 70 persen pelanggan Note memilih sistem ini.

Nissan telah menjual lebih dari 200.000 mobil Nissan Note dengan e-POWER sejak diperkenalkannya teknologi ini di Jepang pada November 2016. Sistem ini menampilkan drivetrain listrik dengan baterai yang diisi oleh mesin bensin.

Karena roda digerakkan semata-mata oleh motor listrik, model e-POWER menawarkan kelancaran, akselerasi instan dan kinerja tangkas yang sama dengan kendaraan listrik murni. Mesin bensin, yang hanya digunakan untuk mengisi baterai, beroperasi pada kecepatan optimal setiap saat untuk efisiensi bahan bakar maksimum.

“Kamu bisa berharap lebih banyak lagi di masa yang akan datang,” tambahnya.

Sistem e-POWER telah tersedia di Serena sejak Maret 2018. Nissan menjual 99.865 Serena pada 2018, menjadikannya minivan No. 1 di Jepang.

Baca juga: Carlos Ghosn demam tinggi, pemeriksaan lanjutan ditunda
Baca juga: Infiniti Motor umumkan presiden barunya
Baca juga: Nissan LEAF e+ jalani debut, hadir dengan powertrain baru

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2019

Byton galang 500 juta dolar AS danai pertumbuhan mobil listrik

Jakarta (ANTARA News) – Pabrikan kendaraan listrik yang didanai China, Byton, berusaha mengumpulkan sedikitnya 500 juta dolar AS untuk membiayai pertumbuhan, nilai perusahaan yang hampir berusia tiga tahun itu diperkirakan lebih dari 4 miliar dolar AS, dua orang yang akrab dengan masalah tersebut mengatakan kepada Reuters.

Dilansir Reuters, Selasa (8/1), rencana penggalangan dana terbaru datang ketika pemerintah China mempromosikan kendaraan energi baru, kategori yang terdiri dari mobil hybrid bertenaga baterai dan plug-in baterai-bensin, untuk membantu mengurangi polusi udara dan mendukung pengembangan teknologi tinggi.

Byton tertarik untuk mengajak investor asing, terutama dalam penggalangan dana terbaru dan hasilnya akan digunakan untuk membiayai produksi massal kendaraan SUV listrik premium pertamanya – Byton M-Byte serta untuk penelitian dan pengembangan, kata salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. 

Pabrikan kendaraan listrik Tesla Inc pada Senin (7/1) telah mendirikan pabrik di Shanghai, di mana mereka berencana untuk mulai memproduksi kendaraan listrik Model 3 pada akhir tahun, langkah pertama dalam lokalisasi produksi di pasar mobil terbesar di dunia.

Apa yang disebut Gigafactory adalah pabrik mobil pertama yang sepenuhnya milik asing di negara itu, sebuah cerminan dari pergeseran yang lebih luas di China untuk membuka pasar mobil, bahkan di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat.

Kepala eksekutif dan co-founder Byton, Carsten Breitfeld mengatakan kepada Automobilwoche Jerman pada Oktober tahun lalu bahwa perusahaan dapat meluncurkan penawaran umum perdana untuk mendanai ekspansi dan akan mencari putaran penggalangan dana tambahan dari investor swasta sebelum IPO.

Baca juga: Elon Musk: Tesla mulai pembangunan pabrik di Shanghai

Sudah didukung raksasa ritel China Suning dan pengembang properti dan penyedia layanan kesehatan yang berbasis di Hong Kong Fullshare Holdings, Byton awal tahun lalu memikat investor baru termasuk pembuat mobil milik negara FAW Group dan pemasok baterai Contemporary Amperex Technology Co senilai 500 juta dolar AS dalam putaran pendanaan Seri B.

Perusahaan sedang mengerjakan putaran penggalangan dana Seri C, kata juru bicara Byton, tetapi menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Perusahaan yang menjalankan kantor di China, Amerika Serikat dan Jerman, adalah salah satu dari beberapa startup kendaraan listrik yang sebagian besar didanai China, bertaruh pada manfaat produksi lokal untuk bersaing dengan Tesla dan raksasa otomotif lainnya.

Saingan lokalnya termasuk NIO Inc yang terdaftar di Nasdaq dan Xpeng Motors, yang didukung oleh Alibaba Group.

Baca juga: Mobil listrik Inggris Laureti bangun pabrik di India, diluncurkan 2021

Sementara pasar mobil China yang lebih luas telah mendingin, pasar NEV-nya (new energy vehicle/kendaraan energi baru) tumbuh dengan cepat.

Penjualan NEV naik 37,6 persen pada November dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, dan melonjak 68 persen menjadi 1,3 juta kendaraan pada Januari-November, asosiasi industri otomotif utama negara itu mengatakan bulan ini.

NIO Inc, yang mengumpulkan 1 miliar dolar AS di salah satu IPO AS terbesar tahun lalu oleh sebuah perusahaan China, mengatakan bulan lalu telah mengirimkan 9.726 kendaraan SUV (sport utility vehicle) listrik ES8 pada 15 Desember, hampir mencapai target mereka sendiri yakni 10.000 kendaraan pada akhir 2018.

Mantan eksekutif BMW dan Nissan Motor ikut mendirikan perusahaan mobil listrik di China yakni Future Mobility Corp (FMC), yang pada September 2017 menamakan mereknya “Byton”.

FMC, perusahaan induk, berencana untuk meluncurkan kendaraan di Amerika Serikat dan Eropa segera setelah memulai penjualan di dalam negeri pada tahun 2019.

FMC Juni lalu memesan ke pemasok Jerman Duerr untuk sebuah toko cat yang mampu menangani 150.000 mobil per tahun, di kota Nanjing, Cina timur, salah satu markas Byton.

Baca juga: Byton andalkan SUV listrik di LA Auto Show

Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2019

Fiat Chrysler kian dekati penyelesaian masalah emisi diesel

Jakarta (ANTARA News) – Fiat Chrysler Automobiles kian mendekati penyelesaian terkait tuduhan Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang menyatakan bahwa produsen mobil Italia-Amerika itu telah menggunakan perangkat lunak ilegal yang membuat 104.000 unit kendaraan diesel di AS mencemari udara di luar batas hukum, seseorang menjelaskan terkait masalah itu pada Selasa (8/1).

Dilansir Reuters, Rabu, penyelesaian yang dapat diumumkan paling cepat pada minggu ini, diharapkan meliputi denda sipil yang signifikan serta dana perusahaan untuk mengganti kerugian akibat kelebihan emisi diesel, kata sumber itu, dan akan mencakup klaim dari Departemen Kehakiman, negara bagian AS dan pemilik kendaraan.

Perusahaan, yang menolak berkomentar pada Selasa, telah membantah melakukan kesalahan dan sebelumnya mengatakan bahwa merela tidak pernah ada upaya membuat perangkat lunak untuk menipu aturan emisi. 

Pada bulan Oktober, Fiat Chrysler menyisihkan 713 juta euro (815 juta dolar AS) untuk menutup biaya potensial yang terkait dengan kasus ini.

Reuters juga sebelumnya melaporkan bahwa Departemen Kehakiman AS mencari denda sipil “substansial” dari Fiat Chrysler setelah menggugat pada Mei 2017, menuduh perusahaan itu menggunakan perangkat lunak ilegal yang menyebabkan emisi berlebih pada 104.000 kendaraan diesel AS yang dijual sejak 2014.

Fiat Chrysler memenangkan persetujuan dari regulator AS pada Juli 2017 untuk menjual kendaraan diesel dengan perangkat lunak yang diperbarui. 

Departemen Kehakiman menolak memberikan komentar pada Selasa.

Regulator AS dan California meningkatkan pengawasan kendaraan diesel setelah Volkswagen AG mengakui telah menginstal perangkat lunak ilegal pada kendaraan di AS selama bertahun-tahun untuk menghindari standar emisi.

Volkswagen setuju membayar lebih dari 25 miliar dolar AS di Amerika Serikat untuk klaim dari pemilik, regulator lingkungan, negara bagian dan diler.

Regulator mengatakan kendaraan diesel Fiat Chrysler memiliki kontrol emisi yang tidak diungkapkan, yang memungkinkan kendaraan untuk mengeluarkan polusi berlebih selama mengemudi normal.

Reuters melaporkan pada bulan Februari bahwa tawaran penyelesaian yang dikirim ke pengacara Fiat Chrysler oleh Departemen Kehakiman pada Januari 2018 mengharuskan perusahaan untuk mengganti kerugian akibat polusi yang berlebihan dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kelebihan emisi di masa depan.

Perusahaan dan pengacara pemerintah telah berdebat selama berbulan-bulan karena besarnya hukuman, kata sumber tersebut.

Departemen Kehakiman melakukan penyelidikan kriminal terpisah yang sedang berlangsung mengenai kelebihan emisi. Komisi Sekuritas dan Bursa AS dan sekelompok jaksa agung negara bagian AS juga telah menyelidiki.

Selain itu, regulator AS telah menyelidiki emisi diesel pada kendaraan Daimler AG. Daimler mengatakan dalam pengarsipan keuangan bahwa pihaknya menghadapi investigasi yang sedang berlangsung oleh otoritas AS dan Jerman terkait emisi diesel berlebih yang pada akhirnya dapat menyebabkan hukuman dan penarikan yang signifikan.

Tidak seperti VW dan Daimler, Fiat Chrysler masih menjual kendaraan penumpang bertenaga diesel di Amerika Serikat dan berencana untuk menawarkan versi diesel dalam dua SUV Jeep tambahan pada tahun 2020.

Baca juga: Prancis selidiki kemungkinan Fiat curangi emisi diesel

Baca juga: Uji diesel Fiat dilaporkan tunjukkan tingkat emisi tak biasa

Baca juga: Tak hadiri pertemuan soal emisi, Fiat didamprat Menteri Transportasi Jerman
 

Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2019

Rivian R1T, mobil listrik bermodel truk pickup

Plymouth (ANTARA News) – Jika Tesla menawarkan mobil listik bermodel sedan, kini muncul perusahaan kendaraan elektrik Rivian Automotive yang menyuguhkan mobil-mobil bermodel truk pickup.

Rivian memamerkan truk pickup listrik bernama R1T pada pameran otomotif Los Angeles pada Senin (26/11). Mereka optimistis kendaraan tipe komersial itu akan diterima baik konsumen di Amerika Serikat, dilansir Reuters, Selasa.

CEO Rivian berusia 35 tahun, RJ Scaringe, mengatakan bahwa permintaan untuk pickup listrik “tidak terlayani secara besar-besaran.”

Rivian akan menjual pickup R1T pada musim gugur 2020.

Baca juga: TNI AL jajaki penggunaan kendaraan tempur bertenaga listrik

Kendati demikian, Rivian bukanlah pabrikan pertama yang memproduksi pickup listrik karena sudah ada Workhorse Group Inc asal Cincinnati yang akan memproduksi truk listrik pada 2019.

Jika Workhorse akan menjual pickup listrik kepada kalangan terbatas, Rivian justru mengicar pasar berbeda yakni konsumen individual yang gemar berpergian, karena pickup itu diklaim bisa melaju sejauh 400 mil berkat penyimpanan daya pada tiga pack baterai.

“Apa yang kita bicarakan di sini adalah mobil yang tidak diarahkan dengan baik, tidak ditangani dengan baik, memiliki tingkat bahan bakar ekonomis yang sangat buruk,” kata Scaringe kepada wartawan di Michigan.

Rivian belum mengumumkan harga mobil listrik itu, tetapi Scaringe mengatakan akan mulai menjualnya di bawah harga 70.000 dolar AS (sekira Rp1,01 miliar) sebelum dikenakan pajak.

Adapun varian yang dipasangkan paket baterai terkuat akan dijual dengan harga 90.000 dolar AS (sekira Rp1,3 miliar).

Baca juga: Musk: Tesla mungkin tertarik garap van Sprinter bersama Mercy

  Rivian R1T (Rivian Official)

Ragu

Pejabat industri dan analis otomotif meragukan potensi mobil listrik bermodel pickup ini. Mereka tidak yakin model ini akan terjual dengan jumlah yang besar, kecuali bisa menawarkan daya jelajah yang melampaui mobil bermesin kovensional.

Rivian menawarkan daya angkut 1.760 pon (790 kilogram) dengan kekuatan untuk menarik beban 11.000 pon (5 ton) yang dianggap kurang sebanding dengan pickup populer di AS yakni Ford F-150 atau GMC Sierra.

“Sebuah hybrid lebih masuk akal,” kata Sam Fiorani pengamat otomotif dari Auto Forecast Solutions yang menilai pickup berpenggerak hybrid akan lebih baik ketimbang listrik sepenuhnya.

Baca juga: Di China, harga Tesla turun hingga 26 persen

Di sisi lain, CEO Tesla Elon Musk mengatakan kepada para investor pada Agustus bahwa pickup listrik “mungkin favorit saya secara pribadi untuk produk berikutnya”.

Ford Motor Co menjanjikan pickup F-150 versi hybrid pada 2020 dan mengisyaratkan model listrik sepenuhnya di masa depan.

Sampai saat ini sebagian besar pasar pickup di AS masih menggandakan model-model bermesin konvensional, misalnya Jeep Gladiator terbaru yang akan diluncurkan di Los Angeles.

Adapun Rivian menyasar konsumen yang sama dengan Jeep Gladiator, yakni kalangan pengguna rekreasi yang menggunakan mobil pickup untuk penunjang gaya hidup, misalnya mengangkut jet-ski, berkemah atau mengangkut motor offroad.

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2018

Renault Samsung tawarkan lebih banyak Twizy untuk layanan berbagi mobil

Jakarta (ANTARA News) – Renault Samsung Motors Corp mengatakan akan menyediakan lebih banyak mobil listrik ultracompact Twizy ke layanan berbagi mobil (car-sharing) lokal, sebagai langkah untuk memperkuat posisi sebagai pembuat kendaraan listrik terdepan. 

Dilansir Yonhap pada Rabu, Renault Samsung secara bertahap akan memasok 45 model Twizy lainnya ke layanan berbagi mobil LH Happiness yang tersedia di 23 kompleks apartemen yang dibangun oleh Korea Land & Housing Corp (LH), perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Renault Arkana diluncurkan di Moscow International Auto Show 2018

Baca juga: Renault Lodgy gagal dalam uji tabrakan Global NCAP

Pembuat mobil  telah menyediakan 45 model Twizyke 23 jaringan komplek apartemen milik LH sejak 2013, untuk membantu penghuni apartemen menggunakan mobil listrik seharga 3.000 won (2,70 dolar AS) per jam, kata juru bicara perusahaan.

Renault Samsung memiliki kendaraan Twizy, mengelola dan melakukan pembayaran untuk biaya pengisian mereka, kata dia. Apartemen LH biasanya dialokasikan untuk rumah tangga berpendapatan rendah.

Produsen mobil Perancis Renault S.A. memegang 80 persen saham di Renault Samsung.

Baca juga: Indeks CAC-40 Prancis ditutup melemah termasuk saham Renault

Baca juga: VW-Renault akan pelopori penggunaan WiFi 5G pada mobil
 

Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2018

Jonan sebut tidak mampu beli mobil listrik

Jakarta,  (ANTARA News) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut tidak mampu membeli mobil listrik pribadi, karena gajinya tidak cukup untuk itu. 

“Saya disuruh jadi contoh dulu untuk memiliki mobil listrik. Lha bagaimana, harganya masih sekitar Rp 5 miliar untuk sejenis Mercy S Class dari Tesla kalau impor. Tidak cukup gaji saya,” canda Jonan dalam acara Pertamina Energy Forum 2018 di Jakarta, Kamis. 

Namun Jonan mengakui telah memiliki motor listrik senilai Rp15 juta. Setidaknya menurutnya itu menjadi langkah mengawali era kendaraan listrik. 

Jonan menjelaskan permasalahan mahalnya kendaraan listrik di Indonesia juga menjadi kendala untuk memulai era elektrifikasi industri otomotif. 

Hal itu, menurutnya, akan mungkin menjadi masif apabila dukungan berupa pemberian insentif bagi pengembang mobil listrik di Indonesia. 

Tentu saja juga didukung dengan infrastruktur SPBU listrik yang sudah banyak tersedia di beberapa daerah. 

Sedangkan, jika era kendaraan listrik tidak dimulai,  maka pada tahun 2025 diperkirakan impor minyak dan gas bumi bisa dua kali lipat. 

Gini saja,  tidak perlu beli kendaraan listrik sekarang,  pakai saja kompor listrik,  kan sudah murah juga sekarang banyak dijual,  itu sudah mengurangi gas,” katanya. 

Upaya mendorong pengembangan kendaraan listrik merupakan usaha pemerintah untuk mengurangi beban impor migas,  selain itu juga dapat mengurangi emisi gas buang. 

Baca juga: Tahun depan bakal dibuat pembangkit listrik tenaga sawit

Baca juga: Jonan canangkan SPBU berfasilitas isi daya mobil listrik

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2018

BMW pertimbangkan mobil hybrid yang bisa diubah ke mode listrik

Los Angeles (ANTARA News) – BMW menyatakan akan mempertimbangkan untuk membuat mobil bermesin hybrid yang bisa beralih ke mode khusus berpenggerak listrik secara otomatis, untuk dijual di wilayah perkotaan dengan tingkat polusi yang tinggi.

Ini merupakan cara BMW bersaing dengan kompetitor yang menggunakan mobil listrik sepenuhnya guna menyediakan mobilitas ramah lingkungan.

“Mobil mematikan mesin pembakaran secara otomatis,” kata anggota dewan direksi BMW, Klaus Froehlich, kepada Reuters di Los Angeles, Jumat.

Berkat konektivitas dan sistem navigasi BMW, mobil-mobil itu dapat dikonversi secara otomatis untuk mematikan mesin bakar, kata Froehlich, menambahkan bahwa BMW X5 bisa menjelajah 80 kilometer dalam mode listrik.

Baca juga: All New BMW M2 Competition resmi diperkenalkan

Saat ini, BMW mendemonstrasikan teknologi itu kepada otoritas di kota-kota Jerman yang akan melarang mobil bermesin diesel karena mencemari udara, untuk menaati peraturan lingkungan yang digalakkan Uni Eropa.

Gara-gara skandal emisi diesel Volkswagen pada 2015, berbagai kota termasuk London, Paris, dan Stuttgart mempertimbangkan larangan kendaraan bermesin bakar.

Di sisi lain, banyak calon konsumen berpikir ulang untuk membeli mobil listrik. Alasan utamanya adalah infrastruktur pengisian daya yang kurang memadai sehingga memilih kendaraan bermesin hibrida.

Kendaraan bermesin hibrida sangat penting bagi konsumen Eropa karena biasanya mereka hanya mengandalkan satu jenis mobil untuk berbagai keperluan.

Pengadilan administratif Jerman pada Februari lalu memutuskan bahwa kota-kota dapat melarang penggunaan kendaraan diesel di sejumlah ruas jalan guna meningkatkan kualitas udara kota.

Baca juga: BMW pertimbangkan bangun pabrik manufaktur kedua di AS

Baca juga: BMW i8 Roadster, supercar hybrid 369 tenaga kuda

Pewarta:
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2018

Tesco dan Volkswagen kembangkan stasiun pengisian kendaraan listrik di Inggris

Jakarta (ANTARA News) – Peritel terbesar Inggris Tesco dan pembuat mobil Jerman Volkswagen mengumumkan pada Jumat, telah menjalin kerja sama untuk mengembangkan jaringan pengisian kendaraan listrik di Inggris.

Tesco dan Volkswagen meluncurkan lebih dari 2.400 tempat pengisian kendaraan listrik di 600 toko Tesco dalam tiga tahun ke depan, seperti dilaporkan Reuters.

Mobil listrik dan kendaraan lain yang menggunakan bahan bakar alternatif mencapai sekitar 6 persen dari penjualan di Inggris dan merupakan bagian pasar yang tumbuh paling cepat, naik 22 persen sepanjang tahun ini, dibantu oleh skema pemerintah yang mendukungnya.

Stasiun pengisian akan dipasang oleh Pod Point, yang telah memasang lebih dari 2.500 stasiun yang tersedia di lokasi termasuk pengecer, stasiun servis dan hub transportasi.

Pod Point mengatakan kesepakatan Tesco dan Volkswagen akan memberikan peningkatan 14 persen jumlah stasiun pengisian publik di Inggris.

Pelanggan akan dapat mengisi daya mobil listrik menggunakan pengisi daya 7kW normal secara gratis atau charger 50 kW cepat untuk biaya sesuai dengan harga pasar.

Tesco mengatakan inisiatif ini dibangun di atas komitmennya untuk menggunakan 100 persen listrik terbarukan pada tahun 2030.

Baca juga: Volkswagen berencana bangun pabrik kendaraan listrik di Amerika Utara

Baca juga: Inggris disarankan larang penjualan kendaraan bermesin bakar mulai 2032

Baca juga: Kemenperin umumkan isi aturan kendaraan rendah emisi

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2018

Mitsubishi apresiasi BPPT resmikan dua stasiun pengisian daya mobil listrik

Jakarta (ANTARA News) – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi Motors Corporation (MMC) di Indonesia, menyambut positif langkah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Republik Indonesia (BPPT RI) meresmikan dua stasiun pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia.

BPPT hari ini meresmikan dua fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia, yakni stasiun pengisian daya cepat (fast charging station) 50 kW di gedung BPPT Jakarta, dan stasiun pengisian daya “pintar” (smart charging station) 20 kW di Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT Puspiptek, Tangerang Selatan.

“Mitsubishi Motors turut berpartisipasi dalam proses sosialisasi dan studi bersama terkait pengembangan kendaraan listrik di Indonesia,” ucap Director of Coordination & Development Division PT. MMKSI, Ogi Ikematsu di Jakarta, Rabu.

Dalam peresmian itu, dua model kendaraan listrik Mitsubishi, i-MiEV dan Outlander PHEV turut berpartisipasi sebagai model kendaraan penumpang yang didemonstrasikan dalam pengisian daya kendaraan listrik, bersama dengan model kendaraan listrik lainnya, seperti bus listrik, sepeda motor listrik, dan sepeda listrik.
  Mitsubishi i-MiEV (ANTARA News/HO)

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah yang mempercepat pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, Mitsubishi juga telah mendonasikan 2 unit i-MiEV dan 8 unit Outlander PHEV, serta 4 unit fasilitas pengisian daya cepat kepada pemerintah melalui Kementerian Perindustrian.

Baca juga: Mitsubishi Motors serahkan 10 kendaraan listrik untuk Indonesia

“Di mana Mitsubishi I-MiEV sebagai salah satu kendaraan tersebut diterima oleh BPPT dan berpartisipasi dalam acara (peresmian) ini,” ucap Ogi.

Kendaraan-kendaraan itu akan disertakan dalam serangkaian studi pemodelan tentang bagaimana infrastruktur transportasi yang ada di Indonesia saat ini dapat mengakomodasi kendaraan listrik. 

Termasuk menilai penggunaan kendaraan listrik di berbagai lingkungan, seperti kawasan perkotaan, wisata dan pulau terpencil.

Rangkaian peresmian fasilitas pengisian daya cepat yang dilakukan BPPT dilanjutkan dengan road trip kendaraan listrik yang melibatkan peserta yang merupakan pengguna kendaraan listrik dan juga merek otomotif produsen kendaraan listrik dengan rute kantor BPPT Jakarta yang terletak di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat menuju fasilitas pengisian daya kendaraan listrik yang terletak di gedung B2TKE-BPPT di Serpong, Tangerang.

Baca juga: Beda penggunaan mobil listrik Mitsubishi dan Toyota dalam studi Kemenperin

Baca juga: Soal arah kebijakan mobil listrik di Indonesia, Mitsubishi yakini PHEV teknologi paling pas

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018

Soal pabrik mobil listrik, Mitsubishi tunggu antusiasme pasar Tanah Air

Jakarta (ANTARA News) – Mitsubishi masih menunggu antusiasme masyarakat terhadap kendaraan listrik sebelum memutuskan untuk membangun pabrik perakitan kendaraan listrik di Indonesia. Demikian disampaikan oleh Director of Coordination & Development Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia Ogi Ikematsu, di Jakarta, Rabu.

“Untuk pabrik perakitan lokal masih sulit, bukan karena teknologi, tapi kami butuh pasarnya terlebih dahulu,” ucap Ogi.

Dia mengatakan bila pasar mobil listrik telah terbentuk di Tanah Air, maka pihaknya baru bisa mempertimbangkan untuk mempelajari pengembangan sekaligus promosi bisnis mobil listrik di Indonesia.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa untuk bisa membangun pabrik perakitan mobil listrik di Indonesia, diperlukan juga sejumlah faktor penunjang lainnya, seperti keberadaan perusahaan produsen baterai.

“Banyak kabar tentang pabrik baterai, yang juga dibutuhkan dalam perakitan lokal. Baterai merupakan komponen penting bagi mobil listrik. Jika ada pabrik baterai di Indonesia, itu akan membuat lebih mudah untuk kami membangun pabrik perakitan lokal,” ujar Ogi.

Terkait langkah pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang meresmikan fasilitas stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik pertama di Indonesia, Ogi mengapresiasi hal tersebut.

“Mitsubishi Motors turut berpartisipasi dalam proses sosialisasi dan studi bersama terkait pengembangan kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Mitsubishi apresiasi BPPT resmikan dua stasiun pengisian daya mobil listrik

Baca juga: Mitsubishi Motors serahkan 10 kendaraan listrik untuk Indonesia

BPPT hari ini meresmikan dua fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia, yakni stasiun pengisian daya cepat (fast charging station) 50 kW di gedung BPPT di kawasan jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat dan stasiun pengisian daya “pintar” (smart charging station) 20 kW di Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT Puspiptek, Tangerang Selatan.

Ogi berharap ke depannya fasilitas stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik bisa semakin menjamur di Indonesia. Dengan begitu, secara lambat laun pasar kendaraan listrik di Nusantara bisa segera terbentuk.

“Kita memang membutuhkan pendorong untuk bisa menaruh stasiun pengisian daya, seperti di mall, toko, atau bahkan di rumah dan apartemen. Itu yang harus ditekankan untuk dipasang. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah juga sudah harus mempersiapkan hal tersebut,” ujar Ogi.

Baca juga: BPPT : pengisian daya mobil listrik bisa lebih cepat

Baca juga: BPPT : perlu ada regulasi mobil listrik

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018

Volkswagen bisa bikin 15 juta mobil listrik dalam beberapa tahun ke depan

Jakarta (ANTARA News) – Volkswagen mengumumkan akan memiliki kapasitas untuk membangun hingga 15 juta mobil listrik selama beberapa tahun ke depan, berdasarkan laporan Reuters yang dilansir Fortune, Jumat (7/12).

Perusahaan asal Jerman itu menginvestasikan lebih dari 11 miliar euro (12,5 miliar dolar AS) untuk kendaraan listrik dan otonom pada 2023, di mana lebih dari 80 persen di antaranya (9 miliar euro) akan dialokasikan untuk mobil listrik.

Angka 15 juta itu merupakan koreksi atas pernyataan Chief Executive Volkswagen, Herbert Diess yang sebelumnya menyebut angka 50 juta unit, dalam sebuah wawancara dengan Automotive News.

Baca juga: Volkswagen bisa produksi hingga 50 juta mobil listrik

Volkswagen sebelumnya mengatakan pihaknya berencana membangun 10 juta kendaraan dalam gelombang pertama mobil elektrik dengan harga terjangkau.

VW merencanakan untuk memiliki 27 model kendaraan listrik yang diproduksi pada akhir tahun 2022, dengan mobil-mobil di bawah merek Volkswagen, Audi, dan Skoda.

Model pertama diharapkan keluar tahun depan.

Ini adalah bagian dari strategi pembuat mobil untuk keluar dari model mesin pembakaran setelah mobil generasi berikutnya menggunakan teknologi “tradisional”, menurut Automotive News.

Volkswagen mengatakan bahwa mereka juga membangun aliansi dengan Ford, dan mungkin menggunakan pabrik perusahaan itu untuk membangun kendaraan di Amerika Serikat. Perusahaan saat ini mengkonversi beberapa pabriknya di Eropa untuk membangun kendaraan listrik daripada mobil bermesin pembakaran.

Baca juga: Volkswagen berencana bangun pabrik kendaraan listrik di Amerika Utara

Baca juga: Volkswagen gelontorkan investasi Rp734 triliun demi mobil listrik
 

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018

Honda akan pasarkan PCX listrik di Asia Tenggara

Jakarta (ANTARA News) – Honda mengumumkan akan segera memasarkan motor matic PCX listrik di Asia Tenggara, dengan penjualan untuk pelanggan bisnis maupun perorangan diawali dari Filipina.

Tidak seperti model-model lainnya, PCX ELECTRIC ini dipasarkan dengan skema penjualan sewa baik untuk pelanggan bisnis maupun perorangan.

PCX ELECTRIC dikembangkan berdasarkan PCX yang populer berdesain stylish, dengan mesin yang lebih ramah lingkungan berkat unit daya listrik kompak baru yang dikembangkan Honda, kata Honda dalam pernyataan resminya, dikutip Minggu.

Honda mengatakan, motor listrik PCX ini menggunakan Struktur Interior Permanen Magnet (IPM) yang menyediakan torsi yang cukup dari revs rendah, mewujudkan kinerja akselerasi dan menanjak yang kuat dan halus.

Dengan baterai listrik yang digendongnya, PCX ELECTRIC, yang menyasar pengguna perkotaan dan butuh kenyamanan, mampu menempuh perjalanan 41km untuk satu kali isi daya baterai penuh.

Baterai PCX ELECTRIC bisa diisi daya dengan menggunakan konektor yang sudah disediakan atau dengan charger eksternal opsional.

Sepeda motor dengan kapasitas 125cc ini akan disewakan di resor wisata di distrik Tokyo mulai musim semi 2019, dengan penggunaan akan terus dipantau Honda guna mendapatkan banyak masukan dari konsumen.

Kendaraan listrik yang dilengkapi dengan baterai berkapasitas total 96V yang terbagi dalam dua baterai lithium-ion 48V high-energy ini akan diproduksi untuk pasar domestik dalam jumlah 250 unit setahun. Masih sangat terbatas.

Untuk satu kali pengisian daya, baterai PCX ELECTRIC membutuhkan waktu enam jam untuk terisi penuh saat terhubung dengan kendaraan, sementara jika diisi dengan charger opsional—dengan baterai dicopot dari kendaraan—akan memakan waktu sekitar empat jam.

Baca juga: AHM optimistis pasar hybrid berkembang di Indonesia

Pewarta: Suryanto
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2018

Mobil listrik mewah penantang Tesla

Los Angeles (ANTARA News) – Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Tesla, kini bukanlah satu-satunya produsen yang mampu memproduksi mobil listrik di segmen mewah, karena sejumlah model dari pabrikan lain pun bermunculan.

Pada pameran Los Angeles Auto Show 2018 yang digelar hingga Minggu, sejumlah merek mobil ternama antara lain Audi, BMW dan Volkswagen, maupun jenama baru seperti Rivian dan Byton hadir untuk memamerkan teknologi kendaraan listriknya, dilansir USA Today, Sabtu (8/12).

Kendati demikian, pengamat otomotif menilai Tesla tetap menjadi unggulan dalam industri otomotif ramah lingkungan karena produsen yang memiliki pabrik bernama Gigafactory itu hanya fokus menggarap segmen mobil listrik.

“Tidak ada yang bisa membunuh Tesla. Mereka tangguh, meskipun Anda tidak mempercayainya,” kata Ron Cogan dari Green Car Journal.

“Ada banyak diskusi mengenai penantang Tesla,” kata Jessica Caldwell, analis dari Edmunds.com, menambahkan bahwa para penantang memiliki tugas berat untuk menyaingi Tesla.

“Mereka selalu menjadi topik pembicaraan. Sulit bagi merek-merek lain untuk melawan itu,” katanya.

Berikut mobil listrik pesaing Telsa:

Audi e-tron GT

Pabrikan mobil mewah Jerman, Audi, memperkenalkan SUV e-tron GT dengan tampilan elegan dan motor listrik yang kuat.

Motor listrik e-tron GT menghasilkan 590 tenaga kuda, dengan akselerasi hanya 3,5 detik untuk mencapai kecepatan dari 0 sampai 100 kilometer per jam.

Mobil ini diperkirakan akan masuk dapur produksi pada dua tahun mendatang, tergantung minat konsumen terhadap mobil bermodel empat pintu ini. Audi juga berencana menawarkan 12 kendaraan listrik di pasar dunia pada 2025. Audi e-Tron (Audi Pressroom)

BMW Vision iNEXT

Pabrikan mobil mewah lainnya, BMW, juga memperkenalkan mobil listrik dengan model SUV yang dinilai memiliki desain unik.

BMW Vision iNEXT memiliki tampilan wajah yang besar namun terlihat futuristik dengan model lampu dan grille, dilengkapi roda kemudi bergaya kokpit pesawat.

Selain sebagai mobil listrik, BMW Vision iNEXT juga digadang-gadang sebagai kendaraan swakemudi

“BMW Vision iNEXT menghadirkan era baru kesenangan berkendara,” kata pimpinan BMW Harald Kruger. “Ini menggarisbawahi peran utama yang dimainkan Jerman di masa depan mobilitas.”
  BMW Vision iNEXT. (BMW Global Press)

Volkswagen I.D.Buzz Cargo

Hadir di pameran kendaraan ini, Volkswagen membawa beberapa inovasi terbarunya untuk sektor teknologi, salah satunya adalah van konsep I.D. Buzz Cargo.

VW mengatakan, van yang masih dalam bentuk kendaraan konsep ini didesain untuk perusahaan atau pebisnis yang melayani pelanggan di perkotaan, baik itu untuk pelayanan pemeliharaan atau pengantaran barang pesanan.

I.D. Buzz dilengkapi konektivitas dengan unit kontrol fungsional. Pekerjaan dan pemesanan dari pelanggan dapat diimplementasikan dengan cara ini.

Semua barang dalam rak di mobil ini bisa dilacak. Semua pintu mobil bisa dibuka secara elektrik, dan sistem rak dapat dikustomisasi. Volkswagen I.D Buzz Concept (http://newsroom.vw.com/)

Byton K-Byte

Perusahaan otomotif China, Byton, mengandalkan konsep mobil listrik jenis SUV yang diberi nama Byton K-Byte. Mobil ini tidak sekadar berpenggerak listrik, namun mengusung teknologi semi swakemudi, sebagai langkah awal menuju era mobil otonom.

Mobil ini memanfaatkan tampilan layar pada dashboard untuk memberikan berbagai informasi kepada pengemudi atau penumpang.

Byton setidaknya telah memiliki tiga model kendaraan listrik antara lain bermodel sedan, SUV K-Byte dan M-Byte yang menggunakan elemen digital untuk digerakkan melalui sistem kecerdasan artifisial (AI).
  M-Byte mobil listrik jenis SUV buatan China yang akan mengawali debutnya di Los Angeles Auto Show 2018. (Istimewa)

Rivian R1T

Jika Tesla menawarkan mobil listik bermodel sedan, kini muncul perusahaan kendaraan elektrik Rivian Automotive yang menyuguhkan mobil-mobil bermodel truk pickup.

Rivian memamerkan truk pickup listrik bernama R1T pada pameran itu, sebelum menjualnya pada musim gugur 2020.

Rivian belum mengumumkan harga mobil listrik itu, kendati pimpinan perusahaan mengatakan akan mulai menjualnya di bawah harga 70.000 dolar AS (sekira Rp1,01 miliar) sebelum dikenakan pajak.

Adapun varian yang dipasangkan paket baterai terkuat akan dijual dengan harga 90.000 dolar AS (sekira Rp1,3 miliar). Rivian R1T (Rivian Official)
 

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018